Politik

Bapaknya Mantan Pemberontak, Emaknya Non Muslim, Lucu, Alumni 212 Kok Dukung Capres 02

Pada suatu saat saya ditanya dan mendengarkan curhatan sahabat saya bernama pak Sulaiman. Dia berbicara soal arah politik Alumni 212. Belakangan ini Alumni 212  lebih intens mendukung Capres 02.

Sambil bertanya dia berkata; “Lantas dimana posisi ormas Islam yang jauh sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka?  Ormas Islam tersebut jauh lebih berjasa bangsa dan negara Indonesia!”

Dia agak kesal sambil ngedumel, bagaimana mungkin kumpulan orang-orang secara dadakan bisa lebih berperan dan ambil bagian dalam kancah politik, apalagi ingin menentukan arah politik Indonesia ke depan.

“Ini gak masuk akal!” cetusnya.

“Apalagi kumpulan orang-orang itu seakan-akan mewakili umat Islam! Apa jasa mereka terhadap bangsa ini, dan apa yang sudah mereka buat untuk bangsa dan negara ini!”

“Ormas-ormas Islam yang telah banyak jasanya seperti “tenggelam dan tersingkir” dalam mengarahkan umat. Ahh,  saya gak sudi!” begitu kata pak Sulaiman.

“Apa ide, gagasan dan konsep mereka?” tanya Sulaiman.

“Saya khawatir nantinya Alumni 212 seperti orang mendorong mobil mogok,  setelah hidup mereka ditinggalkan Capres 02 yang mereka dukung,” katanya.

“Saya tidak pernah tahu akar sejarah dia dengan dunia Islam.  Setahu saya orang tuanya dulu pernah jadi Menteri di zaman Orla dan Orba. Saya dengar pernah mendukung PERMESTA,  yaitu pemborontakan rakyat Sulawesi utara atas pemerintah pusat. Ibunya orang Minahasa,  juga bukan beragama Islam. Demikian juga saudara kandungnya bukan beragama Islam.  Dari situ saya ambil kesimpulan, dimana benang hijau antara Capres 02 dengan kalangan Islam?” papar si kawan dengan sengit.

“Yang saya tahu banyak catatan kontroversial tentang dia.  Apa tidak salah sikap politik saudaraku yang mendukung Capres 02 ini?” Curhatan Pak Sulaiman tambah seru.

Kemana ormas Islam ?

Sekalipun tidak semua alumni 212 mendukung Capres 02, ada juga dari mereka yang mendukung Capres 01. Ormas dan pimpinan yang sudah resmi mendukung Capres 01 baru NU dengan ormas-ormasnya, serta beberapa Kyai pimpinan Pondok Pesantren.  Lantas kemana dan dimana pimpinan dan ormas Islam lainnya?

Kemana dan dimana posisi Muhammadiyah,  Jamiatul Al-washliyah,  Al-irsyad, FUI, Matlaul Anwar, Al-Ittihadiyah,  Hidayatullah, Hizbul Wathon, Aisyiyah, DMI dll  ?

Tentunya umat menunggu arahan dan petunjuk dari pimpinan pusat, bukan berdasar atas like and dislike,  tapi obektif dan rasional.

Bukan rahasia lagi bagi kita tingkat keterpilihan pasangan Capres 01 cukup tinggi. Berangkat dari situasi itu,  hendaknya pimpinan dan tokoh umat dapat melihat secara objektif dan jujur.  Jangan giring umat kepada sesuatu yang mungkin merugikan perjuangan umat ke depan.

Jujur saja, dari semua lembaga survey memperkirakan pasangan 01 menang.  Itu artinya suara arus bawah yang notabene suara umat memberikan dukungan kepada Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin.

Dari perspektif umat dibawah bahwa kinerja Jokowi sudah sangat banyak manfaatnya buat mereka. Lagi pula bila dilihat dari riwayat Jokowi dia Islam, bapak dan ibu serta saudara kandungnya seluruhnya Muslim. Jadi tidak ada alasan kuat kecuali kita harus mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, desak pak Sulaiman.

Selain itu, umat lain pun mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, maka pas-lah pasangan nasionalis-religius ini kita dukung bersama, karena Satu Bahasa, Satu Bangsa dan Satu Tanah Air Indonesia.

Jakarta, 28 Oktober 2018

By: Djafar Badjeber

Most Popular

To Top