Gaya Hidup

Balinese Spa Bikin Turis Asing Penasaran, Begitu Nyoba Pasti Ketagihan

DALAM industri pariwisata banyak beragam jenis spa yang ditawarkan. Mulai dari hawai, swedish, thai, balinese, dan ethno spa lainnya. Namun di Bali, baik wisatawan Eropa, Asia, dan Australia lebih menyukai balinese spa. Hampir semua wisatawan asing, 90 persennya memilih balinese spa untuk merelaksasi tubuh setelah letih berwisata mengelilingi Pulau Dewata.

Para pengusaha spa atau terapis tidak perlu menawarkan lagi kepada wisatwan asing ketika mereka akan relaksasi. Mereka pasti pilih balinese spa. Kecuali ada kebutuhan perawatan kecantikan atau kesehatan lainnya. Misalnya mereka membutuhkan pijatan kuat untuk menyembuhkan sakit, baru mereka akan memilih spa jenis lainnya.

Wisatawan yang sudah pernah mencoba balinese spa cenderung akan memilih jenis pijat yang sama di kemudian hari. Wisatawan lain yang belum mencoba dan penasaran pasti akan memilih balinese spa. Karena balinese spa juga sangat terkenal di berbagai negara seperti di negara-negara Asia, Dubai, bahkan Hawaii.

Balinese spa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan asing. Mereka ada yang sengaja datang jauh-jauh dari negeri asalnya hanya untuk mencoba perawatan kesehatan balinese spa. Meski di negara asalnya pun tersedia, mereka akan mencari balinese spa aslinya.

Tak heran jika banyak terapis dari Bali yang direkrut oleh jaringan hotel dan spa internasional untuk bekerja di luar negeri. Jadi para wisatwan mancanegara itu sebetulnya masih banyak yang penasaran akan balinese spa. Mereka bertanya-tanya bagaimana sih balinese massages yang asli dari daerah asalnya yang ingin sehat namun tak merasa sakit berlebih saat perawatan.

Banyak alasan para turis itu suka akan balinese spa. Karena salah satu ethno spa nusantara ini memiliki ukuran tekanan pijat menengah dibanding thai dan swedish. Karena para turis juga ada yang tidak biasa dengan spa. Ada yang merasa geli, bahkan sakit jika ditekan lebih. Jadi balinese spa itu cocok buat para turis.

Thai massages dinilai terlalu keras untuk wisatawan umum. Sedangkan shiatsu dari Jepang yang tidak banyak disukai karena terlalu keras. Tak hanya itu, kedua spa ini ini tidak menggunakan minyak dan aromaterapi. Para turis suka balinese spa karena dinilai tradisional, memberikan hasil relaks maksimal dan jyga membangkitkan tenaga baru setelah pulih dari rasa capai setelah berwisata penuh menikmati indahnya Pulau Dewata.

Di Bali, hampir semua hotel dan resor membuka jasa spa dan pijat. Spa ala Bali juga tersebar di seluruh penjuru Pulau Dewata terutama di Kuta, Legian, Semiyak, dan kawasan ramai turis lainnya. Menu andalan mereka tentunya balinese traditional massage. Ditambah suasana etnik ruangan yang didekorasi sedemikian rupa dan diiringi alunan musik tradisional.

Spa dan pijat ala Bali menjadi favorit wisatawan mancanegara, karena tekanan dan metodenya cocok bagi orang asing. Padahal, tidak ada metode spesifik yang digunakan dalam spa jenis ini. Teknik yang digunakan antara lain pressure, explorise, dan oiling.

Namun secara garis besar, spa ala Bali menggunakan tekanan pijat medium dengan titik-titik penekanan yang lengkap. Mulai dari kaki hingga kepala. Metode penekanan pijat ala Bali ialah menggunakan jempol dan telapak tangan bagian bawah.

Berbeda dengan remedial, thai, shiatsu, dan spot massages yang juga menggunakan sikut untuk penekanan. Tujuan semua pijat memang untuk melancarkan peredaran darah, juga untuk menambah enegi. Tapi kalau balinese itu plus relaksasi dan beberapa tawaran paket lainnya, inilah yang membuat banyak turis tertarik.

Relaksasi tersebut diperoleh dari tekanan yang medium, pemijatan yang perlahan, juga suasana sekitar yang dirancang setenang mungkin, Metode pemijatan ala Bali dilakukan di seluruh tubuh dan kepala selama kurang lebih satu jam.

Balinese massage juga ampuh mengatasi kecelakaan pada saat olah raga, migrain, juga penyakit lain sepeprti sakit otot maupun sendi, gangguan tidur, stres, serta depresi.

Berbagai tempat spa biasa mengkombinasikannya dengan boreh khas bali, lalu perendaman tubuh dengan berbagai rempah Indonesia. Bila di Banjarmasin orang mengenal bedak dingin dan Jawa mengenal lulur sebagai salah satu bahan merawat tubuh, maka Bali memiliki boreh.

Seperti halnya lulur maupun mangir dari ranah Jawa yang diaplikasikan untuk kulit. Bedanya apabila lulur dan mangir berkhasiat bagi kehalusan kulit, maka boreh punya manfaat untuk kesehatan. Misalnya untuk bayi yang sedang pilek maupun flu, boreh tersebut dapat diaplikasikan pada bagian-bagian tertentu bayi. Selain itu boreh juga bermanfaat untuk masuk angin, juga menghilangkan rasa letih dan kram otak.

Salah satu keunikan dari boreh adalah rasa hangatnya yang dihasilkan. Rasa hangat ini berasal dari kandungan berbagai rempah seperti jahe, kencur, temulawak, mesoyi, cengkeh, pala, kapulaga, kayu manis, beras merah, kacang hijau, dan bahan lainnya.

Karena bahan-bahan boreh mudah ditemukan, tak jarang ibu-ibu yang tinggal di pedesaan, membuat sendiri boreh untuk bayinya. Bahkan, bila orang dewasa sendiri merasa kakinya dingin, mereka akan membuat boreh dan kemudian memborehkannya pada kaki untuk memberikan rasa hangat.

Jika penasaran dengan khasiat boreh, Anda bisa menyiapkan sendiri ramuan boreh sendiri di rumah. Caranya siapkan jahe, temulawak, mesoyi, cengkeh, pala, merica hitam, kapulaga, kayu manis, beras merah/putih. Kemudian rendam bahan-bahan tersebut lalu diulek hingga hancur. Setelah itu, balurkan di seluruh tubuh.***

Most Popular

To Top