Business

Di Indonesia Rosmary Jadi Tanaman Hias, Di Eropa Jadi Bumbu Masakan & Pengobatan Herbal

PENGOBATAN menggunakan minyak rosemary rasanya terdengar agak asing bagi kebanyakan orang Indonesia. Sebab, umumnya di negeri ini, rosemary hanya dijadikan sebagai tanaman hias.

Bentuknya seperti pohon cemara, warna bunganya ungu memikat. Banyak kalangan pecinta tanaman menjadikan rosemary sebagai hiasan atau koleksi di kebun atau beranda rumahnya.

Rosemary dengan nama latin rosmarinus officinalis. Dikenal di Indonesia sebagai rosmarin. Asal tanaman ini dari Mediterania, Eropa. Menariknya, rosemary bisa tumbuh di daerah mana pun, asal udaranya tidak terlalu dingin atau panas.

Rosemary dikenal sebagai tanaman serbaguna. Bisa bisa digunakan sebagai rempah-rempah, minyak esensial, pengobatan, aromaterapi atau dibuat teh karena memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Uniknya, di Eropa atau Amerika, justru rosemary dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Rosemary kerap dipakai untuk membumbui aneka hidangan sup, kadang digunakan untuk bumbu olahan barbeque.

Di Austria, rosemary dijadikan sebagai bumbu wajib dalam aneka hidangan dan masakan.

Sementara di Indonesia, umumnya rempah rosemary banyak dipakai di restauran khas masakan Eropa atau hotel-hotel berbintang lima sebagai bumbu pelengkap masakan.

Selain bumbu masakan, rosemary juga dijadikan herbal dan pengobatan tradisional oleh orang Eropa. Dengan aroma khasnya yang unik dan cenderung harum, rosemary dianggap memiliki sederet khasiat.

Khasiat rosemary sudah teruji klinis dalam beberapa riset yang dikembangkan di berbagai negara belahan Eropa.

Salah satu yang kemudian berkembang luas adalah penggunaan rosemary sebagai bagian dari pengobatan aromaterapi.

Aroma rosemary yang terkesan hangat dan segar memberi efek membantu mengembalikan kesegaran dan meredakan stres.

Rosemary mengandung banyak nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan serat larut.

Rosemary juga banyak mengandung vitamin seperti asam folat, niasin, riboflavin, asam pantotenat, piridoksin, tiamin, vitamin A, dan vitamin C.

Rosemary tidak mengandung kolesterol, gula, maupun natrium , tapi kaya akan antioksidan dan zat antiradang yang baik untuk sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh.

Dalam dua gram rosemary segar yang dicacah halus, terdapat energi sebanyak dua kalori, serat makanan sebanyak 0,2 gram vitamin C, vitamin B, dan zat besi.

Selain bisa digunakan secara langsung, minyak rosemary juga sering dikemas dalam bentuk teh, dikeringkan, atau minyak esensial.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa kandungan daun rosemary mengandung chineol, minyak atsiri, borneol, therein, champor, bornyl asetat, minyak esensial, dan sumber mineral seperti kalium, sodium, tembaga, kalsium, magnesium, zat besi, seng, dan mangan.

Sementara itu daun rosemary kaya akan zat besi yang bisa mengatasi masalah anemia dan kelelahan. Karena rosemary mengandung carsonic yang bisa melindungi otak dari serangan radikal bebas.

Sebuah penelitian di University of Austria terungkap jika rosemary mengandung beberapa senyawa aktif alami seperti asam rosmarinic, asam klorogenat, asam caffeic, asam canosolic, carnosol, romanol, asam ursolic, dan asam glucoolic.

Semua bahan kimia alami ini telah melewati penelitian dan terbukti bahawa khasiat rosemary ini baik untuk kesehatan.

Minyak ampuh

Secara umum dan sudah teruji, manfaat rosemary; pertama, mencegah kerontokan rambut. Masalah kerontokan sudah menjadi masalah umum. Terutama mereka yang sudah berumur.

Namun demikian, kerontokan ini bisa diantisipasi sedini mungkin. Yang penting asal rajin merawat, kerontokan rambut bisa dicegah.

Tanpa perawatan, rambut bakal semakin menipis bahkan botak. Kerontokan kronis biasanya terjadi pada orang dengan masalah alopecia androgenetik, yaitu kelainan genetik pada hormon seks seseorang yang menyerang folikel rambut sehingga mudah sekali rontok.

Sebuah studi meneliti keampuhan minyak esensial rosemary pada 100 orang wanita dan pria yang mengalami alopesia androgenetika selama 6 bulan. Hasilnya, minyak rosemary dapat membantu menumbuhkan rambut baru sehingga mencegah kebotakan.

Penelitian lain yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa rosemary mampu menghambat produksi DHT, yaitu zat alami yang dihasilkan untuk merangsang kerontokan rambut.

Kedua, mengurangi stres. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Meikai University, School of Dentistry di Jepang menyebutkan bahwa aromaterapi dengan lavender dan rosemary selama lima menit dapat menurunkan kadar kortisol di dalam tubuh yang bisa menyebabkan stres.

Ketiga, meningkatkan daya ingat. The International Journal of Nueroscience menerbitkan sebuah studi mengenai pengaruh minyak lavender dan minyak rosemary yang dihirup pada kinerja otak.

Rosemary dapat memberikan efek tenang pada pikiran, memperbaiki suasana,  meningkatkan konsentrasi, dan mempertajam daya ingat.

Rosemary juga diketahui mengandung zat bersifat carnosic yang dapat melawan kerusakan sel-sel otak akibat radikal bebas.

Keempat, meningkatkan fungsi hati. Sebab rosemary memiliki sifat heaptoprotektif, yaitu menjaga fungsi hati tetap normal dan mencegah kerusakan organ tersebut, seperti penyakit sirosis.

Tanaman ini dapat melindungi hati dengan cara meningkatkan jumlah produksi empedu dan membuat sistem pencernaan menjadi lebih lancar.

Kelima, melawan kanker. Selain kaya akan antioksidan dan antiradang, rosemary juga memiliki komponen aktif yang disebut carnosol.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Cancer Letters, carnosol telah terbukti sebagai zat antikanker  yang dapat melawan sel-sel kanker, tapi tidak merusak sel sehat lainnya.

Jurnal Nutritiens tahun 2016 mencatat bahwa ekstrak rosemary telah terbukti menunjukkan sifat antikanker in vitro untuk pengobatan kanker payudara, kanker kulit, kanker prostat, kanker darah, kanker usus besar

Walau manfaatnya sangat melimpah, rosemary masih aman digunakan dalam dosis rendah.

Terlalu banyak mengonsumsi rosemary atau produk olahan dari rosemary bisa memicu efek samping serius, meskipun jarang terjadi, seperti muntah-muntah, mual, kejang-kejang, koma, edema paru atau pengumpulan cairan di paru-paru dan keguguran bagi orang hamil.

Selain itu, penggunaan rosemary dapat memengaruhi aktivitas saat mengkonsumsi obat lainnya. Seperti obat pengencer darah (warfarin, aspirin, clopidogrel), obat hipertensi (lisinopril, fosinopril, captropil, enalapril), obat diuretik (furosemide), dan lithium.

Jadi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum Anda menggunakan minyak esensial rosemary atau produk lainnya yang berbahan dasar rosemary bila memiliki kondisi tertentu

Minyak rosemary memiliki rasa herbal yang sangat segar seperti tanaman. Rosemary juga banyak menawarkan berbagai manfaat obat dan telah banyak digunakan untuk aromanya yang harum, hangat dan menyenangkan sepanjang masa.

Sebuah produk jadi bernama Rosemary Essential Oil memberikan efek bagus dalam beberapa terapi pengobatan.

Di antaranya; merangsang pertumbuhan rambut, mengatasi ketombe pada rambut, membantu merangsang pertumbuhan rambut tipis, memulihkan warna rambut agar kembali cerah dan bersinar, meningkatkan memori ingatan, menjernihkan pikiran sekaligus meningkatkan energi secara keseluruhan, detoksifikasi hati dan fungsi kandung empedu, menurunkan kortisol, menghilangkan bekas jerawat dan berguna juga untuk deodoran alami.

Produk ini juga bisa dipakai sebagai pengharum ruangan, campuran untuk mandi, sebagai minyak urut dan pengobatan inhalasi.***

Most Popular

To Top