Ibukota

Sebut Tarif MRT Lebih Murah dari Ojol, Anies Baswedan Disemprot Garda: Belum Tau Rasanya Diijoin Ya!

Ayonews, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membandingkan tarif MRT dengan ojek online. Menurut Anies, tarif MET jauh yang lebih murah, apalagi setelah adanya kenaikan tarif pada 1 Mei yang diatur Permenhub RI No PM 12 Tahun 2019.

Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia menanggapi bahwa perbandingan ini tidaklah tepat.

“Beda moda transportasinya, MRT adalah transportasi massal, sedangkan ojol adalah transportasi sewa khusus point to point transportationyang sifatnya bukan untuk massal. Belum tau rasanya kantor Gubernur Diijoin Ojol ya…., ,” kata Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia dan
Ketua Umum Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia, Igun Wicaksono di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Menurut Igun, tidak pas jika dibandingkan secara apple to apple antara MRT dan Ojol.

“Dari sisi tarif pun pasti akan lebih murah tarif transportasi massal dibandingkan ojol, ” tegas Igun.

Igun meminta Gubernur DKI Jakarta konsentrasi saja pada pembenahan moda transportasi yang ada di DKI Jakarta dengan membuat konsep terintegrasi antarmoda transportasi.

“Contohnya, ojol disediakan shelter-shelter khusus di sekitar stasiun-stasiun, terminal-terminal termasuk di sekitar stasiun MRT, sehingga penumpang akan merasakan integrasi moda transportasi yang sesuai kebutuhannya,” tambahnya.

Moda transportasi keduanya, sambung Igun, hanya bisa dibandingkan dari sisi praktis dan efisien. “Silahkan pilih ojol untuk antar ke titik-titik tujuan yang di inginkan. Namun jika ingin yang nyaman, ada pendingin udara, silahkan pilih moda transportasi terintegrasi lainnya seperti Transjakarta ataupun taksi,” paparnya

Garda menantang gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mewujudkan shelter-shelter khusus bagi ojol yang terdekat dengan pusat keramaian, stasiun dan terminal.

“Garda juga siap jika Gubernur DKI Jakarta membuka ruang diskusi bagi integrasi moda transportasi termasuk bagi ojol,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengutarakan, tarif kereta moda raya terpadu (MRT) tak bisa disebut mahal atau murah bila tak dibandingkan dengan biaya jasa transportasi lain. Anies membandingkan besaran karcis MRT dengan tarif ojek online.

“Bagi masyarakat kalau melihat sebuah harga jangan harga (maksimal MRT Rp 14 ribu) lawan Rp 0. Tapi harga dibandingkan dengan moda transportasi yang lain,” ujar Anies di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis, 28 Maret 2019.

Anies menyebut, warga lebih murah naik MRT ketimbang ojek online. Tarif ojek online dari Lebak Bulus-Bundaran HI dengan estimasi jarak tempuh 16 kilometer sebesar Rp 32 ribu. Dasar perhitungannya adalah penetapan tarif ojek online oleh pemerintah pusat sebesar Rp 2 ribu per kilometer. Sementara penumpang hanya perlu membayar Rp 14 ribu untuk naik kereta MRT dengan rute yang sama.(WRC Jakarta)

Most Popular

To Top