Kesehatan

Waspadai Gejala Jetlag Bagi Traveller Saat Berwisata ke Negara Lain

BANYAK orang yang merasakan sulit untuk tidur. Gangguan sulit tidur ini biasanya dialami seseorang yang merasa saat siang hari mengantuk dan tidur. Sebaliknya pada malam hari terpaksa begadang, karena memang mengalami gangguan untuk memejamkan mata.

 

Meski sudah memaksakan untuk tidur dengan cara memeramkan mata, namun tetap saja susah. Banyak pernyebab mengapa orang menjadi sulit tidur. Mereka terpaksa beraktifitas pada malam hari. Dan akan baru merasakan kantuk di waktu subuh  atau menjelang pagi.

 

Salah satu gangguan sulit tidur biasanya dialami para wisatawan, pekerja pilot, pramugari. Para travelere itu mengalami gangguan tidur berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari. Gangguan yang disebut Jetlag ini timbul setelah melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat. Bisa juga dengan moda transportasi lain akibat melewati zona waktu yang berbeda.

 

Pada dasarnya, seseorang yang mengalami jet lag merasa sangat mengantuk, namun kesulitan untuk tidur. Kondisi ini membuat orang tidak bisa fokus. Mereka kehilangan kewaspadaan sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Tak heran banyak orang mengalami kecelakaan saat menyetir atau mengemudikan kendaraan.

 

Mengapa jetlag terjadi saat bepergian ke daerah yang berbeda zona waktu? Sebab tubuh tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan waktu setempat. Karena tubuh memiliki jam biologis yang masih sama dengan zona waktu sebelumnya.

 

Jam biologis ini dinamakan irama sirkadian yang membuat seorang manusia terjaga di siang hari dan tidur di malam hari. Semakin banyak zona waktu yang dilewati, maka semakin besar kemungkinan seseorang mengalami jet lag.

 

Jet lag dapat menghilang sendiri setelah beberapa hari gejala tersebut dirasakan. Namun tak sedikit juga mengalami gangguan ini sampai berlangsung lama. Sehingga menjadi masalah lain yang harus ditanggulangi dengan penyembuhan atau pengobatan tertentu.

 

Gejala

Jetlag ditandai dengan rasa lelah dan kantuk pada pagi atau siang hari, serta tidak bisa tidur pada malam hari. Kondisi ini dialami seseorang setelah bepergian dengan pesawat ke daerah yang melintasi zona waktu. Gejala ini dapat dirasakan oleh siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

 

Gejala lain yang dapat dirasakan akibat jetlag adalah; Sulit untuk berkonsentrasi., mood tak enak,  gampang tersinggung, mudah lupa, seriang mengalami mual, kepala terasa  sakit dan pusing, pencernaan terganggu seperti mengalami diare dan sembelit, kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi.

 

Mereka yang mengalami jetlag merasa aktifitasnya juga terganggu. Beberapa bagian tubuh jadi kebas atau mengalami gangguan saat bergerak, mereka akan selalu merasa cemas diiringi debaran jantung.

 

Idealnya gangguan jetlag tak berlangsung lama. Setidaknya diperlukan 1-2 hari untuk sembuh dari jet lag akibat melewati 1 zona waktu. Semakin banyak zona waktu yang dilewati, maka semakin lama jet lag akan dirasakan. Contohnya, seseorang yang melewati 6 zona waktu membutuhkan setidaknya 3-5 hari untuk kembali normal seperti semula.

 

Bila jetlag menyebabkan gangguan tidur yang lebih lama dari seharusnya, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dokter dapat membantu mengatasi gangguan tersebut, terutama jika Anda sering bepergian dan kesulitan untuk mengatasi gejala jetlag.

 

Penderita yang memiliki riwayat penyakit tertentu, misalnya penyakit jantung, juga perlu memeriksakan diri ke dokter bila gejala penyakit tersebut timbul kembali saat mengalami jetlag. Sebab, jetlag bisa berdampak pada penyakit lainnya yang ada dalam tubuh.

 

Mereka yang sudah tahu akan dampak  jetlag biasanya sudah melakukan antisipasi terlebih dahulu sebelum melakukan aktifitas pekerjaan sebagai pilot, pramugari atau traveler lainnya. ***

 

 

 

 

 

Most Popular

To Top