Kesehatan

Istri Rajin Spa Batangeh Dijamin Suami Bakal Betah Berlama-lama di Ranjang

SALAH satu cara menjaga keharmonisan rumah tangga adalah dengan sering-seringlah bercinta bersama pasangan. Bercinta tak harus di ranjang. Agar tak membosankan, biasanya pasangan mencari momen atau tempat tertentu agar suasana tambah romantis.

 

Namun bagi seorang wanita, untuk memuaskan pasangan kerap kali menghadapi masalah di organ kewanitaan. Entah karena keputihan, bau yang tak sedap, kurang bersih, atau terganggu karena penyakit kulit. Kondisi seperti ini membuat banyak kaum hawa merasa minder, takut kehilangan pasangan, ekstrimnya lagi takut diselingkuhi.

 

Selain merawat tubuh dan penampilan agar tetap cantik di depan pasangan, seorang wanita juga harus merawat  organ intimnya. Salah satu jenis perawatan organ intim adalah dengan spa batangeh. Spa  ini menyerupai ratus sehingga bermanfaat pula untuk memperbaiki fungsi rahim.

 

Salah satu metode batangeh adalah membuat bersih dan wangi organ vital wanita. Salah satu metode batangeh adalah penguapan. Proses ini menggunakan air dan rempah-rempah yang direbus di dalam tungku tradisional. Dalam keadaan mendidih dan  diletakkan di bawah kursi, uapnya dimanfaatkan.

 

Biasanya di atas tungku tergeletak sebuah kursi buat duduk. Wanita yang melalui proses batangeh ini duduk di atas kursi tanpa busana dan ditutup dengan daun pisang untuk menjaga uap agar tak keluar.

 

Saat itu metodenya masih sama. Hanya saja air rempah direbus dengan panci modern di atas kompor gas kecil. Anda  tetap duduk di atas kursi yang sudah dilubangi dudukannya tanpa memakai busana, kemudian ditutup dengan kain tenun khas minang.

 

Seperti mandi uap tradisional lainnya, rempah-rempah yang dipakai sangat beragam. Di antaranya limau puruik, sirih, bunga rampai, cengkeh, kunyit, kayu manis, kenanga dan pandan.

 

Hingga kini, batangeh masih dilestarikan oleh masyarakat Minang sebagai bagian budaya mereka. Meski demikian, di setiap daerah Sumatera Barat  menggunakan rempah-rempah yang berbeda.

 

Namun alat dan bahan yang digunakan sama. Di antaranya; periuk tanah, tikar pandan, kain sarung, bangku, tungku, bunga, daun, akar, biji, dan kulit kayu. Sementara itu, untuk bahan yang digunakan batangeh umumnya bagian tumbuhan yang mengandung minyak astiri.

 

Berikut ini ragam batengeh atau bertangas yang dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Minang di Sumatera Barat.

 

Payakumbuh

Di Payakumbuh, batengeh diracik dari daun jambak, karisiak daun pisang buah, sarai dan siriah. Ada juga yang memadukan sarai, pandan, urekusa, asam kesturi dan gambelu. Semua ramuan berfungsi untuk menghilangkan bau badan, merapatkan vagina dan pori-pori.

 

Solok

Berbeda lagi dengan di Solok, segenggam daun kunyit dan batang sereh digunakan untuk mengobati wasir. Ada pula batengeh yang menggunakan racikan cuka dan batu bata untuk pengobatan sesudah melahirkan.

 

Caranya, batu bata dibakar sampai memerah. Lalu dimasukkan ke dalam panci kemudian siram dengan cuka. Pasien duduk di atasnya, lalu tutup dengan kain sarung hingga panasnya hilang. Pengobatan ini dilakukan 2-3 kali sehari.

 

Pagaruyung

Spa ala Pagaruyung diperuntukkan calon pengantin. Ramuan yang dipadukan berasal dari serai wangi, akar wangi, daun nilam, cengkeh, pandan, adas manis, daun jeruk purut, kulit jeruk purut dan air perasan jeruk purut.

 

Batusangkar

Sementara itu di Batusangkar, ramuan dari kunyik bolai, jariangau, sipadeh, kunik, daun galundi dan siringan-ringan digunakan untuk menangani stroke. Air ramuan dimanfaatkan sebagai air mandi selama 10 hari.

 

Padang

Kali ini batengeh bermanfaat untuk menyembuhkan rematik. Bahan yang diperlukan antara lain jariangau, daun jua, daun ringan-ringan dan daun sebelah ujuang pisang lidi. Ada juga ramuan yang berfungsi menghilangkan stres. Racikannya terdiri dari jariangau, siriah dan capo. Proses batengeh dilengkapi dengan zikir.***

 

Most Popular

To Top