Hukum & Kriminal

Dinilai Langgar Aturan, Driver Grab ini Pasrah Motornya Dirampas Opang Stasiun Pondok Ranji

Korban Arifin, driver Grab yang mengalami intimidasi dan perampasan motor oleh Opang preman Stasiun Pondok Ranji (kanan). Foto: Guteng OKK Tekab Tangkot

Ayonews, Tangsel
Arifin terduduk lesu. Ia terlihat pasrah. Ketakutan sekaligus kesal. Di pinggiran jalan, hanya 20 meter dari stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan, peristiwa intimidasi baru saja menimpa driver ojol Grab ini.

Motor Yamaha jenis X-Ride yang biasa menjadi tunggangannya mencari nafkah baru saja dirampas sekelompok preman stasiun yang juga berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan (opang) pada Minggu siang sekitar pukul 12.27 WIB (07/4/ 2019).

Mirisnya, ratusan driver ojek online yang biasa mangkal di sekitar stasiun, tak ada satu pun yang membantu musibah yang baru menimpanya. Bahkan, satu persatu mereka menghilang, begitu kabar berita yang menimpa Arifin menyebar secara berantai ke group-group atau wadah komunitas Ojol dan Bikers seluruh Jakarta.

“Saya baru aja aja drop off penumpang di stasiun. Tiba-tiba ada ibu-ibu minta tolong dianter di luar pesanan aplikasi. Bilangnya sih jaraknya dekat,” kata pemuda Betawi asli Kebayoran ini.

Merasa iba dengan ibu-ibu itu, spontan Arifin mempersilakan naik. Pas baru saja duduk di jok, tiba-tiba nongol dua orang yang mengaku tukang ojek pangkalan Stasiun Pondok Ranji. Kunci motor Arifin pun diambil paksa

“Turun lu. Ikut ke dalam!” pinta salah satu dari dua preman itu.

Lalu Arifin dan penumpangnya dibawa dalam gang. Si ibu penumpang meminta maaf kalau ada peraturan yang melarang penumpang naik ojek online dari depan stasiun.

Sambil menunjukkan selembar kertas lusuh yang diklaim sebagai perjanjian, kedua preman itu meminta uang denda kepada Arifin. Sementara ibu itu diusir.

“Lu tau nggak ini ada perjanjian Ojol dan Opang. Kalau Ojol melanggar kena denda 250 ribu. Pelanggaran lu mengambil penumpang di depan stasiun,” ujar seorang preman.

Karena tak pegang uang sepeser pun, warga Pondok Kacang, Tangsel berKTP RT 4/RW: 2 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini menyerahkan handphone miliknya ke preman itu.

“Bang, ini buat jaminan. Saya pulang ambil uang dulu ke rumah,” kata Arifin.

“Di sini bukan pegadean. Lu gadai sendiri sana di counter handphone. Uangnya serahin ke kita, motor silakan ambil,” ujar si preman sambil menampol wajah Arifin.

Tak ada yang bisa dilakukannya. Arifin diam pasrah. Sambil mengusap nyeri di wajah bekas gamparan, dia hanya menulis pesan di group Bikers minta pinjaman uang buat menebus motornya yang disita preman itu.

Sekejap, pesan berantai di grup-grup WA komunitas Ojol se-Jabodetabek mulai ramai. Berkelompok-kelompok Ojol komunitas pun mulai bergerak. Seruan solidaritas pembelaan untuk Arifin makin panas di media sosial.

Satu persatu Ojol komunitas mulai berdatangan ke lokasi kejadian dari berbagai kawasan Tangsel dan Tangerang kota. Arifin sendiri sempat menghilang dari lokasi.

“Saya dijemput sodara mau cari pinjaman uang buat nebus motor,” kata Arifin.

Menyadari keadaan mulai memanas, kedua preman itu menghilang. Kunci motor pun diserahkan kepada seseorang dan kemudian diambil Arifin.

Puluhan Ojol komunitas sudah berdatangan. Lucunya, Ojol-ojol yang biasa mangkal dekat stasiun itu pada menghilang.(Irfan Sun/Aldi/WRC Tangsel)

Most Popular

To Top