Politik

Prabowo-Sandi Makin Arogan, Usai Langkahi Makam Pendiri NU, Malah Nantang PBNU Sebut Dalil

Ayonews, Jakarta

Arogansi tim pemenangan Prabowo-Sandi kembali terulang. Dalam kasus pelecehan warga Boyolali mereka menolak meminta maaf. Dengan tegas mereka menganggap diksi “tampang Boyolali” bukan penistaan.

Tim pemenangan Prabowo-Sandi meradang ketika Sandiaga Uno dikritik oleh pengurus PBNU lalu menganggap hal yang lumrah dan  biasa tentang peristiwa ugal-ugalan Sandiaga Uno yang telah melangkahi makam salah satu pendiri NU, yakni Kiai Bisri Syansuri.

Bahkan mereka menantang pengurus PBNU untuk menyebutkan dalil dari Al-Quran atau Al-Hadist yang melarang dilangkahi-nya makam seseorang.

Salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri.

“Persoalan bukan kepada ada atau tidaknya dalil, melainkan adalah adab dalam berziarah Rasulullah saja pernah menegur seseorang yang menggunakan sandal ketika berziarah, apalagi melangkahi makam dengan alas kaki,” kata politisi Partai Hanura DPR RI, Inas Nasrullah Zubir di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Inas mengandaikan jika suatu ketika Prabowo Subianto meninggal dunia, lalu ada pelayat yang melangkahi mayatnya ketika melayat.

“Apakah kader Gerindra tidak akan marah? Saya yakin semua akan marah, begitu juga dengan kader-kader dan pengurus NU, mereka pasti tersinggung dengan tingkah laku Sandiaga Uno,” tandas Inas.(Agung/WRC Karawang)

Most Popular

To Top