Kesehatan

Biar Nggak Impoten, Rajin-rajinlah Konsumsi Jahe Merah

BERNAMA latin Zingiber officinale, jahe merupakan salah satu jenis rempah yang kerap digunakan sebagai bumbu masak. Dengan menambahkan jahe  akan menambah cita rasa masakan.

Jahe juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit seperti sakit kepala, batuk, dan flu.

Jahe juga bisa digunakan sebagai peningkat energi. Sebagian besar petani menggunakan jahe untuk membasmi hama karena efek yang dikeluarkan.

Ada tiga jenis jahe yang dikenal masyarakat yaitu jahe merah, jahe emprit, dan jahe gajah.

Perbedaan mencolok pada jenis jahe ini adalah warnanya. Jahe merah Tentu saja berwarna merah. Sementara jahe emprit dan jahe gajah memiliki warna kuning dan putih.  Yang membedakan jahe gajah jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jahe emprit.

Jahe merah atau Zingiber officinale var. rubrum lebih sering digunakan sebagai bahan obat-obatan daripada untuk bumbu masak. Jahe ini memiliki aroma pedas. Rasa pedasnya sangat terasa di lidah.

Jahe merah mengandung minyak atsiri lebih banyak dari jahe gajah atau jahe emprit. Bila diekstraksi, kandungan minyak atsirinya mencapai 2,58% – 2,72%.

Jahe merah memiliki ukuran rimpang yang agak kecil, ruas rata, dan sedikit menggembung. Jika daging pada jahe biasa berwarna putih, daging jahe berwarna merah, sehingga tidak utuh. Seratnya juga jauh lebih besar daripada jahe biasa. Sementara itu, jahe gajah dan jahe sering diolah untuk masakan atau minuman.

Jahe merah banyak ditemukan tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Banyak orang memanfaatkan jahe sebagai obat tradisional.

Kandungan pada jahe merah sangat banyak. Di antaranya, gingerol, flavonoid, agen antibakteri, agen antiperadangan, dan lainnya. Dengan cadangan ini, jahe merah dapat memberikan efek positif pada kesehatan.

Berikut beberapa manfaat dari jahe merah; pertama, ekstrak minyak jahe merah dapat melindungi sistem pencernaan dari bakteri, sehingga mencegah masalah pencernaan, seperti sakit perut.

Agen antibakteri yang ada dalam jahe dapat melawan bakteri jahat, seperti Escherichia coli, Salmonella enteriditis, dan Staphylococcusaureus.

 

Bila ditambahkan dalam makanan, jahe dapat digunakan sebagai pengawet alami dan dapat dihindari dari keracunan makanan akibat bakteri. Tak hanya itu, kehangatan yang diberikan oleh jahe juga dapat melancarkan pencernaan. Kehangatan yang diberikan oleh jahe juga banyak dimanfaatkan untuk mengatasi flu dan pilek.

 

Kedua, membantu mengatasi radang otot. Berbagai cadangan dalam jahe dapat membantu sebagai antiperadangan sehingga dapat membantu dalam mengatasi cadangan akut dengan kronis. Komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron dapat menghambat enzim siklooksigenase dan lipoksigenase. Dapat menurunkan leukotrien dan prostaglandin sebagai pemicu peradangan.

Jahe merah juga mengandung oleoresin yang lebih tinggi dari jahe lainnya, di mana oleoresin juga dapat digunakan sebagai antiperadangan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada atlet sepakbola takraw terbukti mendukung ekstrak jahe selama 10 hari dapat dilakukan pemotongan otot pada atlet sepakbola takraw.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh American College of Rheumatology juga membuktikan bahwa ekstrak jahe dapat membantu mengurangi gejala osteoarthritis, seperti nyeri otot.

 

Ketiga membantu meningkatkan kesuburan pria. Jahe mengandung antioksidan dan memiliki aktivitas androgenik. Dapat meningkatkan jumlah hormon testosteron dan dapat meningkatkan kesuburan pria.

 

Dalam penelitian yang dilakukan pada tikus yang memberikan ekstrak jahe yang dikombinasikan dengan mineral seng pada tikus albino jantan dapat meningkatkan hormon testosteron, jumlah sperma, dan kualitas spermanya. Meningkatkan, hal ini dapat meningkatkan fungsi testis pada tikus.

 

Keempat, tambahkan jahe ke dalam menu diet untuk meredam keinginan makan gula. Jangan khawatir, Anda bisa mengganti gula dalam makanan dengan jahe.

 

Dengan menggunakan jahe, hidangan akan memiliki aroma yang kuat, sedikit rasa manis, tapi agak pedas. Gunakan jahe pada makanan dengan cara ditumbuk, diparut, atau dibakar sebelum mencampurkannya ke dalam masakan.

Manfaat jahe untuk meningkatkan kualitas badan memang bisa membantu menurunkan berat badan, termasuk menurunkan berat badan di tubuh. Akan tetapi, rutin olahraga dan memperhatikan asupan makanan sehat merupakan cara terbaik untuk melepaskan lemak guna menurunkan berat badan.

Sebuah artikel di British Journal of Nutrition melaporkan bahwa jahe mampu mengendalikan kadar gula dan kolesterol, serta membantu lemak, sehingga membantu mengurangi nafsu makan. Len Kravitz dalam artikel Buletin Biologis dan Farmasi menyatakan bahwa jahitan dapat diproduksi hormon kortisol.

Kelima, selama berabad-abad, jahe telah digunakan untuk mengobati flu, batuk, demam, dan sakit tenggorokan. Jahe juga memberi nutrisi pada rambut dan kulit Anda. Senyawa bioaktif gingerol dalam jahe efektif sebagai anti bakteri dan antioksidan

Banyak bahan aktif dalam memberikan manfaat kesehatan. Seperti olahan jahe yang dibuat minyak jahe dalam produk minyak atsiri jahe.

Produk ini memiliki banyak manfaat, di antaranya; Mengobati pernafasan (flu, batuk, demam, sakit tenggorokan), mengobati keracunan makanan, mencegah penyakit kronik, mengobati peradangan dan kejang otot, mencegah hipertensi dan mengurangi stres, mengobati masalah pencernaan, mengobati malaria dan penyakit kuning, membantu memperbaiki kesehatan ginjal dan hati , mencegah kanker, mengobati disfungsi ereksi atau impotensi . ***

 

 

Most Popular

To Top