Hukum

Begini Cara Kerja Sindikat Notaris Palsu yang Berhasil Diungkap Polda Metro Jaya

 

Jakarta- Subdit 2 Harda (Harta, Benda dan Bangunan Tanah) Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap dan menangkap pelaku dengan Penipuan sindikat jual beli rumah mewah dengan modus notaris palsu.

Tiga pelaku pemalsu sertifikat rumah yang diringkus oleh Subdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memiliki peran berbeda.

Ketiganya dilaporkan oleh seorang korban berinisial VYS karena sertifikat rumahnya telah digandakan dan sertifikat asli digadaikan ke bank swasta.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, ketiganya memiliki kantor di Komplek Perkantoran Wisma Iskandarsyah Jl. Iskandarsyah Raya No. 12 14 Blok B – 1 Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

“Jadi peran DH peran selaku calon pembeli dan orang yang menjaminkan SHM milik korban,” kata dia Jumat (9/8/2019).

Ternyata dari catatan kepolisian, pada tahun 2018 lalu tersangka pernah terlibat dalam Tindak Pidana yang sama di Polres Tangerang Selatan dan telah Vonis 2 Tahun. Setelah menjalani hukuman selama 1 Tahun, ia izin berobat ke Luar Negeri namun faktanya DH malah melakukan kejahatan yang sama.

“Kedua DR, perannya sebagai Notaris Dr. H. Idham. Ketiga S, perannya mengetahui berkaitan dengan seluruh proses balik nama maupun penjaminan sertifikat milik korban,” tegas dia.

Suyudi menjelaskan, modus sindikat ini yaitu para pelaku menawar rumah yang hendak dijual pemilik dan juga membujuk agar korban menitipkan sertifikat asli beserta dengan identitas pemilik seperti KTP, KK, IMB, dan lainnya di Notaris Fiktif atas petunjuk kelompok tersangka.

Mereka meminta sertifikat dengan alasan untuk mengecek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kemudian seluruh data pemilik
dipalsukan dan dibuat seolah olah jual beli antara pemilik dengan salah satu tersangka sudah terjadi.

“Sehingga korban kehilangan hak atas properti miliknya, selanjutnya SHM dibalik nama atas nama tersangka dan diagunkan di koperasi dan atau Perusahaan Brighing,” tegas Suyudi.

Dari tangan pelaku polisi menyita barang bukti yang sertifikat Hak Milik No. 1197/Kebagusan Atas Nama VYS (Palsu). Tanda Terima dengan Kop Kantor Notaris Dr. H. Idham tertanggal 12 Maret 2019. Surat dari Kantor BPN Kota Administrasi Jakarta Selatan dan terakhir PPJB No.67 tanggal 08 April yang dibuat dihadapan Dr. H. Idham, S.H.

“Para tersangka dikenakan Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP JoPasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun,” tutup dia.

Most Popular

To Top