Hukum & Kriminal

Polisi Gadungan Kibulin Polisi Asli, Belasan Motor Hasil Razia Dicuri dari 3 Pospol Lantas

Ayonews, Jakarta
Jajaran unit Resmob Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengamankan 7 tersangka pelaku pencurian kendaraan roda dua dengan modus pelaku nyamar jadi anggota Lantas alias polisi gadungan.

Komplotan ini mulai melakukan aksinya sejak bulan April 2019 hingga Juli 2019. Dalam aksinya, para pelaku berhasil mendapatkan belasan motor dari pemiliknya.

Petugas Polres yang langsung menyaksikan aksi kejahatan komplotan ini, Aiptu Jonny Latu mengungkapkan,
Pada minggu (7/7/2019), petugas Unit Resmob Polres Metro Jakarta Utara, menerima laporan bahwa di Pos Lantas Mall of Indonesia (MOI) telah terjadi Pencurian Kendaraan Bermotor di Lantas Tersebut.

Kemudian, petugas melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan ditemukan fakta bahwa kejadian tersebut tidak hanya di Pos Lantas MOI, namun juga di Pos Lantas Bintang Mas dan Pos Lantas Permai juga pernah terjadi.

Ironisnya, kendaraan bermotor yang hilang merupakan Kendaraan bermotor hasil tilang anggota lantas dan juga ada motor dinas yang dicuri oleh tersangka.

Setelah itu petugas melakukan penyelidikan terhadap siapa tersangka yang melakukan tindak pidana tersebut. Dari hasil rekaman CCTV yang didapatkan di Pos Polisi Bintang Mas, didapatkan fakta bahwa tersangka yang melakukan tindak pidana ini ialah Arief Septian Budi Nugroho (22) dkk.

Dipimpin Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Febby Pahlevi Rizal, S.I.K., M.Si bersama para anggotanya, tim Resmob memburu para pelaku.

Di sebuah tempat cucian motor Jalan Sungai Bambu Raya No.3, petugas meringkus tersngka Arief Septian BN. Dari hasil interogasi, didapati fakta bahwa dalam melakukan tindak pidananya, tersangka melakukannya tidak sendirian. Dia bersama 6 pelaku lainnya.

Mereka adalah M. Sobari(27), Reynald Agusin(21), Ifan Apriyanto (18), Surya Setia Budi (36), Firman (DPO), Nata (DPO), Rohiklm (DPO).

Dari hasil keterangan tersangka yang lainnya, Peran Arief adalah sebagai yang mengatur seluruh rencana-rencana pencurin kendaraan motor tersebut.Pada saat melakukan tindak pidana tersebut, tersangka Arief berseragam lengkap Dinas Satlantas, agar terlihat seolah-olah yang mengambil motor tersebut adalah anggota polisi lalu lintas.

Sementara untuk tersangka lainnya, berperan sebagai pembantu tersangka Arief dalam melakukan tindak pidananya, seperti bertindak untuk mengangkat motor dimasukkan ke mobil, atau yang menjaga TKP agar tidak ketahuan, atau yang mendorong motor (stut) agar dapat jalan dan ada yang memegang kendali motornya (pilot), atau yang menyiapkan alat tang, obeng dan kunci inggris untuk memotong rantai dan untuk membongkar motor.

Dalam melakukan tindak pidananya, terkadang para tersangka menggunakan mobil toyota Fortuner atau Honda BRV atau Kijang Innova yang dirental di daerah Koja.

Masing-masing tempat kejadian dan waktu kejadian, tersangka Arief atau kelompok yang melakukan tindak pidana berbeda-beda, dikarenakan tergantung siapa yang akan ikut.

Setelah Motor tersebut didapat, agar mendapatkan keuntungan, tersangka Arief menjual kendaraan bermotor tersebut kepada tersangka Suyanto dan tersangka Asep Khaerudin, dan setelah mendapatkan keuntungan tersebut, hasil penjualan tersebut dibagikan kepada para tersangka lainnya.

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka ini melakukan aksinya di beberapa tempat. Pos Lantas MOI, sekitar bulan April 2019 dan 7 Juli 2019, Pos Lantas Permai 17 Mei 2019, Sekitar Juni 2019, 26 Juli 2019, Pos Lantas Bintang Mas 17 Mei 2019.

Dari hasil kejahatan itu, polisi menyita barang bukti berupa: 1(satu) stel pakaian dinas Lantas Polri beserta tanda kewenangan dll, Rekaman CCTV di Pos Lantas Bintang mas, 1 unit Kawasaki KLX 250 warna Hitam, 1 unit Kawasaki KLX 150 warna Hitam, 1 unit Yamaha Jupiter Z warna Hijau, 1 unit Suzuki Shogun 110 warna Biru, 1 unit Honda Supra X 110 warna Biru Merah, 1 unit yamaha Scorpio 225 warna Hitam, 1 unit Honda Vario 110 warna Biru Hitam, 1 unit Honda Scoopy warna Merah, 1 unit Suzuki Satria F 150 Warna Hitam, 1 unit Suzuki Satria F 150 Warna Hitam, 1 unit Suzuki Satria F 150 warna Hitam, 1 unit Yamaha Nouvo warna Merah, 1 unit Honda Fino warma Hitam Putih, 1 unit Suzuki Satria F 150 warna Hitam Putih, 1 unit Honda Verza warna Merah, 1 unit Honda Vario 125 warna Hitam Putih, 1 Unit Suzuki Thunder.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 363 Jo 64 Jo 508 KUHP dan Pasal 481 KUHP.(TIM WRC)

Most Popular

To Top