Gaya Hidup

Nomer 1 di Dunia Penghasil Minyak Atsiri,  Indonesia Jangan Cuma Jadi Penonton 

Ayonews,  Jakarta 

Dewan Atsiri Indonesia mendefinisikan minyak atsiri sebagai minyak eteris, minyak terbang atau “essential oil”. Atsiri dipakai sebagai bahan baku untuk industri parfum, bahan pewangi (fragrances), aroma (flavor), farmasi, kosmetik dan aromaterapi.

Minyak atsiri dihasilkan dari 160-200 aneka ragam tanaman aromatik yang sebagian ada di Indonesia. Minyak atsiri didapat dari akar, kulit batang, daun, bunga dan biji.

Dalam pembuatan parfum dan wangi-wangian, minyak atsiri berfungsi sebagai zat pewangi, terutama minyak atsiri yang berasal dari bunga dan dari jenis hewan tertentu.

Beberapa jenis minyak atsiri lainnya dapat digunakan sebagai zat pengikat bau (fixative) dalam parfum, misalnya minyak nilam, minyak akar wangi dan minyak cendana.

Minyak atsiri yang berasal dari rempah-rempah misalnya minyak lada, minyak kayu manis, minyak pala, minyak cengkeh, minyak ketumbar dan minyak jahe, umumnya digunakan sebagai bahan penyedap (flavoring agent) dalam bahan pangan dan minuman.

Tak banyak orang yang mengetahui hubungan antara minyak atsiri dengan parfum. Minyak atsiri atau essential oil atau juga sering disebut aromatic oil memang tak sepopuler produk jadinya meskipun merupakan zat pengikat yang penting sebagai bahan pembuatan parfum.

Melihat potensi besar produk turunan minyak atsiri di tingkat global, rasanya sangat ironis jika Indonesia hanya bisa menjadi penonton. Karena itu, untuk dapat meningkatkan nilai tambah dari bisnis minyak atsiri, Indonesia harus terus melakukan inovasi.

Pemerintah perlu menerapkan kebijakan antara lain pendampingan terhadap petani, penerapan teknologi terkini yang dapat mendukung produksi minyak atsiri berkualitas tinggi dan visi bersama untuk mencapai mutu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Semuanya memungkinkan jika ada kemauan keras dari semua pihak terkait.

Minyak atsiri adalah salah satu komoditas ekspor tradisional Indonesia yang sudah diusahakan sejak sebelum Perang Dunia II. Indonesia merupakan negara penghasil minyak atsiri nomor satu terbesar dengan sekitar 40 jenis minyak atsiri yang sudah dikenal. Diperkirakan terdapat 12 jenis minyak atsiri Indonesia yang diekspor ke pasar internasional dari 80 minyak atsiri di dunia.

Jenis-jenis minyak atsiri yang diekspor antara lain minyak kayu manis, minyak akar wangi, minyak cendana, minyak kemukus, minyak nilam, minyak kenanga, minyak pala, minyak cengkeh, minyak kayu putih. Sekitar 20 diantaranya merupakan minyak potensial yang telah berkembang di pasar serta bernilai ekonomi tinggi.

Sementara untuk ekspor minyak daun cengkeh dan turunannya, Indonesia telah menyuplai lebih dari 70% dari kebutuhan dunia. Indonesia juga memasok lebih dari 90% kebutuhan minyak pala dunia.

Total kapasitas produksi minyak atsiri Indonesia bisa mencapai 5.000 hingga 6.000 ton per tahun dengan jumlah pelaku usaha mencapai 3.000 usaha. Oleh karena itu tidak mengherankan jika bagi sejumlah daerah di Indonesia seperti Ponorogo, Aceh dan Kulonprogo, bisnis minyak atsiri membawa dampak yang sangat positif terhadap perekonomian setempat.

Saat angka ekspor di Yogyakarta cenderung menurun pada awal Januari 2017, komoditas minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian justru meningkat sebesar 177,12%.

Tak hanya itu, mengingat Indonesia masih memiliki banyak lahan, maka ada banyak sumber-sumber minyak atsiri baru yang dapat terus digali. Maka dari itu, dapat dipahami jika potensi ekonomi minyak atsiri tidak main-main bagi Indonesia.(***)

Most Popular

To Top