Nasional

Peringati Hari Oeang, Bea Cukai Jatim Siapkan Tim Pemberantasan Rokok Ilegal

Ayonews, Sidoarjo

Memperingati hari uang yang jatuh pada 30 Oktober 2019, sejumlah instansi di bawah kementerian keuangan melakukan sejumlah kegiatan.  Selain upacara peringatan Hari Oeang, kegiatan diisi dengan pekan olahraga serta pentas seni.

Kepala Kanwil DJP Jatim, Lusiani mengatakan, peringatan Hari Oeng oleh instansi di bawah jajaran kementerian keuangan ini akan diawali dengan upacara di halaman kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur 1, di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jumat (4/10/2019).

Upacara diikuti para pegawai kantor Bea dan Cukai,  Kanwil DJP,  Pajak Jatim Dua, Kanwil Direktorat jenderal Kekayaan Negara Jatim, serta Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Jatim.

Upacara pembukaan pekan olahraga dan seni dalam rangka memperingati Hari Oeang Republik Indonesia berlangsung khidmat.

Upacara dipimpin instruktur upacara Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur Etto Sunaryanto.

Di akhir upacara dilakukan penyerahan piala bergilir, kegiatan pekan olahraga dan seni di instansi di bawah kementerian keuangan tersebut.

Kemudian dilakukan pelepasan sejumlah burung merpati ke udara.

Etto Sunaryanto,  Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur mengatakan, olahraga yang dipertandingkan terdiri dari futsal bola voli, badminton, tenis meja dan tenis lapangan.

“Pekan olahraga dan seni akan dilakukan selama bulan Oktober, hingga pada peringatan hari uang 30 Oktober nanti,” kata Etto.

Seperti diketahui Oeang Republik Indonesia (ORI),  pertama kali beredar pada 30 oktober 1946 lalu. Semenjak ORI beredar, uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi.

Sementara itu Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim 1, M. Purwantoro menyinggung rencana kenaikan tarif cukai rokok sekitar 23 persen secara relatif dinilai cukup tinggi.

“Dampaknya akan menarik perhatian para pemain rokok illegal, untuk mendapatkan profit lebih tinggi. Namun dengan situasi yang sudah dibangun selama ini, pengusaha rokok ilegal akan berfikir dua kali untuk melakukan hal itu. Karena peta peredaran dan produksi rokok ilegal sudah diketahui,” paparnya.

Pihaknya juga menargetkan untuk pemberantasan rokok ilegal dengan target tiga persen.

Rencana ini akan dilakukan secara sinergi dengan sejumlah penegak hukum lain maupun pemerintah setempat.

“Kami juga akan memberikan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat,  sehingga rokok ilegal berkurang secara signifikan,” tambahnya.

Sejak jauh hari diumumkan, Bea Cukai sudah mengantisipasi berlakukanya tarif kenaikan yang menurut rencana akan diberlakukan pada awal tahun 2020 mendatang.

“Dengan adanya pemberantasan dan pemetaan yang dilakukan secara intensif, peredaran maupun produksi rokok ilegal dapat dicegah,” tandasnya.***

Most Popular

To Top