Gaya Hidup

Fakta-Fakta Seputar Apartemen Low-Rise

BANYAK  orang yang berpikir bahwa tinggal apartemen adalah sebuah tuntutan yang harus dipenuhi oleh masyarakat modern. Selain lokasi yang berada di pusat kota, beragam apartemen turut menawarkan sejumlah fasilitas yang menunjang kehidupan masyarakat modern. Bahkan bisa dikatakan tinggal di apartemen merupakan sebuah tren dalam gaya hidup modern. 

 

Namun bagi mereka yang telah melakukannya, tidak sedikit yang menyesali memilih apartemen dibanding unit proyek jual rumah tapak. Biasanya masalah ini lahir ketika mereka mulai membangun keluarga kecilnya. 

 

Melihat permintaan unit jual rumah yang masih mendominasi pasar properti, para pengembang hunian vertikal pun melakukan inovasi produk apartemen dengan nuansa seperti tinggal didalam hunian tapak. Dimana juga sangat mendukung untuk tempat bermukim keluarga pada umumnya. 

 

Inovasi tersebut dimanifestasikan sebagai proyek apartemen low-rise. Apartemen modern yang memberikan nuansa selayaknya hunian tapak.

 

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud apartemen low-rise? Mari kita simak secara seksama fakta-fakta didalamnya.

 

Tidak Terlalu Tinggi 

Dari nama low-rise saja kita sudah dapat mengira-ngira bahwa apartemen ini tidak terlalu tinggi bangunannya. Rata-rata, apartemen low-rise dikembangkan dengan tinggi hanya pada kisaran 4-6 lantai. 

 

Situs jual rumah dan apartemen global, Lamudi.co.id, mengatakan ada banyak manfaat yang dihadirkan dari tidak terlalu tingginya bangunan hunian vertikal tersebut. Pertama, tingkatan lantai di kisaran rata-rata sebelumnya dapat membuat aksesibilitas lebih cepat bagi para pemukim yang memiliki aktivitas dengan mobilisasi tinggi. Kedua, jarak antara lantai teratas menuju ke lantai dasar yang tidak terlalu jauh dapat mempercepat proses evakuasi penghuni jika sewaktu-waktu terdapat keadaan darurat seperti kebakaran atau bencana alam. Tingkatan lantai yang cenderung rendah dikatakan ramah dan aman bagi penyandang disabilitas, lansia, hingga masyarakat yang memiliki fobia ketinggian (acrophobia).

 

Diklaim Ekslusif

Di berbagai belahan dunia, apartemen low-rise selalu diklaim sebagai apartemen yang menyandang aspek ekslusif sama seperti halnya unit jual rumah elite. Tanda pertama dilihat dari unit yang ditawarkan dalam satu lantai. Low-rise apartment diketahui selalu menawarkan jumlah unit yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan apartemen high-rise atau rusunami. Jika misalnya dalam high-rise apartment unit yang ditawarkan bisa 10 hingga lebih dalam satu lantai, apartemen tersebut hanya maksimal menempatkan 5  unit saja. Sangat privat dan ekslusif bukan?

Tanda selanjutnya untuk keeksklusifan low-rise adalah dari sisi penyediaan fasilitas terbaik untuk penunjang kehidupan penghuninya. Mulai dari area terbuka hijau hingga asilitas refreshment seperti fasilitas berolahraga, spa, dan kolam renang merupakan fasilitas-fasilitas yang banyak tersedia pada low-rise apartment.

Aspek eksklusifitas juga tercermin dari besaran unitnya. Bagi Anda yang membeli apartemen low-rise akan merasakan kesamaan dengan unit-unit jual rumah yang biasanya cenderung lebih luas dan leluasa. Rata-rata apartemen low-rise yang dikembangkan di Indonesia memiliki luasan tipe unit yang lebih luas dibanding dengan tipe-tipe unit apartemen high-rise . Bahkan jika dibandingkan, luasan tersebut bisa 2 kali lipat apartemen pada umumnya.***

 

Most Popular

To Top