Nasional

Seenak Udel Main Suspend & PM,  Aplikator Jadi Predator Bagi Anak Bangsa

Ayonews, Jakarta

Mitra pengemudi transportasi online Gojek Indonesia,  baik dari driver roda dua dan roda empat menggelar aksi demo di depan Kantor Gojek Pasaraya Blok M,  Senin (5/8/2019).

Ratusan kendaraan roda dua dan empat sudah memarkirkan kendaraan mereka di depan kantor Gojek Pasaraya sejak pagi hari pukul 08.00 WIB. Hingga siang ini,  kendaraan driver online terus bertambah banyak. Kemacetan pun mengular.

Awalnya aksi berlangsung damai. Para driver online silih berganti melakukan orasi di atas mobil komando. Mereka menuntut agar aplikator patuh terhadap Peraturan menteri perhubungan.

“Aplikator sudah menindas banyak driver online. Mereka telah semena-mena terhadap anak bangsa ini. Bahkan mereka berani melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, ” teriak salah satu orator.

Dalam aksinya, mereka menutut agar rekan-rekannya dibukakan suspend dan dikembalikan jadi mitra bagi mereka yang diputus mitranya.

” Aplikator Gojek dan Grab sudah menjadi predator bagi anak bangsa. Tiap hari banyak  nyawa melayang alibat penindasan yang dilakukan mereka. Satu kata kawan-kawan, ayo kita lawan para penjajah yang sudah menjadi neokolonialisme di bumi Indonesia, ” teriak orator lainnya.

Karena tidak ada satu pun perwakilan dari aplikator Gojek yang menerima para pendemo, situasi makin memanas. Dimulai dengan aksi dorong mendorong antara para driver dengan aparat kepolisian. Sebagian ada yang membakar ban bekas di tengah-tengah aksi demo.

” Woi polisi,  kalian jangan jadi antek penindas. Kami anak bangsa. Kami sudah menjadi korban predator kedua aplikator itu.  Jangan halangi kami untuk masuk ke gedung mereka. Gedung itu dibangun atas keringat dan darah kami para driver! ” seru seorang pendemo.

Di tengah aksi,  Presidium Gabungan Aksi Roda Dua, Igun Wicaksono mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan surat terbuka bagi Chief Executive Officer (CEO) Gojek Indonesia Nadiem Makarim guna memfasilitasi kebutuhan rekan-rekannya sesama driver.

“Dengan hormat, perkenankan kami Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, menyampaikan bahwa kami bersama driver online gabungan dari R2 dan R4 mitra Gojek akan melakukan aksi damai di kantor pusat Gojek di Pasaraya Blok M. Jakarta Selatan pada Senin 5 Agustus 2019,” ujarnya.

Menurut Igun,  dua tuntutan aksi tersebut, yakni open suspendserta peninjauan dan pengaktifan kembali status putus mitra.

“Kami mohon pada manajemen Gojek untuk dapat membuka suspensi bagi mitra Gojek R2 yang masih dapat ditoleransi, agar rekan-rekan kami dapat melanjutkan tugasnya mencari nafkah kembali dengan menjadi mitra Gojek yang lebih disiplin dan mengikuti aturan yang berlaku di Gojek,” katanya.

Adapun pengaktifan kembali kemitraan diminta agar sesuai aturan dalam Permenhub No. 12/2019 pada Pasal 14. Dia memohon agar manajemen Gojek dapat meninjau kembali dan mengaktifkan kembali driver Gojek R2 yang terkena sanksi ‘Putus Mitra’ selagi bukan karena pelaku atau terlibat kriminalitas.

“Dua point utama tersebut sebagai tuntutan permohonan Garda Indonesia pada pimpinan dan manajemen Gojek. Kami mohon dengan kebijaksanaan manajemen Gojek, untuk dapat menindaklanjuti permohonan kami tersebut,” ujarnya.(TIM WRC) 

Most Popular

To Top