Nasional

Garda Indonesia Nyatakan Perang Terhadap Aplikator Arogan dan Antek-anteknya

Kendaraan salah satu peserta aksi 2910 yang dirusak sekelompok orang berseragam Grab yang iduga kelompok suruhan dari antek aplikator.

Ayonews, Jakarta

Aksi massa driver Grab roda dua dan empat yang tergabung dalam aksi Gerhana pada Senin, (29/10/2018) kemarin terjadi beberapa insiden.

Tak hanya bentrok dengan aparat keamanan, kendaraan peserta aksi massa tak luput dari sasaran perusakan sekitar 50 orang berseragam jaket Grab. Diduga, orang-orang ini merupakan kelompok antidemo Gerhana.

Irfan, salah satu peserta aksi sempat melihat sekelompok orang berseragam Grab bersembunyi di samping Rumah Sakit Aini. Mereka dalam kondisi siap siaga.

“Pas massa aksi R2 memutuskan untuk balkan (balik kanan atau pulang), segerombolan driver-driver Grab berjumlah kurang lebih 50 orang, menyerang dan merusak Taxol R4. Mereka keluar dari persembunyian setelah menunggu pendemo dari R2 memutuskan untuk balkan,” papar Irfan.

Irfan menuding, kelompok antidemo ini suruhan pihak yang didemo.

“Ini adalah cara-cara busuk dan licik. Mereka ingin mengadu domba antar driver R4 dengan R2. Kami tidak akan terima,” cetusnya.

Irfan yakin, gerombolan yang muncul serentak dari samping Rumah Sakit Aini itu merupakan orang-orang suruhan dan aksi mereka terencana.

“Mereka memakai atribut Grab. Tapi di lengan kiri mereka diberi tanda. Di ikat dengan tali rapiah kuning,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Gabungan Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono menyesalkan terjadinya bentrokan antara para pejuang gabungan dari R2 dan R4, di gedung Lippo Kuningan dengan pihak Kepolisian.

“Ini merupakan bentuk arogansi aplikator yang berlarut – larut tidak memenuhi tuntutan para pejuang.” ujarnya.

Igun menegaskan, meski jatuh korban dari para pejuang, tidak akan pernah menyurutkan sikap perlawanan Garda Indonesia terhadap aplikator arogan.

“Garda menolak segala bentuk mediasi dari pihak aplikator arogan yang menerapkan politik mediasi tipu muslihat,” tegasnya.

Soal adanya antek-antek manajemen aplikator yang melakukan penyerangan fisik terhadap para pejuang aksi di Lippo Kuningan, Igun bertekad akan melawan.

“Kita nyatakan perang menyeluruh terhadap para antek-antek aplikator arogan,” tegasnya.

Sementara itu, soal adanya kegiatan sweeping terhadap para rekan ojol yang dilakukan oleh sekelompok rekan ojol lainnya, Igun memastikan bahwa kegiatan itu spontan simpati atas perjuangan para pejuang ataupun adanya oknum yang memanfaatkan situasi untuk membuat stigma negatif terhadap para pejuang.

“Garda tidak pernah membuat pernyataan sweeping. Garda satu komando dalam perlawanan total terhadap aplikator arogan,” tandasnya.(TIM WRC)

Most Popular

To Top