Hukum & Kriminal

Dibilang Jelek Kalah Sama Mantan-mantannya, Pria ini Cekik Tunangan, Mayatnya Dibuang ke Sawah

Jaka Ria, terangka pembunuhan FSL, wanita yang mayatnya ditemukan terikat rapiah di Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang pada Jumat (21/6/2019), saat gelar perkara di Mapolres Tangsel, Senin (24/6/2019). (Aldi Alamsyah/WRC Tangsel)

Ayonews, Kota Tangerang Selatan

Petugas Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil menangkap tersangka pembunuh FSL (17), wanita yang mayatnya ditemukan terikat tali rapiah di Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang pada Jumat (21/6/2019).

Dari hasil penyelidikan petugas, tersangka pembunuh korban FSL tak lain adalah tunangannya sendiri, bernama Jaka Ria (19).

Motif warga Kampung Sodong Tigaraksa, Kabupaten Tangerang itu terungkap, membunuh kekasih yang sudah dipinangnya setahun lalu itu karena cemburu.

“Pelaku dibanding-bandingkan dengan mantan korbannya,” ujar Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, Senin ( 24/6/2019) di Mapolres Tangsel.

Ferdy memaparkan, pembunuhan itu bermula ketika Jaka mengajak kencan FSL. Namun saat bermesraan di dalam mobil FSL membanding-bandingkan Jaka, katanya punya pacar lebih jelek dari mantan-mantannya.

Jaka pun cemburu. Dia gelap mata. Tak kuasa menahan emosinya, ia aniaya FSL.

Korban FSL selama hidupnya. Foto spesial

Korban FSL selama hidupnya. Foto spesial

“Percekcokan itu terjadi karena saling rasa cemburu dari tersangka akibat pihak korban ini sering membanding-bandingkan antara tersangka ini dengan mantan pacarnya korban,” papar Ferdy yang didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho di Mapolres Tangsel, Senin (24/6/2019).

Jaka dan tunangaannya sempat berkelahi di dalam mobil. Masing-masing terdapat bekas luka dari perkelahian itu.

“Menurut keterangan tersangka dan sesuai dengan hasil visum, bahwa korban meninggal akibat cekikan di leher hingga patah tulang di leher,” paparnya.

Tak cukup mencekik, Jaka menyempatkan belok ke pasar untuk membeli tali rapiah.

Ia mengikat bagian kaki, tangan dan leher FSL jaga-jaga jika tunangannya itu sadar kembali.

Setelah mengikat FSL di dalam mobil, Jaka mencari tempat yang sepi dan membuang tunangannya begitu saja.

Kapolres menegaskan, atas perbuatannya itu, Jaka Ria dijerat pasal 84 ayat (4) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau pasal 340 KUHPidana dan tau pasal 338 KUHPidana dan ataunoasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.(Aldi Alamsyah/WRC Tangsel)

Most Popular

To Top