Politik

Debat Infrastruktur, Sebut TKN Tak Cerdas, Rizal Ramli Dituding Tukang Ngibuli Rakyat

Ayonews, Jakarta

Perdebatan sengit antarelit pendukung Capres 01 dan 02 terjadi di kampus UGM, Yogyakarta, Kamis (4/4/2019) antara politisi Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir dan Ekonom Rizal Ramli.

Dalam perdebatan panas itu, Rizal Ramli menyebut Ketua Fraksi Hanura DPR-RI itu dianggap tidak cerdas saat membandingkan pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi dan pembangunan infrastruktur pemerintah China.

Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini mengatakan bahwa China membangun infrastruktur bukan karena sesuai kebutuhan suatu wilayah atau daerah, melainkan infrastruktur tersebut dibangun untuk konektifitas dan distribusi antarwilayah agar perekonomian berkembang dan tumbuh.

“Rizal Ramli mengatakan bahwa argumen saya itu ngawur karena dia mengaitkan pembangunan infrastruktur di China dengan pertumbuhan ekonomi China selama 25 tahun, yakni 12%,” papar Inas saat dihubungi Ayonews.

Inas pun berbalik menuding Rizal tukang ngibul.

“Jangan-jangan kecerdasan Rizal Ramli hanya dijadikan alat untuk mengelabui rakyat semata. Soal infrastruktur ini Rizal Ramli tidak menyebutkan dari tahun berapa sampai dengan tahun berapa pertumbuhan sebesar 12% tersebut,” papar Inas.

Menurut Inas, mantan Menko Bidang Kemaritiman yang dipecat Presiden Jokowi itu sengaja menutup-nutupi apakah pertumbuhan ekonomi Cina yang 12% tersebut terjadi sebelum pembangunan infrastruktur yang masif di Cina atau sesudahnya.

Padahal, lanjut Inas, selama periode 1980-1990, infrastruktur di China itu sangat menyedihkan dan penyebab utama bottleneck (leher botol).

“Saat itu pertumbuhan perekonomian China hanya 3,9% pada tahun 1990. Kemudian mulai menggenjot pembangungan infrastruktur dari tahun 1992 s/d 2013. Seperti pembangunan jalan raya, kereta api, bandara, dan pelabuhan dan lain-lain yang justru kemudian menjadikan pertumbuhan ekonomi China menjadi melesat,” jelas Inas.

Jika Jokowi memulai dan melakukan hal yang sama dengan China, lanjut Inas, yang terjadi justru lebih baik.

“Jadi jelas bukan bahwa Rizal Ramlilah yang menggunakan kecerdasan-nya untuk mengelabui masyarakat secara ngawur,” tutup Inas.(Agung Supriyadi/WRC Jakarta)

Most Popular

To Top