Gaya Hidup

Awas! Rasa Cemas Tak Terkendali Bikin Orang Bunuh Diri

SETIAP orang pernah mengalami rasa cemas, depresi atau hilang kontrol diri. Perasaan khawatir atau ketakutan berlebihan ini muncul pada apa yang akan terjadi nanti. Misalnya, saat baru menikah, menghadapi hari pertama kuliah, saat pertamakali wawancara kerja, saat berada di suasana tempat tertentu yang terbilang asing dan baru, bisa juga mabuk panggung saat memberikan pidato atau sedang menghibur menyanyi.

Cemas adalah perasaan normal apabila masih dapat dikendalikan atau hilang setelah mampu mengatasi situasi. Yang kemudian menjadi masalah, kecemasan itu menjadi bersifat tetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut inlah yang disebut sebagai gangguan kecemasan (anxiety disorder). Anxiety adalah perasaan takut, khawatir, atau perasaan tidak menyenangkan terhadap sesuatu.

Kecemasan atau anxiety adalah reaksi terhadap stres yang memiliki gejala psikologis dan fisik. Perasaan tersebut muncul dari amigdala, yakni wilayah otak yang mengatur respons emosional yang kuat. Stres dan anxiety yang tidak dapat dikendalikan membuat seseorang menjadi tidak sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Jika Anda mengalami anxiety, penting untuk segera mencari pertolongan.

Anxiety atau kecemasan adalah respons alami tubuh terhadap stres. Gangguan kecemasan adalah gangguan psikis yang terdiri dari beberapa gangguan mental. Seperti gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan kecemasan sosial, serangan panik, Obsessive-Compulsive Disorder (OCD), Posttraumatic Stress Disorder (PTSD), dan fobia.

Sebagai manusia normal, dalam kehidupan mereka pernah merasakan rasa cemas. Hal ini bisa menjadi reaksi terhadap stres atau pada orang yang tidak mampu mengenali pemicu stres dalam kehidupan mereka. Kecemasan bisa menjadi tidak normal, jika kondisi ini muncul tanpa alasan yang jelas saat tidak ada situasi yang penuh tekanan.

Namun demikian, stres atau cemas karena kondisi-kondisi tertentu belum tentu menandakan bahwa Anda menderita gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan muncul apabila setelah faktor penyebab yang mencetuskan rasa cemas tersebut hilang namun Anda masih terus merasa cemas. Atau bisa juga kecemasan yang dirasakan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga menimbulkan kesulitan dalam bekerja, sekolah, atau menjalankan berbagai aktifitas sehari-hari.

Stres dan anxiety juga tidak selalu buruk. Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat membantu mengatasi tantangan atau situasi tertentu. Misalnya, khawatir untuk mendapatkan pekerjaan, merasa gugup sebelum ujian besar, atau merasa malu dalam situasi sosial tertentu. Menjadi positif ketika kondisi ini membuat Anda tertantang untuk menghadapinya.

Ada juga sebagian orang merasa cemas dari waktu ke waktu. Namun, kecemasan atau anxiety bisa menjadi tidak normal jika mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala yang ditimbulkan dari kecemasan yang mengganggu ini meliputi denyut jantung yang cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual, gemetar, sulit berkonsentrasi, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sulit atau tidak bisa tidur, dan bernapas cepat.

Jika Anda mengalami kecemasan atau anxiety, perubahan gaya hidup tertentu dapat meringankan gejala yang ditimbulkannya. Beberapa teknik untuk mengurangi kecemasan meliputi makan makanan bergizi seimbang dan sehat, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, cukup tidur, bermeditasi, latihan pernapasan, berolahraga secara teratur, menulis catatan harian atau diary.

Mengenali beberapa faktor yang memicu stres/kecemasan juga penting. Salah satunya berbicara dengan teman dekat. Jadikanlah faktor pencetus rasa cemas sebagai hal yang positif agar termotivasi untuk bekerja lebih baik atau memperbaiki diri. Jika faktor pencetus telah teratasi dan rasa cemas menetap atau justru semakin berat, maka Anda perlu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Jangan abaikan ketika gejala ini mulai menyerang diri Anda. Karena, gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang bisa menimbulkan banyak efek pada mental Anda. Rasa cemas yang tak bisa dikendalikan menjadikan disabilitas bagi penderitanya.

Cemas berlebihan tak jarang menyebabkan depresi, ide bunuh diri untuk menghindari rasa cemas berlebih, pikiran irasional, hingga penyalahgunaan obat atau minuman beralkohol. Karena itu ketika gejala cemas hanya disertai dengan gangguan cuma persepsi atau paham, mood yang tak enak, keluhan menetap dan semakin berat tanpa sebab yang jelas adalah kondisi yang perlu segera ditangani.***

Most Popular

To Top