Kesehatan

Melawan Gejala Penuaan dengan Menghirup Aromaterapi Bunga Melati

MINYAK bunga melati memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Dengan semakin berkembangnya industri minyak atsiri, maka tanaman melati membuka peluang investasi dalam agroindustri. Berbagai aneka ragam dan kegunaannya membuat permintaan akan minyak yang dihasilkan tanaman ini sangat tinggi.

Hampir seluruh bagian tanaman melati dapat dimanfaatkan. Mulai bunga, daun, batang dan akarnya. Bunganya merupakan bagian tanaman yang mempunyai nilai ekonomis yang paling tinggi.

Minyak atsiri dihasilkan dari bunga melati dapat digunakan untuk pengharum dan obat-obatan. Potensi dan prospek bunga melati cukup besar dalam agroindustri dengan penyerapan terbesar saat ini pada indutsri teh, digunakan untuk pengharum rasa daun teh dan memberi citarasa khas.

Melati adalah tanaman asli Asia. Bunga melati berukuran kecil. Diameternya kira-kira sekitar 1 – 2 cm. Warnanya putih dengan aroma harum semerbak. Banyak dijumpai di Indonesia, Philipina dan Asia Tenggara. Di Eropa bunga ini dianggap berasal dari Arab dan dikenal dengan nama Arabian Jasmine. Tanaman melati berbentuk perdu, mempunyai tinggi 0,3 – 3 m dan hidup secara liar.

Jenis melati yang banyak dikenal di Indonesia adalah Jasminum sambac dan Jasminum officinale. Di Jawa tanaman ini telah dibudidayakan di daerah dataran rendah hingga ketinggian lebih dari 600 m diatas permukaan laut. Selain untuk pengobatan tradisional, melati digunakan dalam bidang industri, seni dekorasi dan pengobatan modern dan aroma terapi.

Jenis-jenis melati yang terdapat di Indonesia, yang telah berhasil diinventarisasi oleh Balai Penelitian Tanaman Hias dapat dikelompokkan dalam jasminum sambac, jasminum multiforum dan jasminum officinale yang dapat dibedakan berdasarkan karakterisasi tanaman, daun dan bunganya.

Berikut manfaat minyak bunga melati untuk kesehatan; pertama, meredakan kecemasan. Dengan menghirup aroma minyak bunga melati bermanfaat untuk membantu dan memperbaiki mood. Bahkan bisa membuat tidur lebih nyenyak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Natural Product Communications menemukan bahwa mengoleskan minyak bunga melati pada kulit dapat meredakan kecemasan dan stres sehari-hari, yang membuat pikiran menjadi lebih rileks.

Kedua, meredakan nyeri PMS. Pijat perut dengan minyak bunga melati selama sedang haid terbukti dapat mengurangi keparahan kram perut gejala PMS. Menghirup aromanya juga dapat menyembuhkan sakit kepala, mengurangi kegelisahan, membantu tidur lebih nyenyak, dan menekan pertumbuhan jerawat hormon selama masa PMS.

Ketiga, meningkatkan fokus, konsentrasi dan berfikir jernih bisa menjadi salah satu manfaat minyak bunga melati. Caranya cukup dengan menghirup aroma wanginya yang menenangkan akan membuat orang bisa bekerja tenang, fokus dan berfikir jernih.

Keempat, minyak melati mengandung berbagai senyawa aktif yang dapat mengatur kembali detak jantung, suhu tubuh, dan aktivitas otak yang diperlukan untuk berkonsentrasi tinggi.

Kelima, menjaga kesehatan kulit. Sebuah karya ilmiah berjudul “Commercial Essential Oils as Potential Antimicrobials to Treat Skin Diseases” secara spesifik membahas tentang manfaat minyak bunga melati untuk kulit.

Mereka menemukan bahwa zat-zat aktif dalam bunga melati dapat membantu meregenerasi sel kulit sehat, melembapkan kulit kering, melawan gejala penuaan, dan mengurangi peradangan akibat psoriasis.

Ada beberapa cara untuk memakai minyak bunga melati. Cara yang paling umum adalah dengan menghirup aroma minyak bunga melati. Anda juga bisa langsung mengoleskan minyak melati ke kulit. Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap minyak tersebut terlebih dahulu.

Anda bisa menggunakan minyak ini di rumah dengan dicampur lotion lain seperti minyak kelapa, pelembab tubuh, atau minyak esensial lain. Gunakan juga 3- 4 tetes minyak melati ke dalam minyak pijat buatan sendiri, lulur tubuh atau sabun untuk hadirkan aroma rileks.(***)

Most Popular

To Top