Kesehatan

Bengek, Nafas Pendek, Tenaga Loyo dan Demam, Awas, ini Gejala Bronkitis Akut

BRONKITIS akut bisa menyerang siapa saja. Salah satu jenis penyakit pernafasan ini umum dialami baik wanita maupun laki-laki. Mereka memiliki risiko yang sama. Penyakit ini juga dapat menimpa semua golongan usia. Namun demikian, tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan, asal ada kemauan mengendalikan faktor-faktor risiko.

Tanda-­tanda dan gejala bronkitis akut di antaranya batuk yang terjadi selama beberapa minggu setelah infeksi hilang, munculnya dahak berwarna putih, abu-abu, atau kuning kehijauan, nafas jadi terasa pendek terutama pada saat beraktifitas dengan mengeluarkan tenaga, bengek, mudah lelah, demam dan menggigil, dada juga terasa tidak enak.

Jika gejala yang muncul semakin parah disertai demam dan menggigil, hal ini dapat menyebabkan pneumonia. Anda harus segera periksa ke dokter. Tanda-tanda akan semakin parah dapat terlihat ketika batuk tak bisa berhenti selama lebih dari 3 minggu dan membuat susah tidur, demam tinggi di atas 38 derajat celcius, dahak sudah menghitam, bahkan batuk mengeluarkan darah disertai bengek atau napas pendek.

Bronkitis akut disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab flu atau pilek. Kasus lainnya dapat diakibatkan oleh infeksi bakteri, bahan kimia, debu atau zat polutan lain yang menyebabkan iritasi saluran pernafasan.

Para perokok dan penderita penyakit pernafasan seperti bronkitis kronis, asma atau fibrosis kistik memiliki potensi yang lebih tinggi terkena bronkitis akut.

Beberapa faktor yang risiko bronkitis akut, di antara:
Pertama, perokok. Perokok dan mereka yang hidup di lingkungan perokok, memiliki risiko lebih tinggi terkena bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Kedua, melemahnya sistem kekebalan tubuh. Ini terjadi akibat gejala akut seperti flu atau kondisi medis kronis. Orang lanjut usia, bayi berumur di bawah 12 bulan, dan anak-anak sangat mudah terkena infeksi saluran pernapasan karena lemahnya sistem kekebalan tubuh.

Ketiga, akibat tercemar bahan kimia di lingkungan bekerja. Risiko terkena bronkitis lebih tinggi apabila bekerja di area yang tercemar seperti pabrik biji-bijian, pabrik tekstil, pabrik kimia dan sejenisnya. Karena di pabrik ini, para pekerja mudah terpapar uap zat kimia.

Keempat, terjadinya refluks pada perut. Rasa mulas yang parah pada perut dan mengganggu tenggorokan akan membuat Anda mudah terkena bronkitis.

Kelima, faktor usia. Orang yang berusia 50 tahun lebih berisiko terkena penyakit ini.

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Namun banyak orang yang lalai dengan kalimat bijak ini. Karena itu, ketika gejala bronkitis datang, berusahalah buru-buru mencegah. Ini yang harus Anda lakukan;

Pertama, minumlah air putih sebanyak-banyaknya. Bernafaslah pada kondisi udara yang hangat dan lembap. Konsumsilah obat batuk acetaminofen atau aspirin, pada beberapa kasus.

Kedua, saat penyakit sudah datang, biasanya dokter akan memberikan resep obat-obatan seperti: antibiotik. Bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus, sehingga penggunaan antibiotik tidak begitu efektif. Namun, jika penyebabnya infeksi bakteri maka dokter akan memberikan antibiotik. Jika Anda memiliki kelainan paru-paru kronis atau perokok, maka penggunaan antibiotik dapat mengurangi terjadinya infeksi sekunder.

Ketiga, proses pengobatan untuk batuk. Batuk akan membantu mengeluarkan kotoran dari paru-paru. Jika batuk terjadi selama tidur, maka sebaiknya Anda mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi batuk sederhana untuk membantu Anda tidur. Namun obat ini tidak begitu ampuh untuk menghilangkan batuk. Jika batuk yang terjadi membuat Anda tidak bisa tidur, maka dokter Anda akan memberikan obat batuk yang lebih efektif.

Obat-obatan lainnya: Jika Anda memiliki asma atau penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), dokter Anda akan menganjurkan Anda menggunakan inhalers dan melakukan pengobatan lainnya yang dapat mengurangi peradangan dan membuka saluran pernapasan yang menyempit.

Jika Anda mengalami bronkitis akut, sebaiknya berbicara dengan dokter Anda mengenai proses penyembuhan fungsi paru-paru. Rehabilitasi paru-paru merupakan program latihan pernafasan. Terapis pernafasan akan membantu bernafas secara mudah dan meningkatkan latihan pernafasan.

Biasanya, untuk dapat mengetahui bronkitis akut, dokter akan melakukan beberapa tes sebagai berikut;

Pemeriksaan fisik: Dokter Anda akan memeriksa gejala dan memeriksa paru-paru menggunakan stetoskop.

Rontgen pada bagian dada: Tes ini akan menentukan apakah Anda memiliki pneumonia atau tidak.

Tes dahak: tes ini akan membantu pengobatan untuk batuk rejan atau penyakit lainnya yang bisa diobati dengan antibiotik.

Fungi paru-paru: Dokter Anda akan memeriksa jumlah udara yang dapat disimpan dan dikeluarkan pada paru-paru Anda dengan menggunakan alat spirometer. Tes ini akan mengetahui apakah Anda memiliki asma atau emfisema.

Cough & Bronchitis Essential Oil Spa Essentia dapat meringankan infeksi saluran pencernaan, meredakan sakit kepala, mengatasi kesulitan tidur, menghilangkan peradangan, menyembuhkan Infeksi saluran pernafasan dan memiliki sifat menenangkan. Essential Oil ini dapat juga digunakan juga sebagai astringent.***

Most Popular

To Top