Kesehatan

Ini Segudang Manfaat Minyak Atsiri Peppermint untuk Kesehatan Tubuh

REMPAH impor bernama peppermint ini banyak dipakai sebagai pengobatan alternatif. Tanaman dari suku mint (Lamiaceae) merupakan hibrida atau hasil persilangan antara mint air (mentha aquatica) dan spearmint (mentha spicata). Peppermint merupakan tanaman asli dari Eropa dan Timur Tengah.

Di negara asalnya, tanaman ini banyak diproduksi sebagai bahan minuman. Peppermint juga digunakan ekstrak minyak atsirinya untuk campuran produk industri yang membutuhkan aroma segar seperti pasta gigi, shampo, sabun dan lain-lain.

Tanaman perennial herbaceous yang memiliki rhizoma berbatang halus ini dapat tumbuh dengan ketinggian sekitar 30-90. Rhizoma peppermint menyebar secara luas, berdaging, dan memiliki akar serabut yang kuat. Daun peppermint berwarna hijau gelap dengan tulang daun kemerahan, ujung daun meruncing, dan tepi daun bergigi serta permukaannya kasar seperti berambut.

Batang dan daunnya berbulu halus. Bunga pepermint memiliki empat lembar corolla dengan diameter kurang lebih 5 mm yang melingkari batang. Warna bunga peppermint ungu. Bunganya mekar mulai dari pertengahan hingga akhir musim panas.

Kandungan menthol dalam peppermint sangat tinggi. Minyak atsiri peppermint juga mengandung menthone, methyl asetat dan sedikit pulegone dan lain-lain. Pulegone merupakan senyawa yang berperan sebagai pestisida alami.

Dalam bidang medis, peppermint dimanfaatkan sebagai antispasmodik, nyeri otot, antibakterial, aromaterapi, obat mual dan muntah, sakit perut, perut kembung, dan lain-lain.

Daun peppermint terkenal karena manfaatnya sebagai penyegar mulut dan mencegah bau napas tak sedap. Tak heran jika Anda sering menemukan produk pasta gigi, obat kumur, dan permen karet dengan rasa peppermint.

Hasil persilangan watermint dan spearmint, baik dalam versi daun segar, suplemen herbal, maupun minyak esensialnya, peppermint masih menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh.

Di antara manfaat peppermint untuk kesehatan, yakni; pertama, mengatasi gangguan pencernaan. Terutama irritable bowel syndrome (IBS). IBS adalah gangguan usus yang menyebabkan perut kembung, kram perut dan BAB tak teratur.

Studi terbaru yang dimuat di jurnal Digestive Diseases and Sciences menunjukkan bahwa suplemen herbal yang mengandung minyak peppermint dapat meredakan gejala IBS yang kambuh. Peppermint mengaktifkan saluran anti nyeri di usus besar yang dapat mengurangi rasa akibat peradangan usus.

Manfaat peppermint lainnya untuk pencernaan adalah meredakan mual, termasuk gejala morning sickness saat hamil. University of Maryland Medical Center (UMM) melakukan studi ilmiah yang menemukan bahwa peppermint dapat menenangkan otot perut dan memperbaiki aliran empedu. Pepermint digunakan tubuh untuk mencerna lemak.

Selain lewat suplemen herbal, jika gejala mual menghampiri segera hirup aromaterapi peppermint atau menyeduh daun peppermint kering dan hirup selagi hangat untuk menenangkan saluran pencernaan. Namun, jika gangguan pencernaan Anda terkait dengan refluks asam lambung atau GERD, sebaiknya jangan menggunakan peppermint untuk pengobatan.

Kedua, meredakan gatal akibat gigitan serangga. Daun peppermint yang bersifat dingin dan sangat menyejukkan, minyak esensialnya bisa digunakan untuk meredakan iritasi kemerahan dan gatal-gatal pada kulit akibat gigitan serangga atau tanaman beracun. Cukup oleskan minyak peppermint yang sebelumnya sudah diencerkan tepat di kulit yang bentol kemerahan. Tunggu beberapa saat sampai efek dinginnya meredakan masalah kulit Anda.

Ketiga, meredakan flu dan pilek. Mentol yang terkandung dalam peppermint bisa membuat saluran hidung terasa lebih lega. Meski tidak benar-benar bersifat dekongestan untuk mengencerkan ingus yang menyumbat hidung, peppermint merangsang reseptor sensorik di hidung yang mendeteksi suhu dingin sehingga Anda merasa seolah-olah lebih bebas bernafas. Manfaat peppermint untuk pernapasan ini juga dapat meredakan hidung yang tersumbat, pilek, dan/atau batuk-batuk akibat alergi debu.

Anda bisa menghirup minyak aromaterapi peppermint, menghirup teh peppermint, atau menggosokkan balsem dengan ekstrak peppermint di dada dan sekitar hidung untuk meredakan gejalanya.

Keempat, menyembuhkan sakit kepala dan migrain. Peppermint bersifat menenangkan dan membuat kebas. Sifat-sifat ini dipercaya bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami migrain dan sakit kepala tensi akibat stres.

Kelima, meskipun tidak banyak penelitian medis yang dapat membuktikan kemanjuran minyak peppermint, beberapa peneliti menduga bahwa peppermint membantu mengendalikan aliran darah di dalam tubuh dan membuka saluran sinus untuk memungkinkan aliran oksigen yang lebih lancar ke otak. Menurut salah satu penelitian melaporkan bahwa minyak peppermint memiliki manfaat yang sama dengan tylenol atau paracetamol untuk menghilangkan rasa sakit.

Keenam, minyak peppermint adalah bahan yang cukup populer ditemukan pada beberapa shampo berkat aroma segar dan sifat menenangkannya. Menerapkan peppermint ke kulit kepala menyegarkan kulit kepala, membersihkan ketombe, dan menstimulasi aliran darah ke kulit kepala yang mampu membantu merangsang pertumbuhan rambut.

Selain membersihkan rambut dari sel kulit mati, peppermint juga mengikat folikel rambut dengan protein. Manfaat peppermint ini dipercaya memberikan penampilan rambut yang sehat dan bercahaya.***

Most Popular

To Top