Hukum & Kriminal

Tolak Bebaskan Pelaku Tawuran, Polisi Didor Polisi Sampai Tewas Diterjang 7 Pelor

Korban Bripka Rahmat Efendy semasa hidup.

Korban Bripka Rahmat Efendy semasa hidup.

Ayonews, Kota Depok
Seorang anggota polisi, Bripka Rahmat Efendy (46), anggota Samsat Polda Metro Jaya tewas dengan 7 peluru bersarang di sekujur tubuhnya di ruang SPK Polsek Cimanggis, Jl. Raya Bogor-Jakarta KM 33, Curug, Cimanggis Kota Depok, Jawa Barat (25/7/2019) sekitar pukul 20.50  WIB.
Warga Permata Tapos Blok A No.1 Rt.003/008, Sukamaju Baru, Tapos, Depok itu meregang nyawa setelah berseteru dengan rekannya sesama anggota Polri yang juga pelaku penembakan Brigadir Rangga Tianto (32).
Senjata api yang digunakan pelaku Brigadir Rangga Tianto untuk menembak korban.

Senjata api yang digunakan pelaku Brigadir Rangga Tianto untuk menembak korban.

Kejadian ini bermula ketika korban  mengamankan Pelaku tawuran bernama Fahrul Zachrie Ke Polsek Cimanggis, Kamis ( 25/7/ 2019), sekitar pukul 20.30 WIB. Korban juga mengamankan barang bukti sebuah clurit.
Tidak lama kemudian datang orangtua pelaku, Zulkarnaen (46) bersama Brigadir Rangga Tianto.
 Kepada korban,  Brigadir Rangga meminta agar Fahrul Zachrie dibebaskan dan dikembalikan kepada keluarganya untuk dilakukan pembinaan.
Namun korban  menjawab bahwa proses hukum sedang berjalan.
“Saya sebagai pelapornya!” tegas korban dengan nada keras.
Mendapat tanggapan demikian,  Brigadir Rangga emosi.Pelaku pun berlalu ke ruang sebelah dan mengambil senjata api jenis HS 9.
 Tanpa ba bi bu warga Jatijajar RT 006/003, Jatijajar, Tapos, Depok itu langsung menembakan senjatanya ke arah korban sebanyak 7 kali tembakan mengenai bagian dada, leher, paha dan perut. Seketika korban meninggal di tempat.
Dari hasil olah TKP, di temukan 7 selongsong dari isi magazin 9 butir selongsong.
Tak hanya Zulkarnaen (46), orangtua dari warga Jatijajar,   RT 004/003, Jatijajar,  Tapos Depok,  aksi koboi itu disaksikan Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro. (TIM WRC)

Most Popular

To Top