Hukum & Kriminal

Kecele Uang Palsu, Ini Tips Supaya Tak Terjebak Kejahatan Komplotan Pengedar Upal

Balaraja, Ayonews
Moch Irsyad Subang (40) terhenyak. Dia hanya bisa tertegun heran saat seorang kasir bank BTN berparas cantik mengembalikan selembar uang Rp 50.000. Padahal uang itu terlihat masih baru.

“Uangnya palsu bang. Ini saya kembalikan. Jadi total pembayaran cicilan rumah masih kurang 50 ribu. Tukar sama yang lain aja,” kata kasir bernama Dinda itu, Senin (11/3/2019), sekitar pukul 10.00 WIB.

Irsyad masih tak percaya. Uang hasil keuntungan jualan gorengan istrinya bernama Nurhasara (35) di Swalayan Ria Busana, Balaraja, Kabupaten Tangerang itu, dibilang palsu.

Mirisnya, uang itu hasil keuntungan jualan gorengan selama sebulan ditambah hasil dari keringat pekerjaannya sebagai driver ojek online. Dan uang itu memang untuk membayar cicilan rumah di BTN.

“Masa’ begini dibilang palsu mba… Ini kan keliatan baru.” protes Irsyad.

Si kasir tetap bersikukuh bahwa uang itu palsu. Sambil membawa alat deteksi ultraviolet untuk menentukan keaslian sebuah uang, Si Mba kasir menunjukkan ciri-ciri uang palsu pada Irsyad.

Kepada warga Perum Villa Balaraja, Saga, Kabupaten Tangerang, Banten ini, dia memaparkan ciri-ciri uang palsu.

“Cara yang paling gampang untuk mengenali ciri-ciri uang asli dan palsu adalah dengan rumus 3D. Rumus ini memang sudah lama dan banyak orang yang sudah tau. Yaitu dilihat, diraba, dan diterawang,” jelasnya.

Ciri-ciri uang asli, lanjutnya, warna cerah, tidak luntur, dan tidak patah-patah. Bagian kiri bawah ada optical variabel x. Dicetak dengan tinta pigment khusus yang mana bisa berubah warna kalau dipandang dari sudut pandang berbeda.

“Benang pengaman juga bisa berubah-ubah warna menyesuaikan sudut pandang mata,” sambungnya.

Sementara,  lanjut Si Kasir, ciri-ciri uang palsu: warna pucat, luntur, patah-patah, dan tidak secerah yang asli.
Tinta pembuatnya tidak menghasilkan perubahan kalau dilihat dari sudut pandang yang lain.

“Begitu juga benang pengamannya, warna tetap meski dilihat dari berbagai sudut,” sambungnya.

Ditanya bagaiman ciri-ciri uang asli kalau diraba, Dinda kasir menjelaskan, kertas terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek.

“Lambang negara ada tekstur kasar. Tekstur kasar (permukaan timbul) pada uang asli terbentuk dari kertasnya,” ungkapnya.

Dinda menambahkan, ciri uang palsu terbuat dari kertas tipis dan mudah lecek seperti koran. Lambang negara tidak ada tekstur.Tekstur kasar terbuat dari tinta sablon, bukan berdasarkan kertasnya.

“Nah seperti yang bapak bawa ini. Ini ciri palsunya jelas banget. Sini supaya jangan disalahgunakan saya stempel aja ya. Kalau Anda pakai lagi buat belanja, nanti khawatir malah Anda dilaporkan ke pihak berwajib jadi pengedar uang palsu,” tandasnya sambil menstempel uang palsu itu dengan tulisan “Tidak Berlaku Lagi”.(WRC Tangerang Kabupaten)

Most Popular

To Top