Hukum & Kriminal

Terancam Jadi Korban Prostitusi, Gadis ini Lolos dari Jeratan Mafia Perdagangan Manusia

Ayonews, Jakarta

Sebut saja Sarah. Gadis 19 tahun ini berwajah manis. Tutur katanya pun lembut. Meski tanpa dandan menor ala ABG kota, Sarah yang berjilbab cukup menyita para lawan jenisnya.

Baru 10 hari ini dia bekerja di sebuah kios pakaian di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Di mata para lelaki,, Sarah dinilai ayu. Kepribadiannya pun supel. Ramah pada siapa pun.

Tak heran, baru hitungan hari bekerja, toko itu pun laris manis. Banyak pengunjung datang. Umumnya kaum pria. Meski tak sedikit juga pembeli dari kaum wanita. Meski sebagian cuma nanya-nanya. Atau sekadar mau kenalan dengan Sarah.

Rupanya, Sarah yang berparas manis ini membuat beberapa pria jatuh hati. Ada di antara mereka yang mencoba merayu gadis asal Ciamis itu. Bahkan salah satu pria nekat habis mencoba mencuri hatinya. Padahal pria itu sudah beristri.

Hampir tiap hari pria-pria yang tertarik pada Sarah datang silih berganti. Tentu saja kondisi ini membuat gerah sang pemilik toko. Bisnisnya terganggu. Karena tokonya malah jadi tempat tongkrongan para lelaki iseng. Apalagi di antara lelaki itu ada yang dicurigai sebagai mucikari.

Pemilik itu mencari cara agar usahanya tak terganggu. Keduanya meminta Sarah bersembunyi. Berbekal ongkos, kedua pasangan suami istri pemilik kios meminta Sarah pergi untuk sementara.

Sarah pun pamit kepada pemilik toko pulang kampung. Namun ternyata, Sarah pergi ke tempat lain. Dia punya kenalan di medsos Hago dan meminta tolong untuk bersembunyi.

Kenalan yang ternyata pasangan suami-istri itu berkenan menerima persembunyian Sarah dari kejaran para lelaki hidung belang yang merayunya bakal diberi pekerjaan dengan penghasilan besar.

Sayangnya, Sarah tidak menginformasikan persembunyiannya kepada keluarganya di Ciamis Jawa Barat.

Waktu berlalu. Keluarga Sarah mencoba menanyakan keberadaannya kepada pemilik toko baju. Pemilik toko baju pun kebingungan karena Sarah pamit pulang kampung.

Akhirnya keluarga menghubungi, Rahmat (39), salah satu paman Sarah yang tinggal di Buaran, Jakarta Timur. Karena tak tahu keberadaan Sarah, ia meminta tolong pencarian ponakannya ke komunitas ojek online.

Info kehilangan Sarah pun beredar berantai di grup-grup ojol. Namun hanya grup Tekab Tangerang Selatan yang merespon berita kehilangan Sarah.

Kamis (27/6/2019) Rohmat mengungkapkan kepada Tim Tekab Tangsel berita kehilangan ponakannya dibawa kabur oleh pasangan Suami Istri dari tempat kerjanya di Pasar Rebo Kamis (27/6/2019) .

Selama beberapa hari pencarian tim akhirnya menemukan Sarah di Pulogebang. Kepada Tim, Sarah mengatakan alasan bersembunyi dan meminta bantuan kenalannya di Hago agar diselamatkan dari para lelaki hidung belang yang  sering datang ke toko baju tempat dia bekerja.

“Alasannya mau borong baju-baju asal mau di ajak jalan-jalan ke mall-mall. Terus dijanjiin bekerja tempat lain dengan gaji gede. Saya takut banget. Apalagi saya denger berita-berita penjualan gadis-gadis ke hidung belang,” ujar Sarah lugu.

Tim Tekab Tangsel pun langsung membawa Sarah pulang Kembali ke pihak keluarga nya ke Ciamis. Senin (1 Juli 2019) Sarah akhirnya bisa berkumpul bersama keluarganya di Ciamis.(Aldi Alamsyah/WRC Tangsel)

Most Popular

To Top