Gaya Hidup

Mau Ekspor Minyak Atsiri Sesuai Selera Pasar Eropa, Kemendag Tawarkan ini…

Ayonews, Bogor
Pemerintah bekerja sama dengan pusat promosi impor negara berkembang (Centrum tot Bevordering van de Import uit Ontwikkelingslanden/CBI) dari Belanda mengadakan program bimbingan ekspor produk berbahan alami ke negara-negara Eropa.

Penandatanganan kerja sama dengan CBI yang dilakukan Kementerian Perindustrian ini untuk memberikan bimbingan kepada pelaku usaha terpilih agar mampu memenuhi persyaratan dan selera pasar Eropa.

Penandatanganan dilakukan pada 16 Mei 2019 lalu dengan jangka waktu lima tahun, yaitu 2019-2024. Selain Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, kerja sama ini melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dewan Atsiri Indonesia (DAI), Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI), Gabungan Pengusaha Jamu, serta Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (ASTRULI).

Sementara produk berbahan alami yang masuk dalam program bimbingan meliputi minyak atsiri, ekstrak tumbuhan (bahan tradisional untuk makanan suplemen dan kosmetik), serta ekstrak rumput laut. Produk-produk ini, digunakan sebagai bahan baku terutama untuk industri makanan, kosmetik, dan kesehatan, baik untuk memperkuat teskur, warna, dan aroma.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan dalam lokakarya program pelatihan bisnis ekspor produk berbahan alami di Bogor, Jawa Barat mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan alam ini menjadikan Indonesia memiliki banyak produk alam seperti, ekstrak tumbuhan, dan ekstrak rumput laut yang dapat ditawarkan ke pasar dunia, terutama Eropa.

“Namun di sisi lain, daya saing masih menjadi tantangan bagi produsen Indonesia untuk memasuki pasar Eropa. Untuk itu diharapkan pelaku usaha sektor produk berbahan alami dapat mengikuti program dari CBI ini,” ujar Marolop dalam keterangan resminya, Jumat (02/8/2019).

Untuk mendukung program tersebut, lanjut Marolop, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) melalui Direktorat Kerja Sama Pengembangan Ekspor menjaring peserta yang akan mengikuti bimbingan.

Dalam program ini, fokus produk terbagi atas industri makanan, suplemen, serta industri kosmetik dengan jumlah peserta 60 perusahaan. Marolop juga menyampaikan, lokakarya pelatihan bisnis ekspor produk berbahan alami bertujuan untuk menggali animo pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam program bimbingan ekspor.

Selain itu, lokakarya ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha produk berbahan alami mengenai potensi pengembangan akses ke pasar Eropa.

Potensi ekspor produk berbahan alami ke negara-negara Eropa cukup besar. Permintaan pasar Eropa untuk produk berbahan alami diatur dalam EU Regulation 2015/2283.

“Jumlah pemenuhan ekspor untuk produk minyak esensial hanya sebesar 3 persen, sementara ekstraknya hanya sebesar 0,03 persen. Jumlah ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam meningkatkan ekspor ke pasar Eropa,” pungkasnya. (WRC Bogor)

Most Popular

To Top