Kesehatan

Sejak Jaman VOC, Aroma Harum & Manisnya Cengkeh jadi Rebutan Industri Kosmetik, Farmasi & Obat-obatan Dunia

Hingga saat ini, Indonesia menjadi pemasok minyak daun cengkeh lebih dari 60% untuk pasar dunia. Permintaan minyak cengkeh, terutama turunannya seperti eugenol, metil eugenol, isoeugenol dan vanilin sintetis sangat tinggi.

Penggunaan dan manfaatnya pun sangat luas. Minyak atsiri yang dihasilkan dipakai untuk industri kosmetik, farmasi, penyedap makanan dan pengobatan.

Rasa manis dan aroma harum yang khas dipakai sebagai bumbu rendaman untuk panggangan, menambah rasa pada minuman hangat, hingga untuk memperkuat aroma kue.

Cengkeh merupakan tanaman rempah asli Kepulauan Maluku. Dan telah diperdagangkan serta dibudidayakan secara turun-temurun dalam bentuk perkebunan rakyat.

Sementara penyebaran tanaman cengkeh ke luar Kepulauan Maluku dimulai sejak 1769, tepatnya ketika perusahaan Hindia Belanda VOC datang menjajah secara ekonomi ke tanah air. Sedangkan ke wilayah Indonesia lainnya dimulai pada 1870.

Berdasarkan BPS Maluku, luas area tanaman cengkeh di Maluku mencapai 36.042 Ha, terutama tersebar di Kabupaten Maluku Tengah, Buru, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Ambon. Lingkungan ekologi seperti curah hujan, suhu dan tanah vulkanik serta minimnya serangan hama penyakit sangat mendukung pengembangan tanaman rempah di Kawasan ini.

Kandungan nutrisi dalam cengkeh bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Satu sendok teh cengkeh (2 gram) mengandung energi sebesar 21 kalori, 1 gram karbohidrat, dan 1 gram serat. Untuk kebutuhan sehari-hari satu sendok teh cengkeh mampu memenuhi 30% kebutuhan mangan, 4% vitamin K dan 3% vitamin C. Meski jumlahnya sedikit, cengkeh mengandung kalsium, magnesium, dan vitamin E.

Berdasarkan hasil analisis proksimat, kandungan minyak pada bunga cengkeh berkisar antara 10 – 20%, tangkai cengkeh 5 – 10% dan daun cengkeh 1 – 4%.

Dari sisi kesehatan, cengkeh bermanfaat untuk; pertama, mencegah kanker. Cengkeh diperkaya antioksidan eugenol untuk melawan radikal bebas dalam tubuh yang bisa memicu perkembangan kanker. Cengkeh juga mengandung vitamin C sebagai antioksidan untuk membantu menetralisir radikal bebas. Kekuatan antioksidan dalam cengkeh ini lima kali lebih efektif daripada vitamin E dan jenis antioksidan lainnya.

Kedua, mampu membunuh bakteri penyebab penyakit. Cengkeh mempunya kandungan antibakteri yang mampu menghentikan infeksi. Minyak esensial cengkeh efektif membunuh bakteri E. coli yang dapat menyebabkan kram perut, diare, hingga kelelahan. Cengkeh juga membantu menjaga kesehatan mulut dengan menghentikan pertumbuhan dua jenis bakteri penyebab plak gigi dan penyakit gusi (gingivitis).

Ketiga, tak hanya melindungi tubuh dari kanker. Eugenol dalam cengkeh dapat membantu meningkatkan kesehatan hati. Sebuah penelitian membuktikan bahwa minyak cengkeh dapat meningkatkan fungsi hati dan mengurangi peradangan. Penelitian lain menunjukkan bahwa eugenol membantu meredakan gejala sirosis hati.

Keempat, mencegah pengeroposan tulang yang dapat meningkatkan risiko mengalami osteoporosis. Senyawa aktif dalam cengkeh terbukti membantu menjaga dan meningkatkan kepadatan massa tulang. Kandungan mangan dalam cengkeh juga membantu proses pembentukan tulang dan sangat penting bagi kesehatan tulang.

Kelima, mengobati sakit maag yang disebabkan oleh penipisan lendir lambung yang dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti stres dan infeksi. Minyak esensial cengkeh dapat meningkatkan produksi lendir lambung yang berfungsi sebagai penghalang efek asam lambung, sekaligus mencegah erosi pada dinding lambung akibat cairan asam lambung.

Keenam mengendalikan kadar gula darah. Senyawa yang ditemukan dalam cengkeh dapat membantu mengendalikan gula darah. Cengkeh dan nigericin ditemukan untuk meningkatkan penyerapan gula dari darah ke sel, meningkatkan sekresi insulin dan meningkatkan fungsi sel-sel yang menghasilkan insulin. Insulin merupakan hormon yang bertanggungjawab untuk memindahkan gula dari darah ke sel. Dalam kombinasi dengan diet seimbang, manfaat cengkeh bisa membantu menjaga kadar gula darah.

 

Potensi ekonomi cengkeh
Minyak daun cengkeh dihasilkan melalui penyulingan (distilasi uap) daun, bunga dan tangkai cengkeh yang gugur. Potensi daun cengkeh gugur diperkirakan 2.368.043 ton /tahun dari area tanam 455.393 ha dengan rendemen minyak 1-4%. Spesifikasi minyak cengkeh tidak hanya ditentukan oleh kandungan eugenolnya, tapi juga komponen lain seperti eugenol asetat dan kariofilen.

Salah satu provinsi penyumbang hasil pertanian cengkeh adalah Kepualauan Maluku dan Maluku Utara. Meski secara kontribusi belum terlalu besar, kedua provinsi ini sudah menyumbangkan devisa ke negara melalui potensi daun gugur 93.805 ton/tahun atau setara dengan 1.861 ton minyak/tahun. Karena memang area tanam cengkeh di Maluku hanya 36.042 Ha.

Tersedianya lahan untuk pengembangan perkebunan seluas 871.656 ha di Maluku, serta teknologi budi daya dan paska panen cengkeh memungkinkan dikembangkannya agribisnis cengkeh mulai dari hulu sampai hilir menjadi pengolahan. Harga jual minyak daun cengkeh di Ambon berkisar antara Rp25.000 – Rp30.000/Kg.

Berdasarkan ketersediaan bahan baku, inovasi teknologi, tenaga kerja, harga, dan permintaan pasar luar negeri, sudah sepatutnya peluang ini diambil pemerintah untuk mengembangkan industri minyak daun cengkeh dan turunannya.

Salah satu turunan minyak cengkeh yang mudah dibuat adalah eugenol kasar (crude eugenol), dengan harga jual US$ 5,15/Kg, lebih tinggi dibanding minyak daun cengkeh US $ 4,5/Kg.

Dengan potensi ini, pemerintah harus memfasilitasi para petani cengkeh dan investor berupa kebijakan dan regulasi, modal kerja, fasilitas dan insentif kemudahan bagi investor dalam upaya mengembangkan minyak daun cengkeh. Minyak cengkeh merupakan salah satu minyak atsiri yang permintaannya cukup tinggi di pasar internasional.

Berdasarkan pendekatan Zona AgroEkologi (ZAE), lahan yang tersedia untuk pengembangan tanaman perkebunan, termasuk cengkeh, di Maluku mencapai 871.656 Ha yang tersebar di beberapa kabupaten.

Hasil identifikasi menunjukkan terdapat lima komoditas agribisnis yang secara bio-fisik dapat dikembangkan di Maluku. Salah satunya adalah cengkeh dengan luas lahan tersedia 259.040 Ha.

Tipe cengkeh sangat banyak. Namun antara tipe satu dengan lainnya sulit dibedakan. Misalnya tipe Ambon, Raja, Sakit, Indari, Dokiri, Afo, dan Tauro. Ada empat varietas unggul cengkeh, yaitu Siputih, Zanzibar, Ambon, dan Zambon (cengkeh komposit). Keragaman varietas tersebut merupakan sumber genetik yang sangat berharga dalam pengembangan industri cengkeh ke depannya.

Di Maluku, cengkeh pada umumnya diperdagangkan dalam bentuk bunga kering. Sementara pengolahan untuk menjadi minyak masih terbatas. Padahal minyak cengkeh dapat dihasilkan dengan menggunakan peralatan yang sederhana. Seperti halnya penyulingan minyak kayu putih.

Selain bunga cengkeh, minyak daun cengkeh dapat menjadi komoditas andalan. Tanaman cengkeh berumur 6,5-8,5 tahun dapat menghasilkan bunga cengkeh basah 3 Kg/pohon/tahun dandaun cengkeh gugur 26 Kg/pohon/tahun atau 2,6 ton/Ha/tahun dengan populasi tanaman 100 pohon/Ha. ***

Most Popular

To Top