Kesehatan

Atasi Stres & Rasa Cemas Tak Masuk Akal dengan Perbanyak Curhat dan Liburan

SIAPAPUN pernah mengalami rasa cemas. Bahkan kekhawatiran yang berlebihan. Kadangkala tak masuk akal. Namun rasa itu tak bisa dielakkan. Malah merasa lucu sendiri dengan cemas yang menderanya. Ada sesuatu yang sebenarnya tak perlu dicemaskan, tapi sulit dihindari.

Misalnya rasa khawatir berlebihan pada sesuatu yang belum tentu terjadi. Seseorang yang mengalami ini seolah-olah menghadapi masalah besar. Padahal tidak ada masalah sama sekali. Kadang hal-hal sederhana seperti soal kesehatan, keselamatan, uang, dan berbagai sisi kehidupan sehari-hari seperti menghadapi hantu yang menyeramkan.

Rasa cemas makin berat tatkala diiringi nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, mual, sesak napas dan insomnia. Gangguan ini membuat mereka merasa sulit untuk rileks. Kondisi selalu tegang terus. Aktifitaspun jadi tidak nyaman. Segala sesuatu merasa sulit dikerjakan. Kalau pun ada yang bisa dilakukan sangat susah untuk berkonsentrasi.

Yang jadi masalah, gangguan ini seringkali tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Namun rasa cemas berlebihan ini tak bisa dihindari. Bahkan akan mengganggu jika dibiarkan terus menerus.

Apa saja rasa cemas yang kerap mengganggu aktifitas seseorang?
Pertama, fobia. Jenis ini merupakan bagian dari anxiety yang menyebabkan rasa ketakutan yang tidak rasional. Seperti takut pada cicak, tikus, laba-laba atau jenis binatang lainnya. Dia juga merasa terasing dan terancam saat berada di keramaian. Juga takut saat berada di ketinggian, misalnya di atap gedung atau lainnya. Bahkan, dia saat berada di ruangan tertutup dan sepi merasa dihantui.

Yang lucu, kadangkala rasa cemas terhadap benda-benda yang wajarnya tidak bisa menimbulkan rasa takut bagi kebanyakan orang. Misalnya hendak naik eskalator, sedang berada di dalam air atau naik pesawat. Malah ada yang punya rasa takut terhadap warna atau angka tertentu. Ini yang disebut dengan gejala fobia.

Kedua, fobia sosial. Penderita gangguan ini memiliki kesadaran diri yang luar biasa meningkat saat bersama-sama di lingkungan orang-orang yang sebenarnya ia kenal. Penderita ini memiliki rasa cemas saat beramai-ramai berkumpul. Ia akan merasa malu karena terus diawasi. Ada perasaan bahwa orang lain akan menilainya buruk. Salah satunya adalah demam panggung.

Ketiga, gangguan stres pascatrauma (PTSD). Gangguan ini dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian atau situasi berbahaya, tragis, atau traumatis yang mengancam nyawa. Penderita PTSD seringkali merasa takut seolah kejadian yang pernah dialaminya akan kembali terjadi. Ia terus dibayang-bayangi kilas balik pada keadaan yang membuatnya traumatis.

Biasanya, gangguan rasa cemas ini diderita oleh orang yang pernah tinggal di kawasan konflik atau perang, korban bencana alam atau korban kekerasan fisik atau seksual. Keluhan kadang muncul dalam ingatan, bahkan bisa dalam bentuk mimpi. Penderita gangguan ini juga tidak jarang mengalami depresi, insomnia, hingga penyalahgunaan obat atau minuman beralkohol untuk mengatasi gangguannya.

Keempat, munculnya perasaan takut atau panik yang berulang dan tidak beralasan. Saat cemas datang jantung berdetak cepat, keringat mengucur deras, kepala terasa pusing dan tubuh pun lemah. Orang dengan gangguan panik seperti ini tidak dapat memprediksi kapan gangguan tersebut akan muncul atau apa penyebabnya. Keluhan ini banyak menyebabkan disabilitas sosial bahkan fisik karena penderitanya akan merasa takut jika serangan panik ini datang tiba-tiba.

Kelima, gangguan obsesif atau kompulsif (OCD). Suatu keadaan di mana pikiran seseorang menjadi obsesif. Muncul rasa ketakutan yang tidak masuk akal disertai dengan tindakan kompulsif. Contohnya mencuci wajah berulang-ulang untuk meringankan rasa cemas karena merasa ada yang janggal yang dihasilkan oleh pikirannya.

Beberapa kasus ekstrim yang diderita oleh penderita OCD yaitu mengunci pintu dan kemudian memeriksanya kembali hingga berkali-kali untuk memastikan bahwa pintu telah terkunci. Perilaku obsesif-kompulsif ini dapat menyebabkan penderitanya terlambat bekerja atau kadang tidak beraktivitas sama sekali karena merasa cemas berlebih.

Penanganan yang dapat dilakukan yaitu psikoterapi dengan salah satu metodenya yaitu CBT atau terapi perilaku kognitif, terapi relaksasi, dan perpaduan antara psikoterapi dan obat-obatan anxiolytic seperti obat penenang atau penghilang rasa cemas.

Penggunaan obat-obatan penenang harus dengan resep dan pengawasan dokter. Jika disalahgunakan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan keluhan atau gangguan perilaku lain yang dapat memperberat gangguan yang sudah dialami. Karena itu, penanganan terhadap kondisi-kondisi tersebut adalah penanganan yang perlu dilakukan oleh tim ahli.

Ada beberapa tips sederhana mengurangi gejala anxiety disorder. Di antaranya;
1. Perbanyak kegiatan positif. Orang yang memiliki gejala anxiety disorder pasti sering dilanda rasa panik yang akan memicu hormon kortisol meningkat sehingga menyebabkan penderita stres. Disarankan untuk melakukan aktifitas yang dapat menenangkan otak seperti yoga, jalan-jalan di pagi hari, berkebun, berlibur dan mendaki. Kegiatan tersebut akan membuat otak terasa fresh dan akan menekan rasa cemas dan panik.

2. Tidur dengan cukup dan hindari begadang. Penderita anxiety disorder biasanya akan mengalami rasa cemas berlebih saat akan beranjak tidur. Pikiran mereka dipenuhi dengan kekhawatiran dengan apa yang akan terjadi pada esok hari. Akibatnya mengalami imsonia.

3. Kurangi mengonsumsi minuman mengandung kafein. Minuman yang mengandung kafein memiliki zat yang dapat memperburuk anxiety disorder. Kafein akan meningkatkan kadar kecemasan dan kepanikan. Lebih baik lagi menghindari kopi. Gantilah dengan cokelat hangat yang memiliki zat afrodiak yang bisa meningkatkan hormon endorfin.

4. Jangan malu untuk curhat. Jika sedang mengalami perasaan takut dan cemas pada sesuatu, ceritakan masalah ini pada orang-orang sekitar, baik keluarga, sahabat maupun pasangan. Beban akan terasa berkurang jika urhat dengan orang lain. Apalagi orang terdekat akan selalu memberikan dukungan dan berbagai masukan positif. Jangan pendam masalah sendiri, karena bisa membuat rasa cemas berlebihan.

5. Selalu berpikiran positif dan optimis dalam menghadapi hidup. Dengan selalu optimis gangguan anxiety tak akan mengganggu lagi. Memang tak mudah bagi penderita anxiety disorder untuk benar-benar sembuh. Minimal, bisa mengurangi rasa cemas dan panik secara berkala.

Cobalah Anxiety Essential Oil Spa Essentia. Minyak esensial ini berkhasiat mengatasi berbagai jenis stres dan sekaligus mendorong relaksasi, mengurangi depresi, menenangkan suasana hati.***

Most Popular

To Top