Gaya Hidup

Nikmati Sensasi Berendam Air Hangat Rasa Minyak Kayu Putih dengan Essential Oil Cajeput

Minyak atsiri dikenal dengan nama minyak eteris atau minyak terbang. Minyak atsiri merupakan bahan yang bersifat mudah menguap (volatile). Rasanya getir dan berbau mirip tanaman asalnya. Sari dari minyak atsiri berasal dari bagian-bagian tanaman seperti daun, buah, biji, bunga, akar, rimpang, kulit kayu, bahkan seluruh bagian tanaman.

Minyak atsiri sudah menjadi baian dari kehidupan manusia berabad-abad lalu. Tanaman yang menghasilkan minyak atsiri diperkirakan berjumlah 150 – 200 spesies, yang termasuk dalam famili Pinaceae, Labiatae, Compositae, Lauraceae, Myrtaceae, dan Umbeliferae.

Salah satu sumber minyak atsiri adalah kayu putih. Namanya diambil dari warna batangnya yang memang berwarna putih. Tanaman ini memiliki rasa tawar, netral dan bersifat penenang. Daun kayu putih memiliki rasa pedas dan hangat. Nama lain minyak kayu putih adalah gelam. Dalam Bahasa latinnya Melaleuca leucadendra syn. M. Leucadendron. Minyak kayu putih memiliki banyak nama lain, antara lain Kajuputi leucadendra, Aceite de Cajeput, Cajeputi aetheroleum, dan cajeput oil.

Bagi sebagian besar keluarga Indonesia, minyak kayu putih merupakan produk yang wajib disimpan di rumah atau menjadi bekal saat bepergian jauh ke luar kota atau daerah, bahkan ke luar negeri. Fungsi dan manfaatnya untuk menjaga kesehatan.

Pohon kayu putih merupakan anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil). Untuk dijadikan sebuah minyak, harus diekstrak, biasanya disuling dengan uap, terutama dari daun dan rantingnya.

Secara kimiawi, minyak kayu putih mengandung lignin, melaleucin, serta minyak atsiri. Khasiat minyak kayu putih sangat banyak. Terutama dalam bidang kesehatan. Beberapa bagian dari kayu putih yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan adalah daun, ranting, kulit kayu dan buahnya.

Tumbuhan berkembang biak baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara, dan beberapa daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas. Karena mudah menguap, saat hari panas, orang yang berdekatan dengan pohon ini akan mencium baunya, meski jarak yang cukup jauh.

Sebagai tumbuhan industri, kayu putih dapat dikembangbiakkan dalam bentuk hutan usaha (agroforestri). Perhutani memiliki beberapa hutan kayu putih untuk memproduksinya.

Minyak kayu putih yang diambil dari penyulingan biasa dipakai sebagai minyak balur atau campuran minyak pengobatan lain, seperti minyak telon atau campuran parfum serta produk rumah tangga lain.

Dalam kemasan botol, minyak kayu putih umumnya berwarna kuning dengan aroma yang cukup kuat menyengat. Minyak kayu putih merupakan hasil dari destilasi uap ranting dan daun segar pohon kayu putih. Setelah melalui proses destilasi minyak kayu putih mengandung bahan kimia bernama sineol (cineole). Bahan inilah yang membuat sensasi hangat ketika dioles ke kulit.

Daun merupakan bagian yang paling penting dari pohon penghasil minyak kayu putih. Dimensi daun bervariasi antar genus, antar pohon dalam genus yang sama serta antar pohon dalam jenis yang sama.

Sebuah penelitian menunjukkan karakteristik ukuran daun dan rendemen minyak atsiri serta melihat kemungkinan hubungan antara dimensi daun dan hasil minyak. Spesies yang diteliti terdiri dari Melaleuca viridiflora (pohon bunga merah), M. viridiflora (pohon bunga putih), M. cajuputi, Asteromyrtus brasii dan A. symphiocarpa, yang tumbuh alami di Taman Nasional Wasur, Merauke (Papua).

Dari lima jenis, sekitar 6 Kg daun segar diambil dan disiapkan untuk proses destilasi uap. Secara total, ada sekitar 120 lembar daun sebagai sampel yang mewakili dimensi lima jenis tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jenis M. Viridiflora (bunga putih) memiliki rata-rata dimensi (panjang dan lebar) daun terbesar.

Sedangkan jenis M. Cajuputi memiliki rata-rata panjang daun terkecil dan jenis A. brasii memiliki rata-rata lebar daun terkecil. Jenis A. Symphiocarpa memiliki rendemen terbesar yaitu 1,43 %. Sedangkan jenis M. viridiflora (bunga merah)memiliki nilai rendemen terendah yaitu sebesar < 0,1 %.

Beberapa manfaat dan fungsi minyak kayu putih di antaranya bisa mengurangi sakit kepala, mengatasi gejala pilek, meringankan nyeri sendi dan otot, menjaga kesehatan gigi, meredakan sakit gigi dan gusi dan tindakan pengobatan setelah pencabutan gigi.

Sebagian orang bahkan menggunakan minyak kayu putih untuk menangani infeksi kulit seperti kudis (skabies) dan panu. Bahkan menggunakannya dalam jumlah kecil sebagai bahan penyedap rasa pada masakan.

Meski umumnya aman untuk digunakan, ragam fungsi minyak kayu putih ini belum memiliki bukti uji klinis yang kuat untuk mendukung khasiat yang diyakini. Selain itu, umumnya dosis penggunaan secara lengkap tidak terdapat pada kemasan minyak kayu putih.

Kebijakan pengguna menjadi sangat diperlukan. Jika digunakan secara tepat, minyak kayu putih dapat menjadi teman penghangat dan pengurang rasa tidak nyaman ketika badan terasa kurang sehat.

Minyak kayu putih pada umumnya aman digunakan oleh sebagian besar orang pada kadar yang tidak berlebihan. Mengoleskan minyak kayu putih secukupnya pada permukaan kulit masih tergolong aman, namun tidak dianjurkan untuk mengoleskannya pada bagian kulit dengan luka terbuka. Pada sebagian kecil orang, mengoleskan minyak kayu putih dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit.

Untuk hidung tersumbat atau batuk, fungsi minyak kayu putih mungkin dapat membantu melegakan pernapasan. Namun sebenarnya penggunaan minyak kayu putih dengan cara dihirup tidaklah dianjurkan. Sebab, dikhawatirkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat memicu serangan asma, terutama pada anak-anak.

Ibu hamil atau menyusui disarankan untuk menghindari penggunaan minyak kayu putih, atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya, karena sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang memadai mengenai informasi keamanan penggunaannya pada ibu hamil dan menyusui.

Essential Oil Cajeput

Minyak kayu putih dipercaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Baunya yang khas membuat orang yang menghirupnya menjadi lebih tenang dan lebih fresh. Anak-anak balita biasanya dibalur minyak kayu putih setelah mandi untuk memberinya kehangatan.

Manfaat minyak kayu putih yang lain adalah meredakan masalah pernapasan, menghilangkan nyeri pada persendian, dapat melindungi Anda dari serangan serangga dan kutu, membantu mengontrol kadar gula darah, perawatan gigi dan penyembuhan luka.

Spa Essentia menerapkan kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan Anda menerima essential oil cajeput terbaik dari alam. Komposisi minyak ini berasal dari Melaleuca Cajuputi (Kayu Putih) minyak atsiri murni 100%. Pada saat benih dipilih (seed) hingga produk disegel dalam botol (seal).

Tak hanya sebagai pengobatan, essential oil cajeput juga bisa dipakai sebagai pengharum ruangan. caranya: Masukkan 8-10 tetes kedalam air yang diisi dengan alat penguap. Untuk campuran mandi, bisa dimasukkan 5-12 tetes ke dalam bak mandi berisi air hangat. Sebagai Minyak Urut, larutkan 5 tetes minyak atsiri ke setiap 10 ml minyak urut. Sementara untuk untuk Inhalasi; tambahkan 8-9 tetes ke dalam mangkuk berisi air panas, lalu tarik napas dalam-dalam.***

 

Most Popular

To Top