Nasional

Perangi Hoaks dan Redam Pertentangan, Ponpes Asshiddiqiyah Gelar Karnaval dan Deklarasi Pemilu Damai

Ayonews, Jakarta
Bertepatan dengan hari lahir atau Milad ke 34, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta menggelar karnaval dan Deklarasi Pemilu Damai 2019  di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jl Panjang, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat,
Sabtu (13/4/2019)


Karnaval dan Deklarasi Pemilu Damai yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti 3000 santri dari 12 cabang Pesantren Asshiddiqiyah dari berbagai daerah.

Selain pengasuh dan pendiri Pesantren, Dr.KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ, acara ini juga dihadiri dari aparat kepolisian, dan pejabat setempat. Dalam kesempatan itu, KH Noer Muhammad Iskandar SQ yang memimpin doa pembukaan deklarasi dan kampanye damai.

KH. Ahmad Mahrus Iskandar, B.Sc, pengasuh ponpes Asshiddiqiyah Pusat, mengatakan, deklarasi ini sebagai pernyataan untuk mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Kedua, lanjutnya, untuk melaksanakan pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, politisasi SARA dan politik uang.

Ketiga, melaksanakan pemilu berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, pengasuh ponpes yang akrab disapa Gus Mahrus ini menyatakan acara ini selain sebagai syukuran Milad Pesantren Asshiddiqiyah, pihaknya juga memanfaatkan momen Pilpres untuk menyampaikan pesan damai.

“Kami dari pihak santri ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami juga turut mensukseskan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg ini. Tapi juga tak lupa kami menyampaikan syiar Islam dalam pesta demokrasi ini,” ujarnya.

Gus Mahrus menegaskan bahwa ajang ini murni dari swadaya pesantren. Tidak ada sumbangan dari pihak mana pun. Tidak ada sponsor dana dari partai atau dari Capres mana pun. Karena memang ini sejatinya adalah Milad pesantren.

“Kami mengajak masyarakat dan para santri yang berbeda pandangan politik untuk menjaga agar pesta demokrasi ini berlangsung damai. Kita lawan hoaks, dan menghindari perpecahan,” ujarnya.

Soal ide adanya karnaval dan ajakan Pemilu sama ini, menurut Gus Mahrus, terinspirasi dari suksesnya Pesantren Asshiddiqiyah dalam ajang karnaval menjelang Asian Games 2018 lalu.

“Saat itu juga kami mengadakan karnaval menyambut Asian Games. Ternyata hasilnya positif. Karena itu kami tampilkan juga di pesta demokrasi ini,” paparnya

Yang menarik, dalam karnaval ini tak hanya menampilkan ikon-ikon Capres Jokowi, Capres Prabowo, Cawapres KH Maruf Amin, Sandiaga Uno, tapi juga menampilkan ikon tokoh-tokoh politisi pendukung kedua kelompok. Seperti Habib Rizieq, KH Said Aqil, Habib Bahar, Gus Muwaffiq dll.

“Kami juga menampilkan ikon-ikon hasil-hasil pembangunan dari mulai Bung Karno, Presiden Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY dan Presiden Jokowi. Berikut juga parade budaya dan hasil pembangunan sejak Presiden RI pertama hingga Presiden Jokowi,” tambahnya.

Dengan karnaval dan aksi damai ini, Pesantren Asshiddiqiyah menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa siapa pun nanti presiden yang terpilih merupakan hasil pilihan terbaik bangsa Indonesia.

“Karena bersamaan dengan kampanye terakhir Capres, semoga menjadi takdir bahwa deklarasi damai ini merupakan awal yang baik dan menjadi penutup yang baik. Kami tidak perlu dukung mendukung kampanye Capres atau Cawapres. Kami tidak dukung siapa-siapa dan partai mana pun. Tapi kami dukung Republik Indonesia,” paparnya.(WRC Jakarta)

Most Popular

To Top