Nasional

Nggak Ada Lagi Cebong Kampret, Ayo Jalin Silaturahmi Demi Persatuan dan Kesatuan

Ayonews, Jakarta

Sejak bergulirnya Pilpres 2014 hingga kembali digelar Pilpres 2019, masyarakat Indonesia terbelah dalam idealisme pilihan politik.

Paska keputusan Mahkamah Konstitusi bulan Juni 2019 lalu, tensi politik memang menurun. Namun kekhawatiran masyarakat terbelah dalam perbedaan masih terasa.

Kondisi ini mengkhawatirkan sebagian masyarakat yang ingin rakyat Indonesia bersatu kembali. Tidak ada lagi istilah cebong kampret. Semua bersatu membangun bangsa

Aliansi Patriot Nusantara Jaga Indonesia, Panji Jokowi akan mengupayakan merangkul saudara-saudara aliansi pendukung Prabowo untuk kembali bersalaman, bergandeng bersama menjalin kembali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ketua Panji Jokowi Bimo mengatakan, akan butuh waktu untuk bisa bergandeng tangan kembali seperti semula terjalinnya persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita perlu adakan Silahturahmi Nasional Persatuan dan Kesatuan Indonesia,” ujar Panji kepada Ayonews, di Menteng, Jakarta (7/7/2019).

Senada dengan Panji, Ali Masdar Hasibuan dari Forum Warga Jakarta, menegaskan, semangat untuk bisa mencairkan ketegangan psikologi masyarakat yang terbelah karena pilihan politik harus segera dirintis.

“Apa manfaatnya bermusuhan dengan saudara sendiri karena perbedaan pilihan politik. Udah nggak ada itu kampret, cebong. Jangan lagi kita saling ejek karena perbedaan itu,” paparnya.

Masdar juga menekankan bahwa kekuatan rakyat NKRI ada di persatuan berbangsa.

Jika terus menerus rakyat terbelah, lanjut Masdar, maka sangat mudah ideologi asing meruntuhkan Pancasila.

“Bangsa dipecah belah. Bangsa ini jadi lemah dan kembali dijajah. Apalagi Indonesia ini negara yang kaya raya akan sumberdaya alam. Kalau kita terpecah, maka mereka akan menyedot kekayaan bangsa ini dengan mudah,” terangnya

Sebagai upaya mempersatukan kembali adanya perbedaan, Masdar meminta kepada seluruh elemen bangsa, tokoh nasional, ulama, tokoh masyarakat kembali mempererat persatuan.

“Kita harus melakukan silahturahmi nasional demia persatuan dan kesatuan. Kami mengajak pada para pendukung kedua belah pihak, mari kita bersatu kembali, hilangkan dendam dan mari kita “move on”, sambung Ari Nurprianto Ketua Umum Komando Relawan Satu Aspal ‘KORSA’.

Ari yang juga ketua umum berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan meninginkan pemuda dan pemudi Indonesia bisa bersatu kembali memperkuat jiwa Soempah Pemoeda 1928.

Tak ketinggalan Igun Wicaksono Ketua Garda Indonesia juga menyampaikan bahwa pentingnya merintis kembali persatuan bangsa.

“Kita sebagai rakyat jangan sampai perpecahan idealisme politik menjatuhkan mental anak-anak kita, menular hingga ke sendi-sendi terdalam di keluarga dan juga bagi anggota-anggota kita di seluruh Indonesia agar dapat terus menyatu.
Silahturahmi Nasional Persatuan dan Kesatuan Indonesia harus dapat terlaksana,” paparnya.

Ketua Umum Habaib Relasi Jokowi Habib Salim Sallahuddin bin Jindan mengingatkan, musuh bersama bangsa ini bukan yang beda pilihan politik.

“Tapi ideologi radikal yang mengancam Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, jangan sampai NKRI terpecah belah seperti negara-bangsa di wilayah-wilayah Timur Tengah yang diporak porandakan oleh radikalisme. Mereka dipecah belah bangsa asing yang ingin menguasai Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia suatu negara,” urainya.(WRC Jakarta)

Most Popular

To Top