Nasional

Jangan Salah Kaprah! Ini Fakta Sesungguhnya Proyek Mobnas Esemka

Ayonews, Jakarta

Proyek mobil nasional Esemka selalu melekat pada diri Presiden Joko Widodo. Sejak menjabat Walikota Solo , Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI, Mobnas Esemka selalu dikait-kaitkan sebagai proyek Jokowi.

Benarkah bahwa Mobnas Esemka tersebut proyek Pak Jokowi?

“Bukan!” kata Ketua Fraksi Partai Hanura DPR RI, Inas Nasrullah Zubir di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Awalnya adalah seorang pemilik bengkel bernama Sukiyat ingin membantu para siswa Jurusan otomotif Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Solo, Jawa Tengah.

Dia ingin siswa di sekolah itu bisa melakukan praktik membuat bodi mobil. Sehingga tahun 2008 siswa-siswa SMK tersebut berhasil merakit prototype mobil yang mereka beri nama Esemka.

20% komponen SMK tersebut berasal dari PT. Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Sedangkan 80% nya diimpor.

“Jadi jangan dipolitisir seolah-olah seluruhnya adalah produksi dalam negeri. Jokowi tidak pernah bicara detail teknis Esemka,” bela Inas.

Sebagai walikota yang baik dan peduli kepada warganya, lanjut Inas, tentunya akan memberikan dukungan dan perhatian penuh kepada kreatifitas anak didik di Solo. Sehingga Jokowi mendorong Esemka bisa berlanjut ke tahap berikutnya seperti uji emisi untuk mendapatkan status layak jalan.

“Tapi ternyata belum berhasil. Setelah kegagalan tersebut Esemka tidak lagi menjadi tanggung jawab dan urusan Jokowi. Yang selalu mengait-ngaitkan dengan penuh nafsu tentang Esemka dengan Jokowi justru Prabowo and the geng kan…” papar Inas.

Dikatakan Inas, jika ada perusahaan yang ingin mewujudkan Mobnas dengan memanfaatkan nama Esemka tersebut dengan skema seperti Timor/KIA dan Bimantara/Hyundai yaitu memulai dengan mengganti merek kemudian berlanjut perakitan dan seterusnya.

“Tapi semua itu samasekali tidak ada kaitan dengan Jokowi, lalu kenapa Prabowo and the geng repot? Inilah yang justru aneh,” terang Inas.

Berikut Inas mengungkapkan kiprah PT. Solo Manufaktur Kreasi (SMK) dalam proyek Mobnas.

1. 2007 – SMK merancang dan memproduksi komponen engine mobil 1500 cc,

2. 2008 – SMK membuat komponen engine,

3. 2009 – SMK membuat  body double cabin dan direstui Presiden Susilo Bambang Yudhoyuno dlm pameran di ITB Bandung

4. 2010 – Bermitra  dgn Foday  dan Jinbei dan UKM mengembangkan mini truk dan SUV sekaligus menjadi pemegang merk Esemka

5. 2011 – PT Solo Manufaktur Kreasi  mengurus perizinan di Kemenperin), Kemenhub.

6. 2012 – PT Solo Manufaktur Kreasi dengan UKM komponen mobil mengeluarkan Varian Rajawali R2 dan Bima 1.1

7. 2013 – PT Solo Manufaktur Kreasi  Berhasil mengeluarkan memperdagangkan beberapa unit dari varian Esemka Rajawali untuk media belajar dan mobil dioperasionalkan,

8. 2015 – Esemka membuat prototype Digdaya 2.7 D, Bima 1.3, Bima 1.8D, Esemka Niaga 1.0

9. 2016 – Esemka membangun plan perakitan pertama di desa Demangan Kab Boyolali Jawa Tengah.

“Dengan fakta di atas, kalau SBY bijak seharusnya dia buka suara tentang mobil Esemka tersebut. Karena SBY lah yang pertama kali merestui PT. Esemka membuat kabin SUV,” tutupnya.(Agung/WRC Karawang)

Most Popular

To Top