Politik

Kerap Dipandang Rendah & Tidak Adil, Wanita Harus Berani Terjun ke Politik

Ciputat, Ayonews

Parasnya ayu, wajahnya pun manis dipandang. Ya, dialah Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Caleg DPR RI Dapil III Banten dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Di tengah riuh rendahnya pesta demokrasi Pileg, Pilpres 2019, fotonya dalam bentuk poster dan spanduk bertebaran menghias jalanan dan sudut perkampungan di Provinsi Banten.

“Tapi saya bukan Caleg manis dan pelengkap lho,” canda Ratu Ayu di sela acara International Women Day,
di Kedai 95, Jl Sumatera, Jombang, Rawalele, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (9/3/2019).

Caleg DPP dari PSI ini membahas panjang lebar tentang hari Wanita sedunia yang jatuh pada tanggal 8 maret 2019.

“Dalam berbagai hal, kaum wanita ini sering dipandang rendah dan tidak adil. Karena itu saya harus terjun ke dunia politik untuk mengubah keadaan,” kata perempuan berdarah Bali ini.

Ratu Ayu memilih PSI menjadi gerbong politiknya karena partai ini menginginkan perempuan berpartisipasi dalam politik yang belum memenuhi kuota 30 persen di DPR/MPR.

“Sampai saat ini legislatif kita belum memiliki keinginan untuk memperbaiki kualitas politik yang lebih cerdas dan santun serta anti korupsi dan anti intoleransi,” ucapnya.

Menurut Ratu Ayu, substansi perempuan di jaman minenial ini adalah sebagai penjaga keseimbangan.

“Keseimbangan sebagai perempuan yang memenuhi kodratnya dan perempuan bekerja untuk berjuang melihat ketidakadilan yang semakin merendahkan perempuan,” tambahnya.

Saat sesi tanya jawab, seorang ibu bernama Sulastri melontarkan sebuah pertanyaan bagaimana caranya merangsang perempuan agar mau terjun ke politik dengan kondisi yang tidak sehat.

Caleg partai no 11 dengan urut no.1 Banten 3 ini mengatakan bahwa ia nekat terjun ke politik terinspirasi dari Tsamara Amani, Caleg DPR RI dari PSI DKI Jakarta.

“Umur muda. Masih 22 tahun sudah berani maju walau banyak para senior politisi yang menganggap masih terlalu ‘kemarin sore’,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ratu Ayu juga menjelaskan bahwa semua Caleg dari PSI diuji kualitas fit and proper test-nya oleh juri independent seperti Prof.DR.Mahfud M.D, Mari Pangestu dan Kak Seto.

Yang pasti, sambung Ratu Ayu, Partai Solidaritas Indonesia mempunyai misi untuk memajukan perempuan dan mengubah wajah politik yang bersih dari korupsi dan intoleransi yang selama ini terlihat menggunakan serangan rasis dan agama.

“Partai ini diisi oleh 70 persen caleg perempuan dan 30 persen caleg laki laki sehingga merepresentasikan kaum perempuan.

Hari perempuan sedunia di hadiri oleh ratusan warga sekitar Kecamatan Pondok Aren 150 dan para Relawan Isyana.(Adhi Subhan/WRC Tangsel)

Most Popular

To Top