Politik

Yang Teriak Curang, Yang Provokasi People Power, Tangkepin Aja Pak Pol…

Ayonews, Jakarta

Massa yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesi (LAKSI) akan melaksanakan unjuk rasa di depan Mabes Polri untuk mendukung pemerintah dalam menindak tegas para elit politik yang memprovokasi pasca pemilu, dan menjelang penetapan hasil penghitungan suara KPU.

“Kami menginginkan suasana dalam negrei damai dan kondusif. Tidak ada yang mengerahkan kekuatan massa untuk mendeligitimasi KPU dan penyelenggara pemilu. Kami mengajak seluruh masyarakat bersabar agar tidak ada yang mengintervensi kerja KPU sampai selesai tugasnya untuk menentukan hasil Pilpres/Wapres dan Legeslatif hasil Pemilu 2019,” papar kordinator Laksi,Azmi Hidzaqi, di Jakarta (10/5/2019).

Laksi menyatakan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 yang digelar KPU sudah sangat transparan, jujur, adil, aman, damai. Sudah sangat demokratis serta lancar tidak ada masalah berarti dalam pelaksanaan.

” Bahkan Pemilu 2019 diakui dunia sebagai Pemilu paling rumit namun dapat berjalan dengan baik dan transparan. Kalau toh ada masalah, berilah kesempatan KPU untuk memperbaikinya. Jangan asal tuding curang…curang saja,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Azmi, Pemilu yang berlangsung pada 17 April itu telah memasuki tahap penghitungan suara.

Laksi meminta masyarakat bersabar untuk menunggu hasil final yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei 2019 nanti.

“Marilah kita menjalin persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI. Stop provokasi dan stop ujaran kebencian kepada KPU dan unsur pemerintah karena akan memancing situasi menjadi panas saja,” tambahnya.

Laksi menilai, saat ini sumber utama kegaduhan adalah pemberitaan hoax, ujaran kebencian dan komentar elit politik yang tidak menciptakan suasana damai.

“Sudah seharusnya para elit Politik dapat menerima hasil pemilu secara legowo kalau pun kalah nantinya. Atas dasar itulah kami meminta kepada aparat keamanan agar
tangkap elit Politik yang menjadi provokator dalam memanas manasi situasi. Stop Provokasi dari relawan atau pendukun Paslon yg terus menerus menebarkan kebencian kepada Paslon lainnya. Stop ajakan untuk melakukan peopel power Karna akan menghancurkan bangsa ini,” jelasnya.(Ardhie/WRC Tangsel)

Most Popular

To Top