Nasional

Merasa Dilecehkan, Ribuan Warga Boyolali Turun ke Jalan Tuntut Capres Prabowo Minta Maaf

 

Ayonews, Boyolali
“Mulutmu harimaumu” pepatah ini bisa menjadi peringatan bagi Capres 02, Prabowo Subianto lantaran dituding merendahkan orang Boyolali. Tak hanya dilaporkan ke polisi, Capres yang didukung koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat itu juga didemo ribuan warga Boyolali, Minggu (4/11/2018).

Ribuan warga Boyolali dari segala penjuru Kota Kabupaten itu tumpah ruah di jalanan Boyolali Kota. Aksi dilakukan di dua lokasi. Yaitu di gedung Mahesa dan di jalan Pandanaran, khususnya di simpang siaga dan monumen susu segar.

 

Mereka pawai naik sepeda motor keliling kota. Sebagian ada yang menggeber-geberkan knalpot motornya yang dibobok. Banyak juga yang membawa spanduk dan poster dengan berbagai tulisan, antara lain #SaveTampangBoyolali, #2019TetapTampangboyolali, Tolak Prabowo, Prabowo Harus Minta Maaf, Tolak Rasis di Indonesia, Boyolali Bermartabat dan lain-lainnya.

 

Seperti diketahui, potongan video dari pidato capres nomor 02 Prabowo Subianto mengenai ‘tampang Boyolali’ viral di media sosial. Pernyataan Prabowo yang menjadi viral itu diketahui saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10) lalu.

Dalam salah satu bagian dalam pidato itu, Prabowo membicarakan mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia memberi ilustrasi tentang ketimpangan sosial dengan menyebut ‘tampang Boyolali’ akan terasing jika memasuki hotel-hotel mewah di Jakarta.

Akibat ucapannya itu, Dakun, seorang warga asli Boyolalimelaporkan Capres Prabowo ke Polda Metro Jaya. Prabowo dipolisikan terkait potongan video pidatonya soal masuk hotel dan ‘tampang Boyolali’.

“Hari ini secara resmi, Pak Dakun merupakan warga dari Boyolali memilih untuk melaporkan terkait beredarnya pidato yang dilakukan oleh Pak Prabowo pada saat safari politik beberapa waktu lalu,” kata pengacara Dakun, Muannas Alaidid, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Muannas mengatakan Prabowo tak semestinya berpidato dengan menyinggung salah satu kelompok masyarakat. Apalagi, menurut Muannas, Prabowo kalah telak dalam Pilpres 2014 di Boyolali.(TIM WRC)

Most Popular

To Top