Nasional

Seenaknya Main Suspen & PM, Ribuan Driver Priangan Timur Ancam Kepung PT Gojek Indonesia

Kantor cabang PT Gojek Indonesia di Kota Tasikmalaya.

Ayonews, Kota Tasikmalaya

Aplikator tidak boleh sewenang-wenang dalam melakukan suspen dan putus mitra (PM) kepada para driver ojek online. Pengaktifan kembali kemitraan yang disuspen dan PM pun sudah diatur dalam Permenhub No12/2019 pada Pasal 14.

Bila aturan ini dilanggar dan tidak ada kepedulian baik dari pihak PT Gojek Indonesia atau pemerintah, maka ribuan massa Ojol se-Priangan Timur bakal turun ke jalan dan mengepung kantor PT GI Cabang Priangan.

Ancaman ini dilontarkan kelompok ojol yang tergabung dalam Himpunan Driver Online Priangan Timur (Hiden) saat menggelar jumpa pers di Perum Asri Residence Kota Tasikmalaya.

Dewan Pembina Hiden H. Nanang Nurjamil mengatakan, paska audiensi yang dilakukan rekan- rekan Hiden beberapa waktu lalu, beredar isu bahwa pihanya bersama dengan rekan driver yang tergabung dalam Hiden berniat menutup dan membubarkan perusahaan PT Gojek yang ada di Tasikmalaya.

“Kami juga menyesali wakil rakyat DPRD Kota Tasikmalaya yang tidak aspiratif. Sampai saat ini wakil rakyat belum mampu mempertemukan Hiden Priangan Timur dengan PT Gojek Indonesia. Bahkan sempat beredar isu bahwa driver yang melakukan audiensi dengan DPRD berniat untuk menutup dan membubarkan perusahaan PT Gojek perwakilan Priangan Timur yang berdomisili di Kota Tasikmalaya,” ucap Nanang, Jumat (16/8/2019).

Menurut Nanang, beredar kabar bahwa PT GI cabang Priangan Timur belum mengantongi izin usaha.

“Jika terbukti belum mengantongi izin, maka sudah selayaknya dan disamakan dengan proses penanganan pada perusahaan lain, juga sesuai dengan aturan, maka PT GI cabang Priangan harus ditutup sementara, sampai proses perizinan tersebut dipenuhi,” terangnya.

“Harus dibedakan dong, antara mengkaji dan menutup. Tidak sedikit perusahaan yang dikaji ulang dan kembali beroperasi,” sambungnya.

Nanang sempat meminta konfirmasi ke sekretariat DPRD, kenapa belum kembali dilakukan penjadwalan ulang pertemuan antara para driver dengan perusahaan, kabarnya pihak PT Gojek belum memberikan kesanggupan untuk bisa menghadiri pertemuan dengan para driver.

Sementara itu, Wakil Ketua Hiden Nurmansyah menyampaikan tuntutannya kepada PT Gojek Priangan Timur tentang kejelasan hak dan kewajiban pihaknya sebagai mitra kerja yang dituangkan secara tertulis dalam kontrak perjanjian kerja.

“Kami mendesak PT Gojek memberikan asuransi kecelakaan tenaga kerja sebagaimana ketentuan peraturan Undang Undang No. 13 tahun 2003 tentang Kenetenagakerjaan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menuntut segera dibentuk serikat pekerja dan mendaftarkannya ke asosiasi serikat pekerja Indonesia serta Disnaker Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi dengan menerjunkan seribu sampai tiga ribu anggota,” ujarnya.
Kerapnya Pemutusan Mitra (PM) terhadap driver ojol tanpa konfirmasi, sambung Nurmansyah, juga menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan dengan PT Gojek Priangan Timur.

“Jangan sepihak melakukan PM, tanpa konfirmasi dan cross check. Harusnya klarifikasi langsung terhadap kami,” tuturnya.

Sebab itu, Nurmansyah pun akan terus menuntut pengaktifan kembali mitra yang terkena notif PM dan meminta transparansi bila ada registrasi mitra baru serta penghapusan order prioritas. Adapun, tuntutan lainnya yakni kesetaraan penghasilan para pekerja driver gojek, sesuai Upah Minimum Kota/Kab (UMK).

“Itu sudah diatur oleh Pasal 90 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pengusaha dilarang memberikan upah di bawah upah minimum,” pungkasnya.

Sebetulnya rencana aksi kepung kantor manajemen Gojek ini tidak harus terjadi andai pihak PT GI dan pemerintah merespon permintaan Hiden.

“Untuk aksi nanti, para driver yang ada di luar wilayah Kota Tasik sudah memberikan konfirmasi siap hadir untuk unjuk rasa,” tandas Nurmansyah.(Yulianus Zebua/WRC Kota Tasikmalaya)

Most Popular

To Top