kesehatan

Asyiknya Spa Batak, Dipijat Sambil Dimantra dan Dijampi-jampi Pakai Bahasa Ibrani

SALAH satu ethno wellnes asli budaya Indonesia adalah Matup dan Oukup. Spa kebugaran asli tanah Batak ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Budaya dan tradisi pijat tradisional ini masih dilestarikan warga Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Dairi, Karo, dan Simalungun di Sumatera Utara.

Martup atau oukup merupakan tradisi kesehatan dan kebugaran Indonesia dari 15 ethno spa yang tengah dikembangkan. Martup dan oukup memiliki teknik spa paling unik dan berbeda dibanding dengan etno wellness lainnya.

Jika pemijatan pada etno wellness lain dilakukan mulai dari kaki terlebih dahulu, tidak pada martup. Teknik pijat batak dimulai dari kepala. Secara filosofi orang Batak, kepala merupakan bagian tubuh manusia yang paling dihormati.

Orang Batak yang melestarikan budaya ini percaya bahwa saat manusia meninggal, nyawa diambil terlebih dahulu dari kaki, bagian yang paling terhormat. Sementara kepala diambil belakangan.

Aslinya ethno wellness martup dan oukup selalu melibatkan dukun dan orang pintar berdasarkan kepercayaan animisme dan dinamisme. Dalam praktiknya para ahli pengobatan tradisional itu menggunakan mantra dan jampi-jampi sebagai proses ritual penyembuhan penyakit yang diderita seseorang.

Ada 395 mantra dan jampi, serta 300 spesies tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional Batak, melalui Martup dan Oukup ini. Menariknya lagi, mereka menggunakan ikon sirih merah sebagai ritual pengobatan.

Martup dan Oukup memiliki teknik pijat khusus, pengasapan, dan penggunaan herbal khas dari Batak. Selain itu spa ini menawarkan sensasi yang menyegarkan tubuh dan pikiran. Martup dan Oukup juga digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit akibat bakteri dan virus, penurunan fungsi tubuh, hingga patah tulang.

Ada tiga konsep besar spa Batak. Pertama, Tange (Tapanuli Utara dan Tengah, serta Sibolga), Tange berarti pengasapan menggunakan api unggun, kayu-kayu kecil, kemenyan, bawang putih, dan tanaman lainnya.

Kedua, Tup (Karo dan Dairi) dan Martup (Simalungun), yang berarti pengulosan atau penyelimutan bersifat penguapan dengan menggunakan sejumlah uap air dari rebusan bahan tumbuhan.

Ketiga, Oukup (Tapanuli Utara dan Nias) yang bersifat penutupan atau pengasapan dengan api unggun dan kayu-kayu kecil, kemenyan, bawang putih, dan tanaman lain.

Ada 300 jenis tanaman yang dipakai sebagai bagian dari ritual martup dan oukup. Namun sirih merah sebagai tanaman utama, baik itu dalam pengobatan atau sebuah acara adat. Sebagai ikon dalam ritual, mereka juga menggunakan mantra yang berhubungan dengan bahasa Ibrani dan bahasa China.

Para ahli farmasi sudah meneliti 300 tumbuhan obat dari tanah batak. Hasilnya, 27 persen manfaatnya sama dengan penggunaan obat medis modern. Bahkan, pengobatan dengan tumbuhan-tumbuhan itu lebih efektif dalam penyembuhan. Selain itu lebih aman karena tidak memberikan efek samping dibandingkan dengan obat modern yang menggunakan ekstrak kimia.

Para pegiat usaha spa kini mulai gencar mengenalkan martup dan oukup kepada wisatawan mancanegara. Ethno spa ini memang belum sepopuler Bali spa di lingkup mancanegara. Menjadi tugas pemerintah dan para budayawan untuk mengenalkan ethno spa ini sebagai wisata pengobatan di tanah Batak.

Indonesia perlu belajar banyak dari China. Banyak jenis pengobatan ala negeri tirai bambu itu yang sudah mendunia dan dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan dunia. China sukses mengenalkan berbagai tumbuhan obat dan ilmu anatominya kepada dunia kesehatan.

Padahal, pengobatan tradisional Indonesia sebenarnya lebih kaya daripada China. Indonesia merupakan negara dengan jenis tumbuhan terbanyak kedua di dunia setelah Brasil. Semakin tropis suatu daerah maka semakin banyak tumbuhan yang dimilikinya.***

Most Popular

To Top