Gaya Hidup

Pedas Sangat, Kaya Akan Rempah, Yuk Nikmati Mie Aceh di Sini…

Ayonews, Tangerang Selatan
Mie Goreng Aceh merupakan salah satu kuliner khas asal Aceh. Cita rasanya sangat pedas. Tak hanya kaya akan rempah. Kuliner ini disajikan dengan irisan daging sapi, daging kambing, atau makanan laut seperti udang dan cumi, dengan kuah sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Lalu ditaburi bawang goreng, emping, irisan bawang merah mentah, cabai rawit mentah, potongan mentimun dan jeruk nipis.

Tapi jangan heran, di Aceh sendiri sudah dipastikan tidak akan menemukan pedagang yang menjual Mie Aceh. Pasalnya, seluruh pedagang mie baik kaki lima ataupun restoran bintang lima yang menjajakan mie dengan cara penyajian dan bumbu yang sama. Di sana, Anda tak perlu memesan menu dengan embel-embel nama Aceh di belakangnya. Cukup memesan mie goreng atau rebus sesuai keinginan.

Warga pecinta kuliner mie Aceh sedang menikmati makanan yang khas dan kaya akan rempah-rempah di sebuah kedai Mie Aceh Cut Zilla, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

 

Secara tampilan mie tak jauh berbeda dengan kuliner mie dari daerah mana pun. Ada yang sedikit berbeda, jenis mie Aceh kuning tebal. Penyajiannya dicampur dengan bumbu-bumbu spesial khas Aceh. Mie Goreng Aceh biasanya Ada 2 Cara Penyajian, Semua Tetap Lezat!

Hidangan khas ujung barat Indonesia ini ada 2 pilihan cara penyajiannya. Ada yang digoreng kering dan ada yang basah. Mungkin terdengar aneh dengan sebutan mie goreng basah? Bukankah kalau sudah digoreng seharusnya tidak basah? Jadi, mie goreng basah ini adalah mie yang disajikan dengan sedikit kuah, tidak penuh seperti mie rebus. Kuah yang digunakan adalah kuah sejenis kari yang kental dan gurih, berbeda dari sajian mie nusantara lainnya yang cenderung menggunakan kuah yang bening dan lembut. Meski cara penyajian berbeda, tapi toh kenikmatan mie goreng Aceh tetaplah sama.

Dalam proses pembuatannya, Mie Aceh menggunakan mie yang khas dengan bentuk yang tebal dan pipih. Tidak seperti mie lainnya. Warna Mie Aceh cenderung berwarna kuning cerah, sehingga menambah keindahan pada hidangan tersebut. Bumbu yang digunakan adalah bumbu semacam kari yang merupakan bumbu khas yang memberikan cita rasa khas pula dalam sajian kuliner satu ini.

Perbedaan utama mie goreng Aceh dari hidangan mie dari daerah-daerah lain terletak pada racikan bumbu yang lebih tajam dan kaya akan rempah. Komposisi utama dari bumbu halus hidangan ini adalah cabai merah, kunyit, jintan, kapulaga, merica dan bawang putih. Takaran penggunaan racikan bumbu halus yang relatif lebih banyak di dalam setiap porsi Mie Aceh, membuat rasa bumbu-bumbu ini memiliki nuansa saat di mulut. Selain itu, berbeda dengan umumnya mie goreng atau rebus dari tanah Jawa, Mie Aceh tidak menggunakan telur dan sebagai gantinya bumbu halus ditumis bersama bahan pelengkap sesuai pesanan.

Jadi, buat Anda pecinta kuliner pedas, menu yang satu ini layak untuk segera dicoba! (H.Ridwansyah/WRC Tangerang Kota)

Most Popular

To Top