Ibukota

Terminal Poris Terpilih jadi Lokasi Khusus Demi Merebut Penghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat 2019

Alwien Athena.A, kepala Terminal Bus Poris, Kota Tangerang, Kamis (5/9/2019) saat memberikan intruksi kepada jajaran di bawahnya soal penataan taman di lokasi terminal Bus Poris.

Ayonews, Kota Tangerang
202 Kabupaten/Kota dari 29 provinsi di seluruh Indonesia memperebutkan penghargaan Swasti Saba Kabupaten Kota Sehat Tahun 2019. Setelah melalui proses verivikasi, Kota Tangerang lolos Bersama 165 Kota/Kabupaten lainnya untuk meraih penghargaan yang sudah diamanatkan melalui Peraturan Bersama Mendagri dan Menkes No 34 Tahun 2005 No 1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS).

Salah satu lokasi khusus yang akan menjadi sasaran tim verivikasi lapangan dalam menentukan Kota/Kabupaten Sehat 2019 di wilayah Kota Tangerang adalah Terminal Poris. Terminal dengan klasifikasi tipe A ini menjadi salah satu Terminal bus kebanggaan warga Kota Tangerang.

“Terminal penumpang dengan klasifikasi Tipe A berfungsi melayani kendaraan penumpang umum untuk angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), angkutan lintas batas antarnegara, angkutan antarkota dalam propinasi (AKDP), angkutan kota (AK) serta angkutan pedesaan (ADES),” kata Alwien Athena.A, kepala Terminal Bus Poris, Kota Tangerang, Kamis (5/9/2019).

Alwien mengaku bangga terminal binaanya terpilih sebagai sasaran penilaian tim verivikasi lapangan pusat untuk memperebutkan penghargaan Kota/Kabupaten Sehat (KKS) yang diselenggarakan dua tahun sekali itu.

Rencananya, tim verivikasi lapangan dari pusat akan tiba melakukan penilaian pada tanggal 9 hingga 12 September 2019 pekan depan.

“Tidak ada persiapan khusus di Terminal Bus Poris untuk menerima kedatangan tim dari pusat untuk dilakukan verivikasi. Kami bangga bahwa Pemkot Tangerang telah memilih Terminal Bus Poris sebagai salah satu lokus penilaian tim pusat,” kata Alwien sambil sesekali sibuk mengarahkan bawahannya untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan Terminal.

Dari pantauan Ayonews, situasi Terminal Poris tak jauh berbeda dengan terminal bus lainnya. Lingkungan cukup rapih dan bersih. Bus-bus AKAP tampak tertib terparkir rapih. Begitu juga bus Trans Jakarta dan Trans Kota Tangerang, silih berganti datang dan pergi melayani transprtasi warga.

Sesekali terdengar operator terminal mengingatkan melalui pengeras suara kepada para sopir bus dan pedagang di lingkungan terminal agar tetap tertib dan menjaga kebersihan. Di beberapa sudut lainnya, terlihat petugas kebersihan menyapu daun-daun kering yang berjatuhan dari rerimbunan pohon yang tumbuh di lingkungan. Di sudut lainnya, terlihat beberapa orang menata taman agar tanaman tetap terlihat segar.

Sebagai terminal yang masuk dalam klasifkkasi tipe A, Terminal Poris sudah ditunjang banyak fasilitas. Seperti musholla khusus pria dan wanita yang berbeda, beberapa toilet khusus, ruang tunggu penumpang, ruang istirahat, loket penjualan tiket PO Bus, pedagang makanan dan minuman yang juga ditata rapih, bengkel dan beberapa fasilitas lainnya.

Yang menarik di sebuah ruangan tengah terdapat dua kursi pijat untuk relaksasi penumpang. Soal kursi elektrik pijat ini, menurut Alwien merupakan hasil kerjasama dengan sebuah vendor. Dengan memasukkan selembar uang kertas dua ribu rupiah, penumpang bisa merelaksasi tubuh selama dua menit, 5000 rupiah 5 menit, 10 ribu rupiah 10 menit.

Pihak pengelola terminal tidak mengambil keuntungan berupa uang dari keberadaan kursi pijat ini. Hanya saja vendor tersebut memberikan fasilitas lainnya sebagai kompensasi, seperti beberapa tempat sampah stainless. Dan kompensasi itu diberikan setelah tiga bulan beroperasi.

“Bahkan kami terus membuka peluang kepada vendor lainnya untuk bisa bekerja sama dengan kami dalam bentuk fasilitas penunjang agar penumpang bus merasa lebih enjoy dan nyaman saat berada di lingkungan terminal. Tentu saja melalui proses seleksi,” papar Alwien.

Keberadaan penunjang tersebut, lanjut Alwien sebagai bagian dari upaya pengelola terminal agar menjadikan contoh lokus dalam mencapai kondisi kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk berinteraksi sosial.

“Hal ini dilakukan sebagai program pembangunan berwawasan kesehatan. Juga sebagai bagian dari upaya pencapaian warga kota yang sehat & mandiri,” tandasnya.(Jimmy Wewengkang/WRC Kota Tangerang)

Most Popular

To Top