Nasional

Sukses Panen Raya Jenis Padi Unggulan IPB3S, Warga Cigelap Syukuran

Ayonews, Kabupaten Tasikmalaya
Warga petani Cigelap, Parung, Cibalong Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan panen raya benih padi IPB 3S. Padi unggulan yang lahir dari persilangan padi jenis Fatmawati dengan koleksi jenis lain yang dimiliki Hajrial Aswidinnoor ini dipanen pada Rabu (14 /08/2019), sekitar pukul 13:00 WIB.

Panen raya yang dihadiri tokoh masyarakat, Rektor Universitas Siliwangi Prof. Dr. H. Rudi Priyadi, Ir. M.Si dan ketua Dewan Pembina petani DR. H. Iwan Saputra, SE., M.Si

“Panen ini merupakan tindaklanjut dari benih padi IPB 3S yang saya berikan kepada masyarakat Cigelap pada bulan Mei 2019 seberat 1,5 kuintal untuk 6 hektar. Kalau dirata-rata sekitar 25kg per-hektar,” ujar Prof Dr H Rudi Priyadi.

Menurut Prof Rudi, benih itu dalam rangka percobaan dan ditanam di tanah milik pribadi masyarakat seluas 6 hektar ( gabungan pesawahan milik warga ).

“Alhamdulillah bisa panen raya sebanyak 8,4 ton per hektarnya. Jadi masyarakat yang mengelola dengan lahan area tersebut sebanyak 50,4 ton gabah kering pungut,” tambah Dr H. Iwan Saputra.

Dr H. Iwan mengaku sangat bangga dengan para petani yang rajin dan tekun sehingga tidak mengalami penyusutan dalam panen.
“Saya mengapresiasi masyarakat yang mengelola lahan tersebut. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Dua perwakilan warga, Dian dan Ujang mengaku bersyukur bisa panen padi jenis unggulan. Bahkan panennya lebih dari perkiraan sebelumnya.

“Kami sangat berterimakasih kepada bapak profesor dan dewan pembina petani. Kami pun sangat senang dengan program ini sehingga kami menikmati hasil panen raya ini. Kedepannya kami berinisiatif akan menanam benih padi dari jenis IPB 3 S,” tutur Ujang.

Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan, LPPM IPB, Prof Memen Surahman menjelaskan, IPB3S merupakan varietas padi unggul baru yang dihasilkan pemulia dari IPB Dr Harjrial Aswidinnoor.

IPB3S memiliki sejumlah karakteristik khusus yang membedakan dengan padi dari varietas unggul nasional dan hibrida.
“Padi ini memiliki anakan yang sedikit, tapi semuanya produktif,” kata Memen seperti dikutip trubus.id.

Anakan atau rumpun padi yang dihasilkan dari satu butir benih Padi IPB3S hanya sekitar 10 saja. Lebih sedikit jika dibandingkan dengan Padi Ciherang yang mencapai 20 rumpun.

Sedikitnya jumlah rumpun membuat teknis penanaman padi varietas IPB3S harus lebih rapat. Populasinya yang dipersyaratkan yakni 250 ribu rumpun per hektar.

“Kalau jenis padi lain memang rumpunnya lebih banyak, tapi tidak semuaproduktif,” ujarnya.

Padi IPB3S juga memiliki malai yang lebih panjang, sekitar 45 sentimeter dengan jumlah bulir sekitar 300. Ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan padi biasa yang jumlah bulirnya hanya setengahya bulir Padi IPB3S.

Selain itu, padi IPB3S memiliki bentuk daun bendera yang tegak dan panjang. Kondisi ini membuat bulir padi tersembunyi, meminimalisir serangan hama burung. “Bulirnya tersembunyi, jadi enggak kelihatan dari atas,” tutur Memen.

Soal potensi, Padi IPB3S tentu tidak diragukan lagi. Potensi produktivitas panen padi tersebut bisa mencapai 11,2 ton per hektare. Tentunya harus didukung irigasi yang baik, pemupukan rutin, dan ketekunan petani.

“Namun rata-rata 7 ton lebih. Di beberapa tempat, seperti di Karawang bisa dipanen dengan jumlah lebih tinggi, yaitu 13,4 ton per hektare,” ungkapnya.

Seperti diketahui padi IPB3S sudah dilepas ke masyarakat sejak 2012.(Taufik H/WRC Kota Tasikmalaya)

Most Popular

To Top