Gaya Hidup

Nyok… Para Istri Cobaiin Spa Tangas Betawi, Bikin Apem Tambah Legit & Pulen Lho

RITUAL menjaga kebugaran dan kesehatan atau spa,  Betawi pun punya “Gaye”. Mereka menyebutnya dengan Tangas Betawi.

Sebuah teknik spa dengan cara menjaga kesehatan dan kebugaran melalui ritual pijat, totok, dicampur ramuan lulur khas rempah-rempah.

Tangas Betawi sudah menjadi bagian dari 15  ethno spa dari 34 provinsi di Indonesia. Tangas juga  sudah ditetapkan Kemenakertrans dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan Kemenakertrans RI No 46 Tahun 2017.

Sebuah proses steam dari bagian ethno spa Tangas Betawi.

Tradisi Tangas Betawi pada awalnya adalah proses perawatan khusus untuk calon pengantin wanita. Karena memang ritual spa ini khusus wanita. Tidak untuk laki-laki.

Rangkaiannya dimulai dari senam peregangan atau senam “sembe takzim”. Gerakannya diambil dari gerakan dasar tarian budaya Betawi.

Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan tubuh. Mulai dari cuci kaki, pemijatan, luluran atau boreh, penguapan  dengan berbagai macam rempah ditambah dengan perawatan  berupa jamu papakan dan minuman bir pletok.

Tujuannya agar keringat terkuras, bau badan hilang, menghaluskan dan mengharumkan kulit seluruh tubuh, melemaskan otot dan menyegarkan tubuh agar terasa relaks.

Perawatan spa Tangas ini juga dilakukan agar  kecantikan alami sang calon pengantin tetap terjaga hingga pelaminan.

Namun dalam perjalanannya, Tangas juga menjadi tradisi bagi seorang istri agar tetap cantik dan menarik di mata suaminya.

Dalam tradisi Tangas, ada yang namanya proses “pijet pulen”. Pijat yang memang khusus merawat bagian intim wanita.

Tangas  ini bisa dilakukan secara rutin sebulan sebelum acara pernikahan. Tapi  bisa juga dilakukan oleh mereka yang sudah menikah hingga usai melahirkan.

Dalam prosesnya, ritual Tangas dimulai dengan foot bath menggunakan air hangat, sea salt dengan campuran jeruk nipis yang dipercaya bisa menenangkan tubuh dan pikiran.

Setelah membersihkan kaki, kemudian dilakukan tidur dengan cara telungkup untuk dilakukan pemijatan yang dimulai dari telapak kaki terlebih dahulu dan berakhir pada area punggung.

Selama proses perawatan tetap menggunakan disposable panties agar   higienis.

Proses pertama merupakan bagian dari pemanasan. Proses pijatnya memakai teknik ” jalan usut”, “teken tendet”, ” teken cabut”.

Teknik pemijatan inilah diberi nama ‘pulen legit’, karena setelah selesai memijat punggung, terapis yang telah terlatih ini melakukan totok pada area bokong atau yang disebut dengan ‘pulen’.

Setelah area belakang tubuh selesai dipijat, kemudian membalik badan untuk melanjutkan pijatan inti.

Pijatan ini menggunakan teknik “uyek ngiter”, ” seser sodor”, “rapet tenet, “rapet seser”, ” teken seser”, “nyengkak, “engkuk depan”, ” engkuk belakang”, lalu diakhiri dengan teknik totok pada area kewanitaan, atau yang disebut dengan ‘legit’.

Pijatan ‘pulen legit’ ini dilakukan untuk membantu mengencangkan otot-otot yang berada di area tersebut.

Setelah proses pemijatan berlangsung sekitar 1 jam, ritual scrubbing pun dimulai dan berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Selama pemijatan menggunakan ramuan lulur daun kemuning dan bunganya, daun beluntas, temugiring, beras dan jeruk purut.

Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian ramuan tangas, di antaranya menggunakan akar wangi, daun pandan, kembang 7 rupa. Kulit buah delima, sereh, jeruk purut, daun dilem, daun kemuning dan daun jeruk.

Setelah selesai, dilanjutkan dengan   mandi tanpa menggunakan sabun. Hal itu dilakukan supaya minyak pijat yang telah bercampur dengan ramuan tetap menempel pada kulit.

Tujuannya untuk memberikan kelembaban maksimal. Kalau dibasuh dengan sabun, pasti semua kelembaban itu akan terkikis.

Nah, untuk menutup ritual spa ini, sang calon pengantin atau wanita sudah menikah diminta untuk duduk di sebuah kursi kecil yang dibawahnya sudah dilengkapi dengan mangkuk besar berisikan racikan bahan-bahan rempah alami.

Rebusan rempah tersebut  diuapkan ke seluruh tubuh. Tapi paling utama adalah  bagian intim wanita. Sementara tubuh bagian kanan  ditutupi oleh tikar dan kain saat herbal steam.

 Ramuan tersebut di antaranya; Ylang-ylang, kelopak mawar, magnolia, melati, daun pandan, kayu secang, serai dan kaffir lime yang dierebus hingga mengeluarkan banyak uap.

Saat proses penguapan,  tubuh ditutup selama 30 menit  menggunakan tikar serta sebuah kain seperti seolah-olah sedang melakukan sauna. Hanya bagian kepala saja yang tidak tertutupi.

Konon, ritual herbal steam ini masuk ke dalam rangkaian perawatan dengan tujuan untuk memperbaiki sirkulasi peredaran darah,  memberikan efek detoks untuk tubuh, serta membuat tubuh jadi lebih wangi.

Untuk melengkapi rangkaian pijat memijat, ritual ditutup dengan menikmati segelas Bir Pletok. Minuman khas Betawi ini merupakan campuran beberapa rempah, yaknj; kayu secang, cabe jawa, kapulaga, sereh, kayu manis, cengkeh, biji pala, kembang pala, jahe, lada hitam, daun pandan dan daun jeruk.

Begitu ritual spa ini selesai dilakukan, biasanya tubuh akan jadi lebih segar, kulit jadi lebih halus dan pastinya otot-otot tegang pada badan juga jadi lebih terasa kendor.

Spa Budaya
Untuk menjaga dan melestarikan ethno spa Tangas sebagai bagian dari budaya orang Betawi. Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) sudah membakukan  “Tangas”  sebagai “Spa Betawi”.

Agnes Lourda Hutagalung, pendiri Indonesia Wellness Master Association telah lama mengamati salah satu kearifan lokal Betawi ini. Seperti ethno wellness lainnya, Tangas Betawi memiliki keistimewaan atau kekhasan tersendiri.

Dari ramuan dan pijatan yang disebut teknik pijit pulen legit, perawatan dalam Tangas Betawi  lebih ditekankan untuk meningkatkan keharmonisan hubungan seksual antara suami dan istri.

Sebagai upaya melestarikan dan mengembangkannya, pada tahun 2015 silam, Lourda merangkul LKB yang saati itu diketuai H. Tatang Hidayat melalui Essentia Spa Academy.

Lembaga tersebut melatih para terapis yang khusus menangani Spa Tangas Betawi. Agar para trainer tersebut memperoleh sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Tirta Nirwana Indonesia.

Sementara untuk menjaga produk dan ramuan tradisionalnya, Tangas Betawi, LKB diajak kerjasama melalui PT Essentia Tritunggal dalam pengembangannya.

Ramuan ini tak hanya terjaga keasliannya, namun diproduksi secara moderen agar tak hanya bisa dipasarkan di dalam negeri, tapi ke juga ke mancanegara.

Pembakuan Tangas Betawi menjadi bagian SKKNI ini dilakukan dengan menggali berbagai unsur dalam ritual ethno spa Betawi.

Mulai dari pemeliharaan kecantikan, kesehatan dan kebugaran yang mengacu pada filosofi   hidup seimbang, berarti dan berseri indah alami.

Diharapkan, kerjasama ini bisa menjadikan Tangas betawi sejajar dengan etno wellness lainnya yang ada di Nusantara, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.***

Most Popular

To Top