Kesehatan

Ini 5 Penyebab Sel Kulit Mati Anda Tidak Teregenerasi dengan Wajar

DALAM dunia kecantikan informasi istilah sel kulit mati terdengar akrab di telinga. Bagi mereka yang awam, informasi sel kulit mati akan membuat penasaran. Namun akhirnya menjadi sangat penting bagi mereka yang awam dengan istilah ini. Begitu mengerti pentingnya merawat kulit, tentu tak akan membiarkan kulit di tubuh, terutama di bagian wajah tak dirawat.

Ya, perlu diketahui bahwa sel kulit akan beregenerasi dan berganti setiap 28-30 hari. Dalam proses regenerasi ini, sel kulit baru akan keluar dan mendorong sel kulit mati ke permukaan kulit. Namun ini tidak berlaku pada mereka yang sudah lanjut usia (lansia).

Agar proses regenerasi berjalan dengan baik, harus melalui tahap eksfoliasi agar tidak terjadi penumpukan sel kulit mati. Eksfoliasi sendiri merupakan sebuah cara untuk mengangkat atau mengikis sel-sel kulit mati yang berada pada lapisan terluar kulit.

Sel kulit mati diketahui seringkali mengakibatkan berbagai masalah. Apalagi jika dibiarkan begitu saja menumpuk tanpa diangkat ke permukaan kulit. Akibatnya, kulit menjadi kusam, pori-pori tersumbat, hingga timbulnya jerawat.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan sel kulit dapat mati; pertama, salah dalam memilih produk perawatan kulit. Salah satu cara meregenarasi kulit adalah dengan dibantu oleh produk perawatan kulit agar proses regenerasi berjalan lebih mudah.

Namun ketika salah memilih produk akibatnya akan fatal. Bukan saja sel kulit mati yang terangkat, sel kulit muda yang baru tumbuh malah bisa mati. Regenerasi tidak terwujud, kulit malah rusak dan mengelupas.

Jika tadi disebutkan bahwa normalnya sel-sel kulit beregenerasi setiap 28-30 hari sekali, seiring bertambahnya usia maka rentang waktu tersebut akan semakin panjang. Bukan 30 hari lagi, bisa 50 hari, 100 hari, bahkan tidak terangkat sama sekali.

Intinya, kemampuan regenerasi kulit akan menurun saat usia bertambah tua. Alhasil, sel-sel kulit mati pun semakin menumpuk. Kulit menjadi keriput, kusam, menghitam, bahkan mudah diserang berbagai penyakit kulit.

Saat usia terus bertambah justru kulit akan memroduksi minyak dalam jumlah yang lebih sedikit. Tak heran jika mereka yang lansia kondisi kulitnya jadi cepat kering sehingga sel-sel kulit mati terus menumpuk.

Kedua, cara membersihkan wajah yang salah. Makeup, polusi, kotoran dan minyak juga menjadi pemicu terjadinya penumpukan sel kulit mati pada wajah. Karena itu, membersihkan wajah secara kontinyu dan maksimal sangat penting.

Bayangkan, jika Anda tidak membersihkan wajah dengan maksimal. Misalnya hanya menggunakan micellar water asal-asalan, tentu kotoran, minyak, atau makeup masih akan menempel pada kulit wajah. Alhasil, kotoran-kotoran tersebut akan menghalangi proses pergantian sel-sel kulit yang terjadi setiap waktu dan membuat sel-sel kulit mati yang seharusnya terdorong ke permukaan malah menumpuk.

Ketiga, mengabaikan proses eksfoliasi. Membersihkan wajah dengan tahapan double cleansing saja setiap hari ternyata masih tidak cukup. Anda perlu melakukan eksfoliasi untuk membantu proses regenerasi agar lebih maksimal secara berkala, setidaknya satu atau dua kali dalam seminggu.

Rutinitas ini seolah menjadi hal yang wajib dilakukan. Apalagi saat usia bertambah dan proses regenerasi kulit berkurang. Terdapat dua jenis eksfoliasi yang dapat dipilih, yakni secara fisik dengan butiran scrub atau secara kimiawi dengan chemical exfoliator seperti glycolic acid. Tinggal pilih saja mana yang lebih sesuai dengan jenis kulit.

Keempat, tidak melakukan moisturizer. Banyak yang salah mengira penggunaan moisturizer justru akan menghambat kemampuan kulit untuk eksfoliasi. Padahal, penggunaan moisturizer akan membuat kulit melakukan eksfoliasi dengan lebih baik. Saat kulit kering, proses pergantian sel-sel kulit tidak akan bekerja secara efektif. Sehingga kulit kerap mengelupas lebih parah jika melakukan eksfoliasi dalam kondisi kulit kering.

Kulit kering juga lebih rentan terhadap penumpukan sel-sel kulit mati. Hal ini dapat terjadi karena kulit yang kering akan menciptkan ‘lapisan’ kulit kering yang memerangkap sel-sel kulit mati untuk di bawahnya untuk beregenerasi dan terdorong.

Kelima, kondisi iklim yang tak sehat. Menumpuknya sel-sel kulit mati juga dapat disebabkan karena faktor iklim, lingkungan atau cuaca. Saat kondisi iklim di sekitar kering, bersuhu rendah atau dingin, kadar kelembapan pada kulit pun akan menurun.

Jika tidak diimbangi dengan penggunaan moisturizer yang memadai, maka kulit akan mengalami masalah kekeringan yang dapat berujung pada menumpuknya sel-sel kulit mati. Sebaliknya, saat kondisi iklim sangat terik, kadar kelembapan kulit pun akan terganggu. Tentu saja akan berpengaruh pada proses regenerasi kulit sehingga dapat berujung pada menumpuknya sel kulit mati.***

Most Popular

To Top