Hukum & Kriminal

140 Driver Gojek Jadi Korban PM Massal, 400 Temannya Geruduk Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

Ayonews, Tasikmalaya

Sekitar 400an driver Gojek se-Tasikmalaya menggeruduk kantor DPRD Kota Tasikmalaya pada Jumat (19/07/2019), sekitar pukul 13.00 WIB.

Aksi solidaritas para ojek online ini merupakan buntut dari 140 driver korban Putus Mitra (PM) yang dilakukan oleh PT Gojek Indonesia

Kedatangan mereka diterima anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmad, Kadishub Kota Tasikmalaya Aay Z Dahlan dan Kadisnaker Rahmat Mahmuda.

Sayangnya pihak PT Gojek Indonesia yang mereka undang tidak datang dalam audiensi tersebut.

“Entah Kenapa PT Gojek Cabang Tasikmalaya tidak hadir. Padahal kami sudah mengirimi surat untuk PT.Gojek Cabang Tasikmalaya untuk hadir di acara audensi dengan himpunan Driver Online Priangan Timur,” kata Nanang Nurjamil, Ketua Dewan Pembina Himpunan Driver Online Priangan Timur.

Bahkan, lanjut Nanang, saat audiensi itu, pihaknya, sudah berusaha menghubungi PT Gojek Indonesia via telepon.

“Kami kecewa. Tidak ada respon sama sekali. Kami akan kembali memanggil pihak manajement PT.Gojek Cabang Tasikmalaya untuk berudensi di hari berikutnya,” jelas Nanang.

Meski tidak ada perwakilan dari PT GI, Nanang membacakan beberapa poin tuntutan dari para driver Ojol Priangan Timur.

Poin pertama, Nanang mempertanyakan tidak adanya kontrak kerja antara PT Gojek Indonesia dengan para driver.

Menurut Nanang, para driver sudah diperlakukan sebagai pekerja, bukan lagi mitra.

“Wajar kami menanyakan kontrak kerja antara PT GI dengan driver. Dengan demikian, harus ada hak dan kewajiban antara driver dan manajemen PT GI sebagaimana diatur dalam UU ketenagakerjaan. Sebagai tenaga kerja, harus digaji berdasarkan UMK,” paparnya.

Nanang juga mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak PT GI karena telah melakukan tindakan Putus Mitra kepada 140 driver Ojol di Tasikmalaya

“PT GI kami nilai telah bertindak sewenang-wenang pada mitranya. Ini jelas saja melanggar Permenhub No 12 Tahun 2019. Proses PM itu kan ada aturannya. Tapi tindakan ini banyak menimpa driver tanpa ada kejelasan mengapa mereka diPM,” tutur Nanang.

Kepada para wakil rakyat, Nanang curhat soal ketidakpastian asuransi dari PT GI.

“Driver Ojol ini sangat rentan dengan kecelakaan. Apalagi intensitasnya sangat tinggi. Namun tidak ada asuransi untuk melindungi para driver yang menjadi korban kecelakaan,” tambahnya. (Zebua, Ujang, Opik/WRC Tasikmalaya)

Most Popular

To Top