Hukum

Balai Konservasi SDA Jabar V, Apresiasi Ojol yang Serahkan Temuan Satwa Liar Kukang Jawa ke Pihak Berwenang

Ayonews,  Kota Tasikmalaya 

Sikap driver online ini patut diapresiasi. Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus),  seekor satwa langka yang dilindungi UU,  lebih ia pilih diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jawa Barat Wilayah V ketimbang ia jual.

Di pasaran gelap,  harga Kukang Jawa ini bisa menembus angka di atas 5 juta rupiah. Bahkan bisa lebih. Tergantung keunikannya.

Kukang merupakan jenis primata yang paling diminati kolektor satwa. Bentuknya yang lucu, menggemaskan dan terlihat jinak, menarik banyak peminat untuk memeliharanya.

Temuan satwa liar jenis Kukang Jawa oleh driver Ojol bernama Ujang Muhsin ini bermula ketika ia melihat binatang langka itu sedang berjalan di atas kabel listrik di Kampung Kikisik RT 05 RW 05,  Kota Tasikmalaya, Minggu (28/07/2019), sekitar pukul 21.30 WIB.

Bujangan yang akrab disapa Ujang Bibilitik itu lantas mengambil bambu panjang dan mendorong ujungnya ke tubuh Kukang supaya turun dari kabel listrik. Karena jinak,  Kukang Jawa itu pun turun dan si driver itu menangkapnya dengan serokan ikan.

“Saya cuma khawatir menyentuh kabel dan mengakibatkan konsleting listrik, ” ucapnya kepada warga yang ia panggil saat sedang ronda.

Kukang itu kemudian ia bawa bersama warga ke sebuah warung milik Asep Cemon.

Ujang dan warga pun musyawarah untuk menyerahkan satwa liar itu ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Senin siang (29/7/2019), bersama rekan-rekannya sesama Ojol,  Ujang membawa satwa imut itu ke kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jl.Sukarindik No.50, Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Di kantor itu,  Ujang dan rekannya ditemui staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat wilayah VI,  Dadang Saputra, Edi Koswara , Rumiyati.

Dadang yang menerima satwa liar itu mengapresiasi langkah para driver online mengamankan satwa yang dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Kami  akan melakukan rehabilitasi  dan pelepasan liar di habitatnya,” kata Dadang.(Taufik H /WRC Tasikmalaya )

Most Popular

To Top