Nasional

Alumni Universitas Seluruh Indonesia Bersikap Sadarkan Mahasiswa & Pelajar; Ingat! ini Gerakan Akal Sehat Melawan Oposisi Gila

Ayonews, Jakarta
Tensi politik tanah air memanas. RUU KUHP dalam dua pekan terakhir ini sudah disetujui. Para demonstran yang mengatasnamakan pelajar dan pelajar sudah tidak lagi menggunakan akal sehat.

Untuk menyikapi kondisi tersebut, Komunitas Anak Bangsa (KAB) menginisiasi pertemuan antaralumni universitas seluruh Indonesia. Tujuan pertemuan tersebut untuk mengingatkan kepada para adik-adik mahasiswa bahwa aksi demonstrasi mereka terindikasi sudah ditunggangi kelompok-kelompok yang kepentingannya terancam.

“Dengan akal sehat melawan kegilaan ini. Kami KAB yang sadar bahwa akal sehat harus bergerak. Silent mayority akan menjadi power ketika mereka bergerak. Mulai saat ini silent majority jangan diam,” tegas Andre Wenas, salah satu penggagas pertemuan antaralumni universitas seluruh Indonesia yang bertajuk “Alumni Universitas-universitas Indonesia Bersama Jokowi” di Jl Cikatomas, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Menurut Andre, gerakan para alumni universitas seluruh Indonesia ini menyatakan bahwa Joko Widodo adalah presiden terpilih periode 2019 – 2024 yang terpilih secara konstitusional dan terpilih melalui suara terbanyak.

“Dan secara sah dan konstitusional Jokowi harus dilantik pada 20 Oktober nanti. Dengan adanya gangguan (demo-demo) kegilaan ini harus dilawan. Kalangan alumni ini mewakili kelompok akal sehat melawan kegilaan oposisi. Akal sehat harus menang,” ucapnya.

Andre menyatakan gerakan akal sehat para alumni-alumni universitas seluruh Indonesia ini sebagai sikap atas aksi-aksi demo adik-adik mahasiswa yang digerakkan BEM SI. Menurutnya, para mahasiswa dan pelajar itu sudah termakan hoaks yang dipabrikasi kelompok-kelompok oposisi.

“Sebetulnya BEM itu banyak diplintir. Banyak mereka jadi korban hoaks. Penipuan-penipuan yang disebut dengan paska kebenaran. Sehingga informasi akurat tidak bisa diperoleh adik-adik kita yang kadang belum cukup dalam menganalisa suatu peristiwa politik. Belum bisa menyikapi sebuah etika politik. Belum bisa membedakan mana benar mana salah,” terang Andre.

Andre meminta kepada para demonstrasi mahasiswa untuk bersikap bijak dan jernih dalam berfikir menyuarakan aspirasi mereka melalui unjuk rasa.

“Dalam menganalisa dan mendalami sesuatu itu pelajari secara detil tentang situasi politik saat ini. Jangan sampai terbohongi tau tertipu oleh hoaks atau berita palsu,” ujarnya.

Andre berkeyakinan bahwa aksi mahasiswa dan pelajar belakangan ini sudah tidak lagi aksi murni memperjuangkan kepentingan bangsa.

“Saya kira memang aksi mereka sudah ditunggangi kelompok-kelompok yang menariknya terancam jika Jokowi kembali memimpin negeri ini. Karena adik-adik kita suarakan saat ini sudah tidak ada lagi lagi. Soal RUU KUHP meminta ditunda sudah dilakukan. Tuntutan mereka sudah dikabulkan Jokowi semua, ”jelasnya.

Menurut Andre, aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan adalah yang sengaja dilakukan untuk mengalihkan yang dilakukan.

“Dan ini tujuan orang-orang gila terhadap kekuasaan dan tujuan menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi pada tanggal 20 Oktober. Persis seperti itu, ”tandasnya. (Tim WRC)

Most Popular

To Top