Politik

Gibran Mau Maju Pilwalkot Solo, Pengamat: Ini Efek Ekor Jas Jokowi

Pengamat politik Ahmed Rumalutur.

Ayonews, Jakarta
Meski Pilkada baru berlangsung pada tahun 2020 mendatang, namun nama-nama bakal calon telah muncul ke publik. Salah satu nama yang santer dibicarakan saat ini adalah putra sulung Jokowi yang kabarnya akan maju pada Pilwakot Solo 2020.

Gibran Rakabuming diketahui pada September bulan lalu secara resmi telah mendaftarkan diri sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Namun, rencana Gibran sontak mendapatkan perhatian publik, salah satunya terkait isu dinasti politik di Indonesia.

Pengamat politik dari Indonesia Politica Network (IPN), Ahmed Rumalutur mengatakan, munculnya nama Gibran dalam kontestasi politik sebenarnya tidak lepas dari efek fenomena political clientalism di Indonesia yang sudah mengakar sejak lama.

“Ini kultur klasik yang masih dipertahankan dalam sistem politik kita yang semakin marak terjadi paska tumbangnya rezim Orde Baru,” katanya di Jakarta (10/10).

Kendati demikian, Ahmed meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab kesadaran politik rakyat semakin hari makin tinggi.

Rakyat memilih bukan berdasarkan patron klien melainkan ide dan gagasan terutama kelompok kelas menengah yang sadar politik.

“Jika Gibran mampu memberikan terobosan, ide dan gagasan yang menarik perlu kita dukung. Sebab negara ini memang membutuhkan anak muda yang berbakat dalam kepemimpinan,” ungkapnya.

Ahmed menyatakan Gibran sedang ingin mendapat coat tail effect dari Joko Widodo.

“Tapi, dari sisi politis, saya kira Gibran sebenarnya sedang berupaya mendapatkan efek ekor jas Jokowi. Sama seperti AHY yang spontan muncul membawa ketokohan bapaknya pada Pilgub DKI Jakarta. Namun, saya kira hal itu tak menjamin keberhasilan politik.” tutupnya.

Seperti diketahui, KPU provinsi, kabupaten/kota akan menyelenggarkaan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota tahun 2020 sebanyak 270 daerah.

Rinciannya, sembilan pemilihan gubernur, 224 pemilihan bupati dan 37 pemilihan walikota. Rencanya Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 23 September 2020.(***)

Most Popular

To Top