Politik

Prabowo Rendahkan Profesi Ojek Online, Presidium Garda Indonesia Sebut Capres 02 Norak Kampungan

Igun Wicaksono, Ketua Presidium Garda (Gabungan Roda Dua) Indonesia.

Ayonews, Jakarta

Dalam sebuah pidatonya, Capres 02 Prabowo Subianto menunjukkan sebuah gambar meme. Melalui power point, ia memperlihatkan meme gambar 4 penutup kepala, yakni SD-SMP-SMP kemudian helm berwarna hijau.

“Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan,” sebut Prabowo.

Rupanya, pernyataan ini membuat blunder. Capres 02 uang didukung Partai Gerindra, PAN, PKS, Demokrat dan Partai Orde Baru Partai Berkarya ini dinilai telah merendahkan mereka yang berprofesi tukang ojek. Reaksi keras pun datang dari Ketua Presidium Garda (Gabungan Roda Dua) Indonesia Igun Wicaksono.

Igun menilai Prabowo telah merendahkan profesi ojek online yang justru saat ini merupakan lapangan pekerjaan yang lebih mudah didapat ketimbang profesi lain.

“Nggak pantas seorang calon presiden merendahkan profesi ojek online ketimbang profesi lain. Apakah menjadi manajer hotel, menjadi pilot lantas profesi tukang ojek hina? Tidak seharusnya Prabowo merendahkan profesi Ojol,” ujar Igun.

Igun yang kerap memimpin aksi demo menuntut keadilan akan nasib Ojol kepada para aplikator ini menyesalkan sikap mantan Danjen Kopassus itu yang menilai profesi Ojol rendah.

“Prabowo tidak memahami generasi milenial. Dia Capres kampungan. Norak. Bagi mereka pekerjaan free time adalah sesuatu yg dicari. Karena itu driver ojek online sebenarnya pekerjaan menjanjikan juga,” terang Igun.

Padahal, lanjut Igun, tidak sedikit Ojol yang mendukung Capres 02 dan berharap ke depannya Prabowo bisa mengubah nasib mereka menjadi lebih baik dan pekerjaan itu lebih profesional.

“Tapi dengan statement merendahkan tukang ojek tersebut, saya yakin keadaan berubah. Mereka tak akan lagi simpatik dengan Capres 02. Prabowo selalu memberikan gambaran pesimistis dengan sebuah keadaan. Termasuk memberikan rasa pesimis dengan pekerjaan ojek online. Lantas apa yang bisa diharapkan dari seorang Prabowo?” papar Igun.

“Bangsa ini tidak kekurangan pilot, dokter banyak, insinyur banyak, sarjana dengan disiplin ilmu lain pun juga tak terhitung,” tembahnya.

Bahkan, lanjut Igun, banyak sarjana lebih memilih menjadi Ojol karena dinilai lebih mudah mendapatkan uang, ketimbang bekerja di perusahaan dengan gaji UMR.

“Jadi driver gojek online sebenarnya memungkinkan untuk kerja sambilan juga. Mana mungkin anak SMA tiba-tiba jadi pengusaha. Driver ojek online adalah batu loncatan mereka yang baru lulus sekolah ke pekerjaan lain yang diinginkannya,” tandas Igun.(TIM WRC)

Most Popular

To Top