Nasional

Perlakukan Mitranya Seperti Jongos & Budak, Pagi ini Kantor Grab Diserbu Ribuan Driver Online

 

 

Ayonews, Jakarta

Kantor Aplikator Transportasi online Grab di Kuningan, Jakarta Selatan, kembali jadi sasaran massa pendemo mitra driver online, Senin (29/10/2018), pagi. Ribuan driver gabungan roda dan roda empat itu tak hanya dari Jabodetabek, tapi mereka datang dari seluruh Indonesia.

Aksi pendemo yang menamakan dirinya dari kelompok Gerhana Total itu bertekad menduduki kantor Grab untuk menuntut keadilan dari penindasan, pemerasan dan aksi perbudakan yang dilakukan aplikator Grab.

Kordinator aksi Gairal Wendra dalam surat elektroniknya menyerukan kepada seluruh driver online, baik roda dua dan roda empat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama mengepung kantor Grab hingga tuntutan mereka tercapai.

“Kawan-kawan senasib sependeritaan, ara pengemudi transportasi online di seluruh nusantara, mari kita bersama-sama menuntut keadilan. Sebagai mitra kita telah diperlakukan sewenang-wenang oleh Grab. Mau sampai Kapan Kita diam dan diperlakukan terus seperti ini kawan…?” ujar Gairal.

Menurutnya, sejak awal para driver diberi label sebagai mitra aplikasi. Namun dalam praktiknya, para driver tidak pernah merasa diposisikan dan diperlakukan sepertii mitra usaha sebagaimana mestinya.

“Mitra pengemudi yg mereka sebutkan ke kita hanya pemanis bibir dan kamuflase murahan. Padahal kita lah ujung tombak dari bisnis multi profit yang mereka jalankan. Hingga detik ini, itikad untuk memberi pengakuan, kesetaraan dan pelibatan yang merupakan hak kita sebagai mitra, satu kalipun tidak pernah nampak dari sikap dan perilaku aplikator,” ujar Gairal.

Gairal mengungkapkan sikap kesewang-wenangan Grab yang memperlakukan mitranya seperti jongos mereka.

“Aturan main dibuat sepihak. Seperti mekanisme suspen sepihak tanpa transparansi, diskriminasi dan order prioritas, skema tarif dan insentive/ bonus yang makin memperbudak dan menjadikan banyak kawan menjadi korban kecelakaan. Bahkan kehilangan nyawa,” beber Gairal.

Tak hanya itu, lanjut Gairal, pemotongan pajak yang transparan, adanta kartelisasi order Bandara dan tempat strategis lainnya.

“Masih banyak lagi tindakan sewenang-wenang Grab terhadap para driver. Grab sudah seperti penjajah di negeri ini. Mereka menindas, memperbudak, menzalimi para driver,” tegasnya.

Karenanya, sambung Gairal, tidak ada pilihan semua driver harus bangkit demi membela nasib diri sendiri.

“Tuhan  tidak akan mengubah nasib kita jika bukan kita sendiri yang berusaha memperbaikinya,” tandasnya.(TIM WRC)

Most Popular

To Top