Kesehatan

Saat Perang Dunia I, Serdadu yang Terluka Kembali Sehat Setelah Menghirup Aromaterapi Bunga Melati

MENGHIRUP aroma essential minyak melati bermanfaat untuk membantu memperbaiki mood dan membuat tidur lebih nyenyak, meredakan kecemasan dan perasaan stres. Aromanya yang kuat memikat membuat pikiran menjadi lebih rileks. Dan ternyata, banyak manfaat yang bisa diambil dari tanaman ini.

Manfaat industri
Bunga merupakan bagian tanaman yang paling tinggi nilai ekonomisnya. Di Indonesia. Pemakaian bunga melati dalam jumlah besar biasanya digunakan sebagai pewangi teh dan mengurangi rasa asli daun teh.

Industri lain yang menggunakan melati sebagai bahan baku seperti industi minyak wangi jasmine, sabun, cat, tinta, karbol, semir sepatu, kain dan pestisida. Jenis melati yang mengeluarkan aroma harum dan banyak dimanfaatkan sebagai pewangi di antaranya adalah jasminum sambac dan jasminum officinale.

Bunga melati yang disuling untuk diambil minyak atsirinya banyak digunakan dalam industri parfum, sabun, kosmetik, farmasi dan penyegar ruangan.

Seni dekorasi
Penggunaan bunga melati dalam seni dekorasi sangat luas. Sebagai bagian dari sebuah rangkaian, melati tidak hanya memberikan keindahan tetapi juga menciptakan suasana agung dan khidmat yang berasal dari warna putih dan keharumannya. Wangi melati memberikan rasa senang dan tenang bagi yang menghirupnya.

Bunga Melati yang digunakan untuk rangkaian adalah jasminum sambac. Banyak bentuk rangkaian melati hasil kreasi para perangkai bunga menghiasi ruangan pesta perkawinan, upacara keagamaan maupun acara resmi kenegaraan dan upacara resmi lainnya di Indonesia, karena melati merupakan Puspa Bangsa.

Aroma terapi
Permintaan akan bunga melati akhir-akhir ini semakin meningkat dengan berubahnya gaya hidup masyarakat perkotaan dan berkembangnya spa. Bunga melati yang awalnya dimanfaatkan hanya sebagai tanaman obat, kini berkembang jadi salah satu komoditas yang dipakai sebagai aroma terapi. Terapi tersebut dipercaya dapat menghilangkan stress dan menenangkan pikiran.

Penggunaan melati dalam aroma terapi juga merupakan pengobatan. Tapi tidak menggunakan organ tanaman secara langsung. Metode penyembuhan aroma terapi memanfaatkan minyak atsiri melati. Metode tersebut sebenarnya sudah dikenal sejak Perang Dunia I. Ketika itu banyak serdadu yang terluka jadi sehat kembali setelah menjalani aroma terapi menggunakan minyak lavender.

Pengobatan aroma terapi memanfaatkan berbagai minyak atsiri. Penyembuhan dengan minyak atsiri dalam aroma terapi bisa dengan cara inhalasi atau dihirup, dimasak atau perendaman tubuh.

Aroma melati juga bisa digunakan untuk mengatasi pegal linu. Aromanya dapat merangsang pengaturan aliran kelenjar adrenalin dan menenangkan sistem saraf, sehingga menimbulkan perasan senang, tenang dan dapat menghilangkan shock.

Species tanaman melati yang digunakan sebagai sumber minyak melati adalah Jasminum grandiflorum, J. officinale (di Perancis), J. grandiflorum L (di Italia) serta J. grandiflorum L, J. auriculatum, J. sambac, J. augustifolium, J. officinale, dan J. pubescens di India.

Peluang industri minyak atsiri berbahan baku bunga cukup besar. Minyak melati merupakan bahan baku parfum berkualitas tinggi. Jumlah kebutuhan minyak melati murni dunia ialah 4000 kg/tahun. Harga minyak atsiri melati di pasar internasional tergolong tinggi. Mahalnya harga minyak melati ini disebabkan oleh begitu luasnya pemakaian minyak melati dalam industri, sementara usaha pengadaan belum dilaksanakan secara intensif.

Proses penyulingan dalam skala mini, bunga melati menghasilkan minyak atsiri tiap kg-nya mencapai 0,33 cc.. Minyak melati diperoleh dari bunga melati dengan cara “enfleurage”, atau ekstraksi dengan pelarut menguap. Minyak melati yang dihasilkan dari ekstraksi dengan perbandingan bunga dan pelarut 1 : 2 mengandung komponen minyak atsiri yang tinggi. Minyak melati mengandung benzil ester dari asam asetat asam format dan asam propionat, linalool dan esternya, metil anthranilat, benzil alkohol, geraniol dan paracrenol. Melati kaca piring (cape jasmin) mempunyai bau wangi seperti minyak melati.

Bunga setelah dipetik tetap hidup secara fisiologis dan memproduksi minyak bunga. Produksi minyak bunga tersebut terhenti bila bunga telah mati dan membusuk. Masalah yang ditemui dalam ekstraksi minyak bunga tersebut adalah bagaimana mendapatkan seluruh minyak yang terkandung dalam bunga.

Bunga yang dipetik dari pukul 6 sampai 10 pagi menghasilkan minyak bunga dua kali lebih besar dari sore hari atau 1,5 kali lebih besar jika dipanen pada malam hari. Ekstraksi minyak melati kasar dengan etanol murni, menghasilkan 45 – 53 persen biang parfum melati.***

Most Popular

To Top