Gaya Hidup

Wah Seru Nih, Ethno Spa Batak Bikin Sehat & Bugar dengan Bakar Diri di Atas Api Unggun

BERAGAM ethno spa membuktikan bahwa  Indonesia kaya akan budaya. Budaya tradisional yang sehat dan klasik yang dikenal sebagai mancanegara.

Salah satu spa etno yang sudah ditentukan Kemenakertrans masuk dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan Permenaker transaksi no 46 Tahun 2017 ini adalah ethno spa Batak.

Ethno spa Batak menjadi salah satu pilihan bagi wanita karier atau ibu rumah tangga. Dengan cara merawat tubuh ala etno spa Batak ini, lelah setelah seharian bekerja atau beraktifitas mengurus rumah tangga akan membuat tubuh bugar.

Wajah pun cerah. Tenaga kembali pulih seperti semula. Kesehatan dan kebugaran pulih. Semangat akan semakin meningkat untuk kembali beraktifitas kerja, mengatur rumah tangga atau kegiatan lainnya.

Memanjakan tubuh dengan melakukan pemijatan di spa sudah menjadi kebutuhan wanita moderen. Ethno spa banyak pilihan. Ada 15 jenis spa SKN yang sudah masuk dalam daftar SKKNI.

Selain dari ke 15 jenis spa ini ada satu lagi yang spa tradisional yang diperkenalkan yaitu Martup Spa. Agak berbeda spa ini dari ethno spa lainnya. Meski targetnya sama, kesehatan dan kebugaran tubuh.

Seperti yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA yang merupakan guru besar antropologi kesehatan UIN Jakarta, Martup Spa merupakan metode pijat terbaru yang dikumpulkan dari tanah Batak, Sumatera Utara.

Teknik pijat berbeda dengan pijat tradisional dan beberapa hal-hal yang harus diperhatikan. Jika pijat tradisional Betawi dan Minang, biasanya dimulai dengan memijat dari kaki.

Beda dengan Martup Batak, memulai pijatan dari kepala. Mengapa begitu?

Ya, ada filosofi sendiri dalam suku Batak. Mereka adalah pemimpin dalam tubuh.

Filosofi ini juga selaras dengan ilmu kedokteran yang mengatakan, pusat susunan syaraf ada di kepala.

Selain itu, posisi pemijat juga sangat ditentukan dalam pijatan ala Suku Batak ini. Posisi terapis yang memijit pun tidak harus di sebelah kanan, tidak boleh memijit dari bagian atas. Pasalnya, salah posisi energi yang akan berkurang.

Proses pemijatan dimulai dengan mengalirkan minyak yang berasal dari rempah-rempah khas Sumatera ke atas dan kepala di titik-wajah tertentu.

Mulai dari dahi, bagian samping mata, alis, bagian bawah hidung, bagian belakang telinga dan dagu. Kemudian pijatan terus ke leher hingga dada bagian atas. Maka dari itu, posisi pemijatan harus telentang.

Berlanjut ke bagian lengan, perut, bagian kaki, dan bagian belakang tubuh. Pijatan dilakukan dengan memberikan tekanan pada bagian-bagian tertentu seperti ‘dicubit’.

Tekanan yang dibutuhkan mampu merelaksasikan otot-otot syaraf sehingga tubuh terasa lebih ringan.

Usai dipijit, tubuh juga akan dibalut dengan kain ulos yang akan memberikan rasa hangat.

Kemudian masuk dalam proses steam atau penguapan dengan rempah-rempah yang memberikan rasa harum dan bersih pada tubuh.

Sejatinya, spa etno Batak itu ada tiga jenis. Pertama, jenis Tange. Teknik ini diambil dari Tapanuli Utara dan Tengah dan Sibolga. Di tiga daerah ini, dikenal dengan palas yaitu pemanasan atau pengasapan.

Praktik pengasapan ini menggunakan api unggun dari kayu-kayu kecil. Sambil duduk di atas sambil memijat diri sendiri, beberapa benda atau benda yang terkait dengan kemenyan, bawang putih dan lain-lain jugacikut dibakar.

Saat duduk di atas bara juga tidak bisa sembarangan. Harus menggunakan penutup rapat dengan kain yang agak tebal dan panjang serapat mungkin.

Kedua, jenis Tup. Ini berasal dari Karo dan Dairi. Sementara jenis Martupdari dari Simalungun, yaitu proses steam atau penguapan menggunakan perulosan atau penyelimutan.

Proses penguapannya menggunakan sejumlah bahan tumbuhan yang telah direbus dengan periuk tanah dan dipindahkan ke dalam baskom. Lalu Lintas di Bawah Tempat Duduk Pengguna. Sementara pengguna ditutup rapat menggunakan kain yang agak tebal dan panjang. Posisi kainnya harus serapat mungkin.

Ketiga, jenis Oukup. Teknik pemijatan Penyanyi Berasal Dari Tapanuli Utara Dan Nias
Prosesnya bersifat Penutupan ATAU bahasa di Wilayah ITU sebagai penyongkokan.

Sifatnya juga pengasuh menggunakan api unggun dari kayu-kayu kecil sambil mengasah diri sendiri, sama seperti metode atau jenis pertama.

Namun demikian, dari ketiga teknik tersebut, sampai sekarang di ethno spa Batak tersebut dengan sebutan Oukup / Martup, yang berarti dapat pengasapan atau penguapan.

Suku Bangsa Batak yang terdiri dari sub suku yang tinggal di Sumatera Utara yaitu Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Dairi, Karo, Simalungun.

Bahkan mereka yang tinggal di Nanggroe Aceh Darussalam adalah suku Gayo dan Alas. Mereka hidup dari hasil pertanian dan pengelolaan sumber daya alam.

Sumber daya alam yang mereka hasilkan di ganti; padi, sawah dan ladang, tanaman gandum, jagung, macam-macam jeruk, buah duren, manggis, kelapa, cengkeh, buah pala, kayu manis, buah rotan, bunga-bungaan, palawija dan lain-lain.

Dari sini terlihat sangat beragam sumber daya tumbuhan yang sangat beragam di daerah perbesaran dan Pesisir tersebut. Selain untuk keperluan konsumsi makanan hasil dari sumber daya alam berupa rempah-rempah juga menjadi bagian dari bantuan pemeliharaan kesehatan yang prima dalam rangka mengobati penyakit yang ada di derita masyarakat sekitar sana.

Berangkat dari filosofi masyarakat Batak untuk dibawa kesehatan Prof.Rusmin Tumanggor seorang ahli antropologi budaya melakukan penelitian ber-tahun-tahun lamanya guna mencari benang merah dari pengobatan tradisional masyarakat Batak pada zaman dulu.

Dukun yang memberikan pencerahan dalam filosofi penyandingan mantra dan jampi juga telah menjadi objek penelitiannya.

Dapat diperolehlah bagaimana proses praktik-praktik perawatan dan pemulihan dalam masyarakat tradisonal batak tersebut.

Salah satu etno spa Batak yang dikenal dengan Menu Oukup atau Martup ada di Gaya Spa yang telah berdiri sejak abad lalu.

Selama beberapa tahun terakhir ini, selain 8 Etno yang lain ada, yaitu Jawa, Bali, Madura, Betawi, Bugis, Kalimantan, Minahasa dan Minang. ***

Most Popular

To Top